Headlines News :
Home » » Muhammad Akhir Terpilih jadi Ketua Umum KEPMA Bima-Yogyakarta Periode 2019-2020

Muhammad Akhir Terpilih jadi Ketua Umum KEPMA Bima-Yogyakarta Periode 2019-2020

Written By Pewarta News on Senin, 21 Januari 2019 | 23.00

Para Calon Ketua Umum KEPMA Bima-Yogyakarta.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Minggu 20 Januari 2019 sore pukul 17:00 WIB, Musyawarah Besar (MUBES) Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta akhirnya resmi di tutup. Mubes ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 11, 12, 13 Januari 2019 dan dilanjut lagi pada tanggal 18, 19, 20 Januari 2019.

Momen Mubes KEPMA Bima-Yogyakarta kali ini, terpilih Ketua Umum KEPMA Bima-Yogyakarta yang baru untuk periode 2019-2020 yakni Muhammad Akhir menggantikan Ketua Umum KEPMA Bima-Yogyakarta sebelumnya atas nama Agus Salim.

Pada awalnya ada tiga calon yang ikut kontestasi dalam perebutan Ketua Umum, diantaranya yaitu Dedi Mizwan (Kader Himpunan Mahasiswa Ngali-Yogyakarta) dengan nomor urut 1, Mu’amar Kadafi (Kader Forum Komunikasi Mahasiswa SMA 1 Woha Bima - Yogyakarta) dengan nomor urut 2, dan Muhammad Akhir (Kader Forum Mahasiswa Langgudu) dengan nomor urut 3.

Total keseluruhan warga Bima Yogyakarta yang datang memberikan hak suara sebanyak 471 suara. Dedi Mizwan memperoleh suara 178 suara, Mu’amar Kadafi memperoleh suara 54 suara,  Muhammad Akhir memperoleh suara 233 suara, dan suara batal 6 suara. Dari semua calon, Muhammad Akhir yang memperoleh suara terbanyak, dan secara langsung Muhammad Akhir ditetapkan sebagai Ketua Umum KEPMA Bima-Yogyakarta Periode 2019-2020.

Usai terpilih jadi ketua yang baru, Muhammad Akhir mengajak seluruh masyarakat KEPMA Bima-Yogyakarta untuk turut andil merawat lembaga ini. "Mari kita jaga dan kita rawat organisasi kita ini dengan penuh ketulusan hati, ketulusan jiwa, kita rawat dengan penuh kasih dan cinta, hingga akhirnya tidak ada lagi perpecahan atas perbedaan. KEPMA adalah rumah kita bersama, yang harus kita rawat setiap saat dan waktu, demi terciptanya hubungan kekeluargaan yang erat di tanah Istimewa Yogyakarta," ucapnya.

Lebih jauh, Akhir berharap kedepannya lembaga KEPMA menjadi semakin berkembang dan terpercaya. "Saya sangat bergembira dengan pemilihan raya kali ini, antusias keluarga pelajar mahasiswa Bima Yogakarta sangat tinggi dalam memberikan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin baru mereka. Semoga kelak menjadi organisasi yang terpercaya," harapnya.

Lebih lanjut, Akhir berharap ketika menjalankan roda organisasi KEPMA Bima-Yogyakarta juga perlu adanya masukan serta kritikan membangun agar berjalannya lembaga ini tidak salah arah. "Harapan besar saya, mari sama-sama bergandengan tangan, sama-sama aktualisasikan, sama-sama niat untuk memberikan hal indah kepada wadah tercinta ini, hingga ia menjadi wadah kekeluargaan yang satu kesatuan, harmonis dan terpercaya. Namun jangan lupa kritikan cerdasnya, berikan kritikan itu jika memang banyak sekali kekurangan saya dalam menjalankan roda organisasi dikemudian hari nanti dan tolong berikan solusi bijak sebagai bahan saya jadikan acuan pembenahan kedepanya," terangnya.

Selain penentuan Ketua Umum, Mubes ini juga dijadikan sebagai momen untuk menggodok anggaran dasar dan anggaran rumah tangga lembaga KEPMA Bima-Yogyakarta. Salahsatu hal yang mencolok dalam perubahan AD/ART kali ini adalah merubah istilah Musyawarah Besar (Mubes) diganti menjadi istilah Kongres. Akibat perubahan ini, kedepannya KEPMA Bima-Yogyakarta tidak lagi mengenal istilah Mubes tapi sudah bermetamorfosa menjadi Kongres.

Bagi yang tidak berkesempatan melihat meriahnya suasana Mubes, silahkan tonton video dibawah ini. (Siti Hawa / PEWARTAnews)


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website