Headlines News :
Home » , » Ncera (Part 1)

Ncera (Part 1)

Written By Pewarta News on Senin, 28 Januari 2019 | 20.19

Dedi Purwanto.
PEWARTAnews.com -- Ncera itu asyik sebagai sastra, Dan indah sebagai kenyataan. Ncera merupakan salah satu desa yang berada di kabupaten Bima (NTB). Setiap orang yang pernah lahir dan hidup di Ncera mencintai desa tersebut, meskipun bentuk Cinta mereka berbeda- beda. Ada yang harus menggali penggunungan sebagai tanda cintanya, ada juga yang mengelupas tanah dan bebatuan. Ada yang berdiam diri dirumah, ada juga yang sibuk meminta kepada Tuhan, ada yang sibuk mencari kerja, ada juga yang tekun dan telaten mengambil hak orang lain. Mereka mencintai Ncera, ketika orang lain bertanya kepada mereka. "engkau asli mana?" dengan sangat tegas dan lantang mereka menjawab, saya asli Ncera. Ketika ditanya dalam keadaan bermasalahpun, tetap mereka menyatakan "Ncera" sebagai desanya. mereka mencintai Ncera bahkan lebih dari tingkat keilmuan yang kita miliki.

Seorang ayah yang selalu mengupayakan untuk menafkahi anak-anaknya merupakan tanda mereka mencintai Ncera, seorang ibu yang selalu memasak nasi dan membibit ketabahan untuk keluarganya sebagai tanda cintanya kepada Ncera, seorang anak yang selalu berbakti pada orang tua nya adalah tanda bakti mereka kepada Ncera, gadis-gadis desa yang tidak takut pada tanah dan teriknya matahari sebagai tanda cinta mereka kepada Ncera, anak-anak kecil yang dibiarkan tumbuh tampa tekanan adalah anak-anak yang di lahirkan oleh Ncera. Semua orang dan setiap mereka dalam keadaan sadar atau tidak, berbelok atau lurus, semua itu merupakan bukti bahwa mereka mencintai Ncera.

Air yang kita minum dalam kehausan adalah tanda bahwa kita mencintai Ncera, udara yang kita hirup dalam hitungan detik sebagai tanda kita mencintai Ncera, tanah yang kita injak dan sebagai tempat mencari nafkah menjadi bukti kita mencintai Ncera, Api yang kita bakar dirumah dan dimana-mana itu cukup membuat kita teruji sebagai orang Ncera. Rindu-rindu yang terselubung di balik sajadah adalah bukti kecintaan mereka terhadap Ncera, gitar yang dipetik dengan kesunyian menjadi tanda mereka mencintai Ncera. Ncera menyajikan segalanya dan segalanya tersaji di Ncera.

Ibu-ibu yang memilih hidup sampai tua di desa tersebut merupakan bentuk dari cinta mereka kepada Ncera, bapak-bapak yang memilih menghabiskan masa tuanya di desa Ncera merupakan bukti bahwa mereka mencintai Ncera, pemuda dan pemudi yang mengembara untuk mencari ilmu menjadi bukti mereka mencintai Ncera, pohon yang tidak ditebang dan dibiarkan tumbuh merupakan tanda mereka mencintai Ncera, Perbedaan-berbedaan yang menyatukan dan membawa pada kebaikan bersama menjadi simbol bahwa mereka mencintai Ncera. Semua mencintai Ncera, tidak hanya manusia.Tetapi alam, semesta juga Tuhan mencintai Ncera.

Para jejaka yang setia melayani manusia, alam dan semesta di Ncera adalah bukti mereka mencintai Ncera, para pendo'a yang dalam setiap bait doa nya terselip kata "Ncera" menjadi bukti ketulusan mereka terhadap Ncera, seorang laki-laki dan perempuan yang setia kepada pasangannya masing-masing merupakan bukti kecintaan mereka kepada Ncera, birokrasi yang tidak korup dan jujur merupaka tanda cinta mereka kepada Ncera. perpecahan-perpecahan yang teroganisir maupun tidak merupakan bentuk lain dari Cinta mereka kepada Ncera.

Tidak hanya manusia yang mencintai Ncera, Alam yang memberimu segalanya juga mencintai Ncera, Tuhan yang menuntut nurani mu agar tetap menjadi manusia juga mencintai Ncera. Bagaimana cara kerja cinta mereka. Ketika engkau tebang sebatang pohon tampa belas kasihan, maka engkau akan melihat indahnya banjir yang menghampiri rumah mu. Banjir itu bukan sebagai balasan, Tetapi banjir merupakan bentuk lain dari Cinta alam kepada orang yang hidup di Ncera dan desa Ncera. "Cinta" ingin mensucikanmu dari belenggu nafsu kehidupan, "Cinta" tidak mau sesuatu yang di cintainya hidup dengan keserakahan.

Jika dalam suatu waktu engkau pernah mengambil hak orang lain, maka dalam waktu yang lain sesuatu yang kamu miliki akan terlepas dari genggamanmu, apapun bentuknya itu. Namun sesuatu yang terjadi itu bukan sebagai balasan, akan tetapi itu lebih pada cara semesta untuk tetap menyayangimu, Dia tidak ingin engkau kembali kepada-Nya bukan dengan Cinta, yang Dia inginkan saat kita kembali kepada 'Cinta' hanyalah membawa Cinta. ketika manusia tidak memahami itu, ataupun sampai menolaknya, maka berlakulah hukum menyucikan segala sesuatu dengan bentuk balasan yang kita maknai dalam kehidupan kita. Ncera menumbuhkan segalanya dan segalanya tumbuh di Ncera.

Sungai yang tidak engkau kerus pasir dan batunya adalah tanda mereka mencintai Ncera, sungai yang engkau ambil batu dan tanahnya, juga menjadi tanda mereka mencintai Ncera. Gubuk-gubuk yang berdiri tegak di persawahan dan ladang adalah bukti mereka mencintai Ncera. Semut, cacing, ular yang di sayangi merupakan bentuk cinta mereka kepada Ncera. Hujan yang dengan tabah menyirami tanahmu adalah bentuk cintanya kepada Ncera. Oleh karena itu biarkan dia turun, jangan dihujat ataupun jangan dibenci. Semua yang menumpang hidup di tanah Ncera harus berterima kasih kepada Ncera, karena Ncera telah memberimu segalanya dan sudah seharusnya segalanya memberi untuk Ncera.

Percayalah, apapun yang terjadi di di desa Ncera, baik dan buruk, benar maupun salah. Semuanya datang dari Cinta, terjadi karena cinta, dan akan kembali kepada Cinta.

Bersambung.




Tulisan ini berseri, untuk cek serie lainnya klik dibawah ini:

Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Pemuda Asal Desa Ncera Belo Bima NTB  / Eks Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) 2014-2017.
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website