Headlines News :
Home » » Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Anak Bangsa

Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Anak Bangsa

Written By Pewarta News on Kamis, 17 Januari 2019 | 18.08

Ilham.
PEWARTAnews.com -- Pendidikan merupakan sarana prasara untuk membimbing anak didik menuju masa depannya. Pendidik tidak mungkin membuat masa depan anak didiknya, namun mereka hanya mampu mengarahkan anak didik untuk melihat kemana arah masa depannya. Anak didik perlu melihat sendiri, menganalisis, kemudian mencoba untuk membuat rancangan menuju arah yang mereka lihat. Dengan demikian, anak akan mempunyai nalar dan daya imajinasi yang didasarkan pada pandangan mereka dan kemampuan olah pikirnya.

Pendidikan untuk masa depan anak, bukan untuk masa depan generasi kini. Masa depan anak belum terbentuk, dan akan terbentuk seiring perkembangan zaman (perkembangan ilmu, teknologi, dan seni). Setiap anak akan menuju masa depan dengan kemampuan masing-masing. Siapa yang dapat memanfaatkan dengan berpijak pada kemampuannya adalah yang memungkinkan dapat meraih/mencapai kesuksesan. Demikian pula sebaliknya, siapa yang tidak dapat memanfaatkan kesempatan dengan memanfaatkan kemampuannya akan terbelenggu dengan kemampuannya. Sehingga, pendidikan pada dasarnya hanyalah melatih anak untuk dapat mengembangkan serta memanfaatkan kemampuannya untuk mencapai kesuksesaan hidupnya.

Pendidikan sebagai suatu investasi masa depan bagi anak untuk kemajuan suatu bangsa, tidak hanya sekedar dinikmati dan didapatkan dalam kesempatan alakadarnya untuk bisa baca-tulis-hitung sebagai suatu pemerataan. Pendidikan yang didapatkan dan dinikmati itu, haruslah pendidikan yang berkualitas dan memiliki keunggulan, sehingga menjadi bekal hidup dalam menghadapi tantangan gelobal yang keras dan kompetitif. Oleh karenanya pendidikan harus punya arah yang jelas dan substansinya tegas sebagai pembentukan karakter anak dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks kejelasan arah suatu pendidikan akan dapat membawa peserta didik kepada kondisi tentang keseluruhan potensi yang dimilikinya.


Keseluruhan potensi peserta didik harus menjadi titik tumpu dalam arah pendidik yang dikembangkan. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menjadi manusia sebagai alat produksi, sebagaimana konsep kapitalis, untuk penguasaan iptek demi kelangsungan higemoni kekuasaan. Melainkan pendidikan harus dibawa kepada proses pembentukan manusia seutuhnya, sebagaimana dikatakan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani “Pemerintah berupaya agar warga bangsa mendapat pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia, sehingga ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan," sebagaimana diwartakan tribunnew.com. Hal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), adalah memiliki tujuan utama mencerdaskan kehidupan berbangsa yang diikuti dengan peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulia para peserta didik yang dalam hal ini adalah seluruh warga negara yang mengikuti proses pendidikan di Indonesia. Jadi, pendidikan harus bersifat menyeluruh dan imbang antara lahir batin.

Selaras dengan itu dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), juga menegaskan kembali fungsi dan tujuan pendidikan nasional. “Pada Pasal 3 UU Sisdiknas ditegaskan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Amanat UU ini mengisyaratkan pada kita semua akan tanggung jawab dalam mendidik anak bangsa ke arah yang lebih baik untuk menata masa depannya yang lebih cerah.

Investasi di bidang pendidikan merupakan suatu bentuk jaminan masa depan anak bangsa yang lebih baik. Memang tidak dapat secara langsung mengubah masa depan anak bangsa. Tentunya hal ini merupakan proses yang membutuhkan kesabaran dan keuletan sehingga mampu menciptakan insan-insan bangsa yang intelektual. Pendidikan bukan hanya sebagai sebuah bonafiditas tetapi di balik itu pendidikan menyimpan suatu kekayaan intelektual yang memiliki nilai yang tak terhingga. Singkatnya pendidikan adalah sebagai investasi jangka panjang yang harus menjadi pilihan utama bagi anak bangsa dan negara.

Seperti yang di kutip oleh Penulis dalam bukunya (Tilaar 1999), kemajuan suatu bangsa ditandai dengan majunya kesempatan memperoleh pendidikan yang luas dan berkualitas bagi masyarakatnya. Pendidikan yang berkualitas dan dinikmati secara luas oleh setiap anggota masyarakat bangsa itu, termasuk anak usia dini merupakan usaha bangsa itu untuk memperoleh kualitas dirinya. Dengan kualitas diri yang diperoleh lewat pendidikan, maka bangsa itu akan sanggup hidup secara tangguh dalam masyarakat dunia yang ditandai dengan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kompetisi secara ketat. Singkatnya pendidikan yang memanusiakan manusia sejatinya merupakan jembatan emas untuk anak bangsa dalam meraih masa depannya.


Penulis: Ilham
Pusat Studi Mahasiawa Pascasarjana (PUSMAJA) Mbojo-Yogyakarta / Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website