Headlines News :
Home » , » Esensi Sabar

Esensi Sabar

Written By Pewarta News on Sabtu, 16 Februari 2019 | 05.30

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com – Sabar adalah salah satu sifat terpuji (Akhkaq Mahmudah) yang seharusnya kita miliki. Sabar sangat melekat dengan mushibah (Ashshabru ‘alal mushiibah), baik terkait dengan hilangnya harta benda, buah-buahan (tanaman), bahkan hilangnya jiwa (QS Al Baqarah, 2:155). Mengapa harus sabar, karena kita itu milik Allah SWT, termasuk segala yang sering kita claim sebagai milik kita, apakah uang, harta benda, tanaman yang menghasilkan, bahkan jiwa kita, jika semua atau sebagiannya hilang dan hancur, maka sikap yang terbaik dalam menghadapinya dengan sabar. Ingat bahwa Allah swt tidak akan pernah menguji di luar kemampuan kita.

Hal lain yang juga diperlukan sabar adalah ketika kita memperoleh karunia atau rizqi, termasuk jabatan (ashsharu ‘alar rizqi). Orang yang tidak sabar dalam menyikapi rizqinya cenderung ingin habiskan rizqi sepuas-puasnya dan secepat-cepatnya, senyampang masih bisa menikmati harta yang ada, sehingga lupa membayar zakat dan boleh jadi kehidupan masa tuanya lebih sengsara.
Asshabru ‘alat taqwa sangatlah penting dalam kehidupan kita (QS Al Baqarah, 2:153). Hal ini dapat dilihat dengan sabar dan tekun menunaikan ibadah, sholat, puasa, dan sebagainya, sehingga tidak cukup dengan wajibnya saja, melainkan ibadah sunnahnya. Demikian juga sabar mengendalikan diri dari godaan syaitan untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Terakhir, ashshabru ‘alal jihaad. Kesempurnaan iman dan Islam kita tergantung juga pada kemauan dan kemampuan berjihad. Allah SWT berfirman dalam QS An Nahl, 2:125), ud’uu ilaa sabiili rabbika bilhikmati wal mauidhotil hasanah, wajaadilhum billatii hiya ahsan. Juga dalam QS Al-‘Ashri, 103:3)... Illalladziina aamanuu wa’aamilush shaalihati watawaa shaubil haqqi watawaa shaubish shabri. Keduanya sangat menganjurkan untuk terus amalkan sabar dalam berjihad.

Menyadari akan banyaknya nilai kebaikan berbuat sabar, maka setiap kita, terutama pimpinan, perlu sekali mengamalkan kehidupan sederhana dan sabar. Demikian juga sebagai staf, perlu sekali sabar menunaikan tugas yang dihadapinya, karena dengan sabar bisa lebih fokus, sungguh-sungguh, dan selesaikan setiap tugas dan masalah yang sulit sekalipun. Insya Allah. Dengan sabar kita lebih bisa hadirkan solusi tehadap persoalan dunia dewasa ini. Kita yakin bahwa Allah SWT bersama orang-orang sabar.


Yogyakarta, 2 November 2018
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website