Headlines News :
Home » , » Keberanian

Keberanian

Written By Pewarta News on Kamis, 28 Februari 2019 | 01.30

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com – Keberanian tidak jarang dipersepsi sebagai sesuatu yang jelek, karena dikaitkan dengan kesombongan. Namun keberanian pada hakekatnya merupakan suatu sifat yang seharusnya dimiliki setiap insan untuk bisa survive hidup di dunia dan meraih kebaikan untuk kehidupan selanjutnya. Seorang tokoh Psikologi Humanistik, Rollo May (1975) mendeskripsikan bahwa keberanian itu ada 4 macam, 1) keberanian fisik (physical courage), keberanian hadir karena memiliki kekuatan fisik, 2) keberanian sosial (social courage) keberanian untuk berkomunikasi, berargumentasi dan berdebat, 3) keberanian kreatif (creative courage), keberanian untuk berpikir dan menghadirkan karya kreatif dan inovatif, dan 4) keberanian moral (moral courage), keberanian menegakkan yang haq di mata Allah swt di hadapan khalayak. Kita bisa memgidentifikasiksn kita sendiri, bahwa selama ini perilaku kita lebih didasarkan oleh keberanian yang mana? Semoga kita lebih banyak didasarkan atas kebenaran yang memiliki nilai lebih tinggi.

Bagaimana dengan keberanian menurut Islam (As sajaa’ah). Menurut Hamka, bahwa ada dua katagori keberanian, yaitu keranian semangat dan keberanian budi. Keberanian semangat sangat dibutuhkan untuk berperang dan berjihad, sedangkan keberanian budi dibutuhkan ketika menyatakan suatu kebenaran yang diwujudkan dengan amar ma’ruf nahi munkar. Berani menyatakan tidak di depan atasan, ketika tidak memiliki rujukan dalam agama. Berani menegakkan ajaran agama di tengah-tengah lingkungan yang dzalim dengan tetap didasarkan nilai-nilai toleransi.

Untuk dapat memiliki keberanian, maka perlu menegakkan tauhid pada diri kita, “Isyhaduu bi annaa muslimuun”.

Memamg tidak banyak ummat yang memiliki keberanian, padahal Allah swt sendiri memerintahkan untuk berani. Allah swt berfirman dalam QS Al Imran, 3:139, “Walaa tahinuu walaa tahzanuu wa antumul a’launa in kuntum mu’miniin (Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kalianlah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kalian orang-orang yang beriman. Dengan memiliki iman yang teguh, mestinya kita memiliki keberanian, karena tidak ada daya dan kekuatan, kecuali kekuatan yang hanya milik Allah yang Maha Agung.

Di tengah-tengah era Disrupsi, tidak boleh menjadikan kita penakut, takut terhadap perubahan dan kemajuan ipteks, melainkan harus menjadi subjek yang berani menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks, sehingga kita bisa survive dan menyelesaikan segala persoalan dengan cara yang sehat terpuji.


Uzbek, 28 November 2018
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website