Headlines News :
Home » , » Milad HMI Ke-72

Milad HMI Ke-72

Written By Pewarta News on Rabu, 27 Februari 2019 | 11.00

Ilustrasi HMI. Foto: detiksumsel.com
PEWARTAnews.com – HMI adalah Salah satu organisasi yang banyak memberikan sumbangsih pemikiran segar dalam hidupku terkait dengan spirit keislaman, keindonesiaan, multikultural, dan pluralitas. Ciri khas dari HMI adalah tradisi intelektual dan keilmuan yang interdisipliner. Selain kader digodog dengan materi wajib seperti KMO, NDP, Sejarah HMI, BTQ, Wawasan Keislaman dan Keindonesiaan, setelah LK. I di HMI masih ada training lanjutan yakni LK.II, LKK, SC (Senior Course), dan LK.III. Hal tersebut menujukkan bahwa HMI menjunjung tinggi Al Qur’an dan Hadist sebagai world view dalam kehidupan yang termanifestasi dalam penghargaan yang sangat tinggi pada ilmu, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan ilmuan. Oleh karena itulah, HMI mempunyai jargon sederhana namun substansial yakni Beriman, Berilmu dan Beramal. Karena setiap manusia yang “berakal” mempunyai andil, peran, dan tanggungjawab menjadi insan yang beriman dan berilmu pengetahuan. Tentu iman tidak hanya sekedar percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, akan tetapi harus termanifestasi dalam tindakan kongkrit untuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan sehingga visi misi hidup sebagai ‘ibad yang menghambakan diri kepada Nya sekaligus pengemban amanah kehidupan sebagai “khalifatullah fil ardhi” yang bertugas memakmurkan bumi dapat terealisasikan dengan baik. Hal tersebut senada dengan tujuan HMI yakni “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhai Allah SWT”.

Prof. Dr. Nurcholish Madjid mengatakan bahwa wujud manusia yang beriman adalah senantiasa memberikan perlindungan dan rasa aman kepada orang lain (NDP HmI re-interpretasi Iman dalam pendekatan sosial). Hal ini senada dengan ngendikanipun Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) “Jadilah orang yang bisa membuat orang lain bersyukur ada dirimu, merasa aman ketika berada di dekatmu, percaya dan mempercayakan segalanya kepada dirimu”. Karena yang terpenting dalam beragama ialah ketika mampu mengimplementasikan serta menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

HMI bukanlah milik orang NU, bukan pula milik orang Muhammadiyah, HTI, PERSIS dan “label-label islam” tertentu, namun HMI bersifat independent yang tidak mempersoalkan NU, Muhammadiyah, Persis atau yang lainnya. Karena HMI berdiri diatas semua golongan. Di HMI inilah saya belajar bagaimana hidup dalam berbagai macam warna dan sisi-sisi yang berbeda. Harus disadari bahwa manusia selamanya tidak akan pernah bisa hidup dalam satu warna. Ibarat sebuah musik, jika hanya ada gitar saja tentu tidak akan indah dan berirama melodi-nya, namun jika ditambah dengan bass, piano, suling pasti akan lebih indah , menarik dan berkesan. Seperti Itulah hakikat kehidupan, bahwa perbedaan adalah rahmat. Dan jangan pernah membatasi diri untuk terus menelaah, mengeksplore dan memahami setiap alur cerita Tuhan yang di gariskan dalam kehidupan. HMI mengajarkan pula kepada ku untuk senantiasa melihat sesuatu dengan cara pandang yang dalam dan luas, dengan kata lain jangan terburu-buru untuk menyimpulkan suatu hal apalagi menjudge bahwa dirinya yang “paling” benar.

Terimakasih HMI telah mengenalkanku pada buku-buku Nurcholish Madjid, Budhy Munawar Rachman, Kuntowijoyo, Ahmad Wahib, Jalaluddin Rakhmat, Azhari Ahmad Tarigan, Harun Nasution, Karl Marx, Lafran Pane, Gaus Ahmad, dll. HMI pulalah yang mengajarkan kepadaku tentang multikultural serta Islam yang ramah, toleran dan inklusif.

Akhir kata, Semoga HMI istiqamah dalam mencetak dan membina kader ummat dan kader bangsa yang berwawasan interdisipliner dengan memiliki spirit keislaman dan keindonesiaan yang progressif, dinamis dan inklusif.
Teruntuk Prof. Dr. Nurcholish Madjid, Ayahanda Lafran Pane, HMI beserta kader-kadernya di seluruh Indonesia. Lahum Al- faatihah !

Happy Milad HMI Ke-72. Yakusa –Yaki Usaha Sampai. (Qs. An Najm : 39-42).


Penulis: Siti Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website