Headlines News :
Home » , » Ncera (Part III)

Ncera (Part III)

Written By Pewarta News on Rabu, 13 Februari 2019 | 09.40

Dedi Purwanto, S.H.
PEWARTAnews.com -- Makna yang tersebunyi. Ncera merupakan sebuah peradaban bahasa yang akan mengantarkanmu pada kesejatian hidup. Kesejatian mengenali diri sendiri lewat kekayaan bahasanya, serta kesejatian mengenali nur Tuhan pada setiap makhluk-Nya. Kata 'Ncera' tidak lahir dari ruang hampa, ibaratkan bunga, Ncera tidak tumbuh dengan begitu saja tampa faktor sejarah dan keterlibatan semua eksisten. Bunga yang indah dan segar itu sesungguhnya telah melalui ruang sejarah yang panjang, dia membutuhkan tanah, udara, cahaya, dan dirinya sendiri yang menopangnya untuk hidup. Begitu juga Ncera, dia telah melalui kerikil dan bebatuan sejarah sehingga membuat Ncera bertahan sampai sekarang. Kita harus pulang untuk memungut kerikil dan bebatuan itu, pulanglah ke rumah sejarah mu sendiri.!

Kalau hidup membutuhkan nurani, berarti dia perlu mata dan telinga sebagai perantara supaya nurani itu hidup. Kalau Ncera adalah martabat hidup berarti dia membutuhkan manusia dan alam untuk hidupnya, dan kalau manusia adalah manusia, berarti dia membutuhkan Ncera untuk eksistensinya. Ncera merupakan sebuah kata benda penunjuk tempat, namun Ncera juga merupakan kata sifat yang mensifati sesuatu. Ncera merupakan kata kerja yang menjadi wadah untuk berproses mencapai sesuatu, Ncera juga kata penghubung yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu.

Desamu begitu banyak menyimpan permata, dia ada tapi tidak terlihat, dia tersembunyi tampa tempat persembunyian. Ncera dalam bahasa Indonesia berarti 'murah'. Secara ekonomi, murah berarti harga sesuatu barang dibawah ukuran normal (standar). Kalau melihat berdasarkan kaca mata tersebut, orang Ncera mempunyai paradigma historis tersendiri dalam melakukan segala transaksi yang berkaitan dengan ekonomi, paradigma tersebut berorientasi pada konsep barokah, bukan pada persoalan untung dan rugi semata. Tetapi Secara teologis-folosofis, Ncera berarti sifat dari sesuatu, sifat itu merujuk untuk menjadi suatu identitas. Kalau Ncera itu sifat, berarti Ncera bermakna taho, lembo ade, raso ade, dan segala diksi bahasa Bima yang baik. Mari kita cari kalimatnya. Contoh, Ncera ade na, Taho ade na, raso ade na. Ncera ade sama halnya dengan taho ade yang dalam bahasa indonesia nya 'baik hati', orang yang mempunyai sifat baik berarti dia mempunyai segala kebaikan dalam dirinya untuk direduksikan kepada orang lain dan seluruh makhluk. Tetapi ada kalimat kunci yang bisa mengantarkan seseorang pada pencarian dirinya sendiri. Kalau kita teliti melihat kalimat Ncera ade dan taho ade, kalimat tersebut bisa mengantarkan kita pada 'raso ade'. Raso ade adalah penentu dalam laku sosial dan transenden. Kira-kira seperti itu. Ncera mengajarimu segalanya, dia juga makrifatmu untuk menemukan Tuhan.

Perjalanan kita tidak berhenti sampai disitu. Sebagai kata benda, Ncera merupakan kata untuk menunjuk tempat 'mada dou Ncera' (saya orang Ncera), tetapi selain kata benda, Ncera juga bisa menjadi kata sifat yang mensifati sesuatu 'mada dou ma Ncera' (saya orang baik). Ncera juga bisa menjadi kata kerja 'mada dou ma ne'e Ncera'(saya ingin menjadi orang baik. Selain itu Ncera juga bisa menjadi kata penghubung antara sesuatu dengan sesuatu 'dou ma Ncera, rahose ba dou ntau na ngge'e mpa mbeina'. (orang baik, kalau diminta oleh orang lain miliknya pasti dikasih). Hanya orang yang baik yang bisa memberikan sesuatu miliknya kepada orang lain, Selain orang baik tidak. Penghubung antara sesuatu dengan sesuatu adalah 'baik'. Tetapi semua kata dan kalimat itu hidup dalam satu kalimat tunggal yaitu 'mada dou Ncera'. Ketika kita mengucapkan itu sesungguhnya kata Ncera telah menjadi kata benda, sifat, kerja, dan penghubung dalam waktu yang bersamaan.

Mada dou Ncera, kalimat itu telah menjadi bukti terhadap esensi dan eksistensi diri kita sendiri. Ketika kita mengucapkan kalimat itu, maka kita tidak hanya memberitahukan tempat tinggal kita, namun juga kita telah menyatakan sikap dan prinsip kepada orang lain. Ketika kita mengucapkan kalimat itu, berarti kita sudah berprinsip akan punya sifat dan berprilaku 'Ncera' pada lawan bicara kita. Kenapa bisa begitu? Karena Ncera tidak hanya mewakili nama desamu, tapi juga mewakili sebuah identitas diri dan perjalanan batinmu. Dibalik kalimat tersebut, sebenarnya ada sebuah tanggung jawab etik yang harus dijalankan oleh setiap mereka yang mengatakan demikian. Tanggungjawab sosial serta moril yang menjadi identitas dan personalitas dari seseorang yang mengucapkan itu.

Mari kita cari anonim maknanya ke hal yang lain, ketika manusia bersyahadat berarti itu akan menjadi pembeda antara dirinya dengan orang lain. Tapi kenapa Tuhan memberikan kalimat tersebut sebagai pembeda antara manusia yang satu dengan lain? Sebab, segala sesuatu butuh kata atau bahasa untuk mewakili dirinya, tapi dengan cacatan kalimat atau bahasa itu tidak sepenuhnya mewakili dirinya. Kalimat itu tidak hanya selesai di kalimat, tapi juga dibalik ikrar itu sesungguhnya ada kesiapan jahir dan batin untuk hanya menyakini Allah sebagai Allah dan Muhammad sebagai Nabi ( yang haru kita ikuti ucapan, kesepakan, dan prilakunya). Begitu juga dengan Ncera tersebut diatas. Dengan mengatakan 'Mada dou Ncera' maka konsekuensi logisnya berarti kita menyanggupi diri kita sebagai orang baik dan siap menjadi orang baik. Hal tersebut terjadi disebabkan karena makna dari Ncera itu sendiri. Ncera telah menumbukan bunga-bunga serta duri-duri, Ncera telah menumbuhkan cinta juga segala rupa dari kebencian, tetapi kebencian salah satu wajah dari Cinta.

Bersambung.



Tulisan ini berseri, untuk cek serie lainnya klik dibawah ini:

Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Pemuda Asal Desa Ncera Belo Bima NTB  / Eks Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) 2014-2017.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website