Headlines News :
Home » , » Pesantren

Pesantren

Written By Pewarta News on Rabu, 20 Februari 2019 | 07.30

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. (berpeci)
PEWARTAnews.com – Pesantren belakangan ini menjadi salah satu tema penting. Kendatipun pesantren dicibirkan oleh sejumlah orang, pesantren sebagai institusi genuine milik ummat Islam Indonesia mempunyai tiga misi utama. Pertama, pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mendidik ummat menjadi insan bertaqwa, insan kamil, insan yang matang, berintegritas, mandiri, dan cerdas holistik. Mengapa demikian, karena pesantren memungkinkan terjadinya praktek pendidikan formal, informal, dan nonformal yang saling melengkapi. Transformasi nilai dapat berlangsung sangat efektif, jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendidikan formal.

Kedua, pesantren sebagai lembaga perjuangan yang mampu lahirkan santri yang memiliki tanggung jawab kebangsaan, semangat jihad fi sabiilillah, hubbul wathon minal imaan. Jika di masa penjajahan, mampu lahirkan santri pejuang untuk rebut kemerdekaan, kini lahirkan santri pejuang dan pembangunan yang mampu pertahankan kemerdekaan dengan melawan pengacau bangsa dan negara serta bekerja total untuk pembangunan bangsa menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafuur. Hanya saja caranya jangan sampai kontraproduktif, sehingga respek terhadap santri tetap terjaga.

Ketiga, pesantren sebagai lembaga layanan ummat yang mampu menjadikan santri dan institusi menjadi khadimul ummah. Pesantren yang tangguh, seharusnya mampu hasilkan santri yang tanggap dan mampu selesaikan masalah ummat, baik pada tataran pikiran mauapun hasilkan santri yang kompeten respon terhadap masalah ummat. Karena itu pesantren idealnya harus inklusif, bukan ekslusif. Pesantren bagaikan menara air yang memberi kesejukan dan oksigen lingkungan sekitarnya.

Selain tiga misi utama tersebut, bisa juga dikembangkan dan dimantapkan bahwa pesantren menjadi lembaga dakwah. Terutama di era digital ini, sangat mungkin pesantren menjadi lembaga dakwah, pusat lahirnya kegiatan dan bahan yang mampu didesiminasikan untuk ummat sebagai langkah dakwah yang proaktif, atau pesantren dengan timnya yang mampu merespon semua persoalan yang dihadapi ummat, sehingga pesentren bersifat reaktif dengan membuka hotline.

Dengan menjaga misi utama pesantren yang sangat berharga ini, insya Allah pesantren tetap menjadi asset ummat Islam yang bisa bertahan dan eksis secara fungsional ilaa akhiriz zaman. Untuk itu perlu terus dijaga, sehingga dapat terhindar dari kehancuran. Aamiin. Kepada-Nya lah tempat bergantung dan mohon bimbingan. Semoga.


Yogyakarta, 3 November 2018
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017 

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website