Headlines News :
Home » , » Bahasa Bima Hampir Punah

Bahasa Bima Hampir Punah

Written By Pewarta News on Kamis, 07 Maret 2019 | 00.25

Dedi Purwanto, S.H.
PEWARTAnews.com -- Di sebagian daerah kota dan kabupaten Bima sudah banyak yang menggunakan bahasa Indonesia. Tidak salah! Mereka tidak tanggung-tanggung dalam percakapan kesehariannya selalu menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu, ada juga yang mencampur adukan bahasa Bima dengan bahasa Indonesia ketika melakukan komunikasi dengan orang lain. Bahkan terlepas dari itu, ada hal yang sangat aneh yang kita jumpai di daerah Bima secara umum bahkan Dompu. Hal yang aneh tersebut mengenai fenomena atau upaya membahasa-Indonesia-kan bahasa Bima dan membahasa-Bima-kan bahasa Indonesia. Aneh,  benar-benar tidak waras kita sebagai orang Bima sekarang ini.

Modernitas merengguk ke-diri-an mu sebagai sesuatu. Modernitas menghapus kebudayaan lokalitas mu secara brutal. Tapi kita tidak memaknainya sebagai sebuah upaya pemusnahan total dari kekayaan yang kita miliki.

Kita hanya mencernanya sebagai sebuah style hidup, menggunakannya dapat menaikkan level sosial kita dari E menjadi A. Tapi semuanya terkadang tidak segampang itu memaknainya. Ayolah selesaikan bacaan kita tentang Bima secara utuh dan menyeluruh,  biar Bima mengantarkan pada ke-Aku-an yang sejati.  Yaitu tampa kata 'aku'.

Selain bahasa Indonesia,  bahasa inggris juga sudah mulai ambil bagian dalam proses komunikasi orang Bima. Meskipun masih beberapa dan tidak separah bahasa Indonesia ekspansi kekuasaannya.

Kita tidak memberi nilai negatif dari fenomena itu, tatapi konteks dan upaya melestarikan kebudayaan itu sangat penting. Satu sisi,  menggunakan bahasa Indonesia merupakan cara kita untuk menjaga bahasa nasional sebagai identitas dan alat komunikasi. Namun disisi yang lain, ada bahasa daerah (lokal)  yang harus kita jaga dan lestarikan. Bahasa Indonesia cukuplah kita letakkan di ruang-ruang tertentu, seperti sekolah, universitas, kantor, lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta, dan semua lembaga pendidikan formal yang ada. Selepas itu bahasa Bima wajib kita gunakan dalam keseharian kita.  Itu bukan ketinggalan Zaman. Tapi menjaga salah satu kekayaan mu supaya tidak hilang di makan zaman. Selepas itu, upaya literasi bahasa Bima yang baik dan benar harus tumbuh subur dalam dunia pendidikan. Mata Pelajaran Muatan lokalnya tidak hanya menyangkut masak memasak. Tetapi, juga harus memperpelajari setiap kata dan kalimat Bahasa Bima secara esensi dan konteks.

Kalau kita mau serius, sebenarnya mempelajari bahasa Bima secara esensi dan eksistensi akan menjadikan seseorang utuh sebagai manusia. Contoh : Kata Rumah dan Uma.  Ruma (Allah/Tuhan), uma (rumah). Kedua kata itu tidak sama, tapi kalau kita lihat ada kemiripan antara 'Ruma' dengan 'Uma'.  Kita akan menemukan kemiripan tersebut setelah memakai mereka sebagai nilai bukan sebagai materi. Selain itu, kalimat 'Ne'e angi'. Ne'e dalam bahasa Indonesia berarti 'suka,  mau,  ingin', sedangkan angi dalam bahasa Indonesia adalah 'Angin'.  Pertanyaannya kenapa harus angin?  Kenapa tidak wadu (batu) atau yang lain. Bisa di lihat dan di raba,  kenapa harus angin yang tidak bisa dilihat namun hanya bisa merasakan. Kenapa harus 'Ne'e angi' sebagai kata yang mewakili sebuah hubungan yang bernama pacaran dan ta'aruf?

Kenapa tidak menggunakan bahasa Bima dalam menyampaikan pesan ini? Lihat konteks, pahami koneksitasnya dengan sejarah.

Barangkali konflik yang terjadi di Bima sekarang ini, terjadi karena budaya bahasa kita yang tidak karuan lagi.  Barangkali kenapa Polisi menembak sipil, jawabannya karena polisi tidak mengerti aksi nyata dari kata 'Lembo Ade'.

Bersambung.


Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Pengamat Hukum, Sosial dan Budaya / Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni Prodi Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website