Headlines News :
Home » , » Hasrat Politik yang Mencerahkan

Hasrat Politik yang Mencerahkan

Written By Pewarta News on Minggu, 17 Maret 2019 | 09.30

Muhammad Nur Dirham.
PEWARTAnews.com -- Memulai narasi pencerahan ini, penulis menguraikan kalimat berikut : “Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir semua pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional” (Bertolt Bracht, Penyair Jerman)

Narasi Penyair Jerman tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak Quotes Politik yang menjadi rujukan inspiratif dari sebagian besar masyarakat. Jauh dari pada narasi tersebut, pada prinsipnya dalam proses kehidupan dan keterkaitan dengan politik sebetulnya kita sejak lahir sekalipun dan bahkan sejak dalam perut ibu sudah bersentuhan dengan politik atau dalam istilah lain yaitu produk politik. Pada banyak hal bahwa kehidupan keseharian masyarakat yang berkaitan erat dengan kebutuhannya sangat bergantung pada proses politik yang dimainkan oleh para elit politik baik dalam struktur legislatif maupun eksekutif. Semisalnya kebutuhan pupuk dan obat – obatan bagi masyarakat petani sangat ditentukan oleh proses politik yang dimanifestasikan kedalam suatu kebijakan publik oleh pemerintah, maka dibutuhkan orang-orang yang terjun dalam dunia politik yang tidak hanya sekedar hasrat politik untuk mengambil keuntungan pribadi maupun kelompoknya akan tetapi harus bisa memiliki hasrat politik yang mencerahkan dalam bahasa sederhananya adalah menerjemahkan hasrat politiknya melalui kerja politik yang berbasis pada aspirasi, kebutuhan dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

Supaya bisa menghadirkan hal yang demikian maka perlu banyak masyarakat yang harus tersadarkan untuk bisa menghadirkan wajah politik yang mencerahkan masyarakat luas. Momentum politik menuju tanggal 17 April 2019 banyak masyarakat yang ambil bagian dalam meramaikan pesta Demokrasi Lima tahunan yaitu pemilihan legislatif yang bersamaan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Menurut hemat penulis untuk menjawab hasrat politik yang mencerahkan maka kehadiran setiap individu calon legislatif ditengah-tengah masyarakat tidak hanya berbicara pada tataran mengejar elektabilitas semata, melainkan melakukan upaya yang lebih konstruktif seperti halnya memberikan Pendidikan politik, menghadirkan suasana kebatinan yang sejuk, menjaga relasi antar sesama masyarakat sebagai entitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan upaya-upaya pencerahan lain kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak terbebani oleh situasi politik yang ada dan bisa menikmati atmosfir politik dengan penuh kebahagiaan untuk terwujudnya kehidupan masyarakat yang terdidik dan tercerahkan.


Penulis: Muhammad Nur Dirham
Calon Legislatif DPRD Kabupaten Bima
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website