Headlines News :
Home » , » Hidup Terinspirasi

Hidup Terinspirasi

Written By Pewarta News on Minggu, 31 Maret 2019 | 01.31

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Pada hakekatnya hidup itu tidak kosong. Ada sesuatu yang menggerakkan sehingga kita bisa melihat ragam perilaku seseorang. Ada perilaku yang biasa dan ada pula perilaku yang menakjubkan, sehingga orang itu dikenal oleh banyak orang, sekalipun semula tidak dikenali sebanyak itu. Perilaku tentu tidak lepas dari kondisi perilakunya. Seseorang yang demikian itu tidak lepas dari inspirasi yang mewarnai hidupnya.

Banyak yang menginspirasi hidup kita. Ada yang berbentuk ketokohan dalam beragama, ketokohan dalam kehidupan, ketokohan dalam profesi, ketokohan dalam pemikiran, ketokohan dalam kebudayaan, ketokohan dalam kepenulisan, ketokohan dalam kepemimpinan, ketokohan dalam perjuangan, pengalaman hidup orang sukses, keteladanan dalam berkeluarga, ide cemerlang orang tak beruntung, kemenangan di balik keterbatasan dan sebagainya. Ragam kehidupan yang menginspirasi inilah yang membuat banyak perilaku unggul yang berbeda-beda yang patut dihargai dan diberikan rekognisi.

Perbedaan itu tidak semata-mata pengaruh  yang menginspirasi, tetapi faktor-faktor internal dan eksternal lainnya yang tidak bisa dipungkiri, walaupun kunci utamanya tetap ada pada yang menginspirasi. Faktor internal bisa yang intelektual, bisa yang non intelektual. Demikian juga faktor eksternal bisa terkait dengan kondisi fisik, sosial dan kultur. Juga bisa ada faktor lain yaitu momentum dan idzin Allah swt.

Inspirasi itu dapat dijaga dan dapat menjadi kekuatan yang mendorong sepanjang kehidupan. Dengan begitu inspirasi menjadi faktor penting sepanjang hidup manusia. Kita sendirilah yang menentukan apa yang bisa menginspirasi dalam hidup kita, sehingga kita lebih baik dari waktu ke waktu.

Dalam mendidik anak kita harus berhati-hati. Sangat dihargai bahwa ada suatu keluarga yang berhasil hidupnya, karena suami dan isteri sukses studi dan karirnya. Kesuksesan membuat keduanya tidak percaya lagi pendidikan formal untuk anaknya, karena sekolah sebagus apapun tidak bisa memenui harapan keduanya. Akhirnya anaknya dididik sendiri (homeschooling). Bisa dibayangkan anak itu terisolasi dari dunia nyata yang ada di luar, walau dia bisa mengakses lewat digital. Anak itu bisa ditebak, bahwa dia cenderung kaya dengan ilmu yang kering dari humanisme dan terbatas inspirasinya karena terbatas interaksi dengan manusia lainnya. Ini sangat berbahaya dan tidak menguntungkan. Padahal kehadiran manusia di sekitarnya secara langsung akan berbeda. Karena hakekatnya belajar di luar rumah, terjadi proses belajar kehidupan yang terbentang  luas yang dapat menspirasi kehidupan.

Untuk menjadi orang tua dan pendidik yang  bertanggung jawab, salah satunya kita berbuat seoptimalnya untuk hadirkan banyak hal yang bisa menginspirasi anak-anak, para siswa dan mahasiswa. Menjadikan mereka tumbuh dan berkembang secara utuh melalui inspirasi. Inspirasi juga tidak hanya  bisa dilakukan di dalam tembok- tembok pendidikan, melainkan juga di lingkungan sekitar. Juga bisa dibantu lewat multi media yang berkembang sejalan dengan kemajuan jaman. Inspirasi apapun harus kita arahkan anak bisa menjadi hamba Allah swt yang taat ibadahnya dan khalifah filardhi yang bertanggung jawab. Aamiin. Semoga.



Yogyakarta, 23 Maret 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)



Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website