Headlines News :
Home » » Karena Mencintai Tidak Perlu Meminta ia Melupakan Masa Lalunya

Karena Mencintai Tidak Perlu Meminta ia Melupakan Masa Lalunya

Written By Pewarta News on Senin, 11 Maret 2019 | 12.30

Buku Origami Hati.
PEWARTAnews.com -- Kekosongan paling buruk dalam diri manusia adalah kekosongan yang disebabkan patah hati. Bukankah cinta memang sering membuat hal sederhana terasa istimewa.

Sayang seribu sayang, rasa sakit sudah terlalu dalam menanam diri pada tubuh yang mulai terlihat semakin kurus itu. Perasaan yang terus ditahan itu mengumpulkan kekuatan menjadi satu gumpalan racun mengerikan. Menumpuk, menggunung, hingga memburai menikam jantung. Akal sehat sudah hampir tidak bermain dalam dirinya. Ia benar-benar lepas kendali. Emosi memberontak kian tak terbendung. Semua meluap semakin mengerikan. Ia menjadi seperti sapi gila, mengamuk dan menyapu semua piguran, buku-buku, dan alat-alat tulis yang tadinya tertata rapi dimeja belajar itu.

Kamu pernah mikir gak sih, gimana susahnya ngejaga hati? Terus, kenapa kamu malah pergi sama perempuan jalang itu. Arrgggt! Ia mengepal jarinya semakin keras.

Pagi jatuh lagi di kota ini, kota yang lambat bertumbuh. Akan tetapi, kehidupan manusia berjalan begitu cepat. Hidup manusia dan perkembangan kota kadang tidak seimbang. Kota sering memperlambat perjalanan tumbuh manusia. Atau disisi berbeda manusia sering memperlambat pertumbuhan kota. Sisa hujan semalam perlahan hilang dijalanan kota. Hiruk-pikuk bunyi kendaraan mulai memecahkan keheningan pagi. Jalan Veteran dikota Bengkuang ini mulai ramai dipenuhi angkutan kota yang lalu lalang. Di trotoar, terlihat beberapa orang pergi bekerja, selebihnya ada yang hanya sekadar berjalan-jalan pagi. Beberapa orang remaja muda terlihat menunggu angkutan. Mereka mungkin ingin ke sekolah, ke kampus, atau entah ke mana. Hal yang pasti dari suara itu, mereka semuanya terlihat buru-buru. (hlm 17-18).

Aruna menarik napas. Lalu membantin, “Hari ini semua akan dimulai lagi. Ini hari pertama untuk kehidupan baru. Akan harus lebih baik dari hari sebelumnya. Haga kamu harus tahu, aku bukan perempuan lemah yang bisa terus kamu bohongi. Bukan perempuan yang akan terus bergantung padamu. (hlm 19).

Citra menatap tubuh sahabatnya itu. Semakin terlihat kurus. Wajahnya terlihat kelelahan sekali. Lingkaran  mata panda Aruna semakin gelap. Meski Aruna memaksakan diri untuk terlihat kuat, tetap saja ia tak bisa membohongi Citra. Mata dan raut wajahnya tidak bisa berdusta. Ada beban disana. Beban yang berat. (hlm 22).

Saat Citra berusaha meyakinkan Aruna untuk  mau bergabung dengannya di Organisasi kampus, Citra menggoda Aruna “gak pakai jadi-jadian, ntar malam isi formulirnya! Nanti kita balikin bareng. Satu lagi yang paling penting. Siapa tahu dengan bergabung di Koran kampus, kemampuan menulis puisi kamu bisa tersalurkan!”. “puisi?” Aruna heran, seigatnya ia tidak pernah menunjukkan kemampuan menulis puisi pada Citra. Dan memang, ia merasa bukan orang yang suka menulis puisi.

“Oh iya, aku lupa. Bukan puisi. Tapi, kertas warna-warni yang dilipat, trus diisi dengan curhat, hehe” ia tertawa setelah menggoda Aruna. Sialan! Itu bukan kertas lipatan curhat. Itu namanya Origami Hati, tahu! Kudet, ih,” jawab Aruna merungut gregetan. Terserah deh tapi aneh aja, ada cewek, hari gini, cantik, putih, ramping, rambutnya lurus kayak kamu, eh sukanya curhat ke kertas. Mending curhat sama diary, ini mah bukan. Curhat ke kertas yang dilipat, dan dimasukkin ke botol. Kurang aneh apa coba? Kamu udah kayak peliharaan jin aja. Citra tertawa terbahak. (hlm 32).

Rasa itu berlalu, namun rasa sedih dan kecewa tidak berlalu. Tetapi hebatnya orang yang jatuh cinta diam-diam. Ia bisa menyembunyikan perasaannya dibalik senyuman.

Perempuan yang aneh, ucapnya. Kenapa kebanyakan perempuan yang patah hati dikampus ini, hampir selalu mengasingkan diri saat senja di pantai itu. Apa mereka gak mikir, kalau suasana deburan ombak, embusan angin pantai hanya akan mempermudah ingatan untuk kembali kemasa lalu. Dan itu, hanya akan menambah rasa sakit. Batinnya, gregetan. Ia sering melihat perempuan dengan  pola yang sama. Perempuan-perempuan yang dilepas paksa lelaki-lelaki yang pernah mereka puja dengan kesungguhan jiwa. (hlm 33).

Setelah perpisahan, selalu ada kemungkinan kisah baru yang datang lebih indah.

Dear Bagas. Lelaki anehku. Kalau nanti aku terlihat menyebalkan. Kamu harus mengingatkan aku dengan baik. Jangan cemberut dan menghilang tanpa alasan. Jangan cari perempuan lain, sebab itu bukan cara yang baik dan benar. Ingatkan aku dengan menegurku baik-baik. Tapi kalau kamu yang lupa sama aku…hmm… awas aja ya.. Enak aja pakai lupain segala. Yang penting kamu itu penting bagiku. Walau kadang kamu aneh, tapi aku tahu kamu juga romantis sebenarnya. Jadi, kalau aku yang terlihat menyebalkan, jangan balas dengan cemberut dan marah-marah ya. Kamu harus tahu, kalau perempuan sudah mulai menyebalkan, artinya mereka lagi kangen. Jangan diomelin, harusnya dipeluk. Perempuan itu butuh peluk, bukan butuh omelan dan marah-marahan. (hlm 203).

Aruna adalah gadis cantik, berkulit putih, ramping dan memiliki rambut panjang yang lurus. Semenjak ibunya meninggal Aruna tinggal bersama neneknya dan sang ayah harus bekerja di luar kota dan sesekali harus pulang kerumah ibunya untuk menemui anaknya Aruna. Aruna mempunyai seorang kekasih bernama Haga. Haga adalah pemuda tanpan berkulit putih dan tinggi, Haga anak Fakultas Teknik dan jika Aruna ingin bertemu Haga seringkali Aruna harus menunggu didepan fakultas kekasihnya. Itu karena, fakultas Aruna dan Fakultas Haga bersebelahan. Aruna anak Fakultas Bahasa yang kalau lewat untuk menaiki dan menuruni tangga, Aruna harus siap digoda oleh senior-seniornya yang sering kali  menjadi penunggu tangga tempat dia lewat.

Pada suatu hari hubungan Haga dan Aruna harus hancur karena sang kekasih Aruna yaitu Haga tertangkap basa mencium seorang perempuan yaitu selingkuhannya. Pada saat itu, Aruna tidak menyangka bahwa kekasih yang paling dicintainya itu tega menghianati dirinya. Kejadian itu berlangsung saat Aruna tengah mengantarkan makan siang yaitu  Nasi Goreng kesukaan Haga, melihat kejadian itu mendadak perasaan Aruna berubah. Aruna marah bahkan sangat membenci Haga. Walaupun dalam hatinya ia kesulitan untuk melupakan kenangannya bersama Haga atau bahkan jika ia berusaha membencinya malah hanya akan menyakiti dirinya sendiri.

Aruna mempunyai seorang sahabat bernama Citra, pada awalnya Aruna tidak percaya kepada Citra yang memberitahukan Aruna bahwa kekasihnya Haga adalah seseorang yang Play boy. Pada saat itu Aruna malah menuduh Citra sahabatnya ingin merusak hubungannya dengan Haga. Dengan alasan Citra ingin merebut Haga darinya. Tetapi setelah kejadian itu, saat Aruna melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, ia sontak menemui sahabatnya Citra dan meminta maaf kepadanya atas sikapnya yang tak mau mendengarkan perkataan sahabatnya itu.

Setelah kejadian itu Citra memaafkan Aruna. Ia cukup memahami sifat sahabatnya itu, melhat Aruna yang selalu bersedih setelah putus dari Haga, Citra berusaha menghibur sahabatnya dengan megajaknya mendaftakan diri di organisasi kampus yang mereka sebut  “Koran Ganto”.  Aruna awalnya menolak ajakan sahabatnya itu. Wajar, karena Aruna adalah salah satu dari ribuan mahasiswa yang tidak senang berorganisasi. Menurut Aruna berorganisasi itu membosankan. Tetapi dengan usaha keras meyakinkan sahabatnya Aruna, Citra akhirnya berhasil membujuk sahabatnya itu. Citra bukannya memaksa Aruna untuk  sekedar ikut-ikutan saja tetapi Citra ingin membuat sahabatnya mengenal dunia baru agar sahabatnya tidak larut dalam kesedihan dan melupakan masa lalunya dengan Haga.

Akhirnya mereka diterima menjadi Anggota Baru Koran Ganto. Aruna dan Citra merasa bahagia karena bisa diterima bergabung. Tetapi tetap saja Aruna belum bisa sepenuhnya melupakan Haga. Pada suatu hari Aruna bertemu dengan seorang pemuda bernama Bagas, yang Aruna temui dipantai saat menikmati senja setelah putus dengan Haga. Bagas adalah pemuda berambut gondrong  dengan penampilan urak-urakan, yah tak serapi Haga. ia juga anak Fakultas Teknik sekaligus senior Citra dan Aruna di Koran Ganto. Bagas sangat mengagumi senja, seringkali tulisannya yang dimuat didalam Koran Ganto banyak menceritakan tentang kekagumannya pada senja. Selain Bagas Citra dan dan Aruna juga mengenal Putri yang merupakan senior sekaligus ketua di Koran Ganto, Putri adalah seorang perempuan yang tegas, memiliki jiwa  seorang pemimpin yang tinggi. Dibalik itu tidak ada yang tahu jikalau Putri sangat mencintai Bagas, bahkan ia pernah mengubur harapannya dalam-dalam saat ia tahu Bagas mencitai Anila sahabatnya sendiri.

Anila adalah kekasih yang sangat Bagas cintai, tetapi kenyataan membuat Bagas harus berusaha melupakan Anila. Sebab Anila telah tiada akibat peristiwa Gempa Bumi dulu. Putri sempat merangkai kembali harapannya untuk bersama Bagas semenjak kepergian Anila. Tetapi harapan itu kembali ia urungkan sejak ia tahu jikalau Bagas tengah dekat dengan Aruna anggota baru Koran Ganto. Anila bagi Bagas merupakan sesosok gadis yang sangat cantik juga baik. Tetapi setelah pertemuannya dengan Aruna dipantai itu, ia kembali teringat dengan kekasihnya Anila yang selama ini dengan susah payah ia lupakan. Walaupun sesekali ia harus ketempat yang pernah ia datangi bersama Anila hanya untuk melepas kerinduannya dengan kekasihnya itu. Tetapi dengan keberadaan Aruna ia kembali membuka hati, ia percaya bahwa Aruna adalah sosok perempuan yang dikirim Tuhan untuk menggantikan Anila kekasihnya.

Akhirnya dari perkenalannya dengan Aruna, Bagas memberanikan diri untuk menyampaikan perasaannya kepada Aruna. Dan Aruna pun akhirnya membalas perasaan Bagas. Setelah resmi berpacaran dengan Bagas Aruna sering dijemput oleh Bagas jika hendak kekampus atau ke Koran Ganto untuk menghadiri rapat pertemuan anggota. Aruna merasa bahagia selama berpacaran dengan Bagas, walaupun sosok Bagas bukan lelaki tipikal yang Aruna idamkan, tetapi bersama Bagas Aruna merasa menemukan hal baru yang tak ia temukan pada Haga. Bagas bukan pemuda yang romantis, tetapi bersamanya Aruna sejenak bisa melupakan masa lalunya dengan Haga walau tak sepenuhnya mampu ia lupakan.

Saat cintanya dengan Bagas sedang merekah, Aruna kembali diingatkan dengan masa lalunya bersama Haga.  Saat Haga tiba-tiba sudah ada didepan rumah Aruna. Haga menginginkan Aruna kembali bersamanya dan meminta maaf atas kejadian waktu itu. Aruna seakan ditusuk jarum seribu. Ingin rasanya ia memeluk lelaki itu tetapi ia teringat seorang pemuda yang saat ini bersamanya yaitu Bagas. Akhirnya Haga dan Aruna bertemu dan Haga kembali menyapaikan janji busuknya pada Aruna. Jelas Aruna menolak karena ia tahu ia dan Haga tidak bisa bersama lagi.

Setelah kejadian itu akhirnya ia kembali untuk menemui Bagas. Bagas pun kaget melihat sosok Aruna dihadapannya. Karena beberapa hari ini ia tidak mendapat kabar ataupun pesan dari Aruna setelah membahas masalah hubungannya dengan Bagas ataupun Haga. Tetapi melihat sosok kekasihnya tanpa berpikir panjang ia lalu mendekati Aruna. Ia senang karena kekasihnya Aruna akhinrya memilihnya dan tidak bersama Haga.

Dari novel Origami Hati, kita bisa belajar tentang sebuah kisah persahabatan. Yaitu, sosok Citra yang sangat memperdulikan sahabatnya Aruna. Walaupun Aruna sempat tidak percaya tetapi ia tetap berusaha untuk meyakinkannya meskipun hubungannya dengan Aruna sempat renggang. Juga pada sosok Putri yang merupakan perempuan yang memiliki jiwa besar, semangat  kepemimpinan yang tinggi sekaligus sebgai sahabat Anila yang juga sangat menyayanginnya. Ia adalah sosok perempuan yang rela mengabaikan perasaan cintanya pada Haga demi melihat sahabatnya Anila bahagia.

Novel Origami Hati membuat pembaca mengerti dan memahami bahwa sosok seorang Nenek juga bisa menggantikan sosok seorang Ibu walau tak sepenuhnya mampu menggantikan peran seorang Ibu tetapi kasih sayang dan kepeduliannya sangat bermakna. Juga pada sosok Ayah Aruna yang sangat memperdulikan anaknya. Ia rela pulang pergi dari luar kota ke rumah orang tuanya hanya untuk menemui keluarganya, walaupun ia hanya mendapat libur beberapa hari. Dari seorang Aruna kita bisa belajar tentang cara untuk tetap tegar walaupun kita sering kali dihadapkan dengan masalah yang tak mampu kita selesaikan. Juga pada Bagas yang merupakan sosok lelaki yang dapat menerima Aruna apa adanya, walau Aruna belum bisa melupakan Haga.

Origami Hati merupakan novel yang membuat pembacanya mampu meresapi makna kata demi kata yang ada pada novel ini, perasaan yang dituangkan penulis dalam novel ini dapat tersampaikan kepada pembacanya.

Identitas Buku:
Judul                  : Origami Hati
Penulis                          : Boy Candra
Penyunting                     : Dian Nitami
Penyunting Akhir         : Agus Wahadyo
Desainer Cover                 : Budi Setiawan
Penata Letak                : Didit Sasono
Ilustrasi                         : Olvyanda Ariesta
Diterbitkan pertama oleh : Mediakita
Peresensi                              : Nurjadidah
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website