Headlines News :
Home » , » Keluarga Bahagia

Keluarga Bahagia

Written By Pewarta News on Selasa, 19 Maret 2019 | 18.00

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Keluarga bahagia merupakan idaman semua orang. Tak seorangpun yang tidak memimpikan dan mengharapkan keluarga bahagia. Hingga muncul  Rumahku Syurgaku (Baity Jannaty). Makna keluarga bahagia bisa bersifat normatif dan bersifat relatif. Tergantung atas pandangan hidup setiap keluarga. Ada yang berorientasi material dan non material. Bagaimana dengan definisi keluarga bahagia menurut masing-masing di antara kita?

Menurut hemat kami makna keluarga bahagia adalah keluarga yang mampu menciptakan cinta, kasih sayang, dan kedamaian dan saling memberikan cinta dan kasih sayang di antara semua anggota keluarga. Juga yang selalu dalam  kebersamaan dengan kualitas waktu. Kebersamaan bisa terjadi pada waktu sarapan, makan malam, rekreasi, ibadah atau waktu silaturahmi dengan keluarga besar dan handai taulan. Sebaliknya keluarga bahagia bukan diukur harta benda yang dimiliki saja, pangkat dan jabatan yang diduduki saja, atau keturunan terhormat saja. Bahkan tidak sedikit dijumpai di tengah-tengah masyarakat orang tidak kaya raya, tidak memiliki kedudukan atau jabatan, atau bukan keturunan orang terhormat tapi dapat membangun keluarga bahagia.

Memiliki keluarga bahagia itu penting
karena keluarga bisa menenuhi kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual seluruh anggota keluarga. Seseorang itu akan dinilai  berdasarkan kondisi keluarganya. Kehidupan keluarga akan menjadi lebih baik secara internal maupun eksternal. Menjadi kebanggaan bagi seluruh anggota keluarga.

Ada sejumlah hal yang menandai suatu keluarga bahagia, yaitu (1) Keluarga memiliki hirarkhi keluarga yang jelas, (2) Anak merasa aman bicara dengan orangtua, sekalipun dia komplain, (3) Anak memiliki identitas keluarga yang kuat, (4) Orangtua memberi anak bekal ilmu atau instrumen untuk sukses, (5) Orang tua menjadi model untuk memaafkan kesalahan, (6) Orangtua dan anak saling mencintai, dan (7) Orangtua memperlakukan anak dengan baik (Johnson, 2019). Ini semua yang menandai suatu keluarga bahagia yang bersifat generik, tanpa memandang agamanya.

Adapun kunci-kunci penting keluarga bahagia menurut Islam ada 5, yaitu: (1) Adanya kesatuan rumah tangga yang mencakup tujuan berumah tangga dan nilai-nilai yang diterapkan di dalam rumah tangga, (2) Membangun keluarga yang didasari dengan niat ibadah, (3) Menjalankan peran istri yang didasarkan atas kewajiban isteri, (4) Menjalankan peran suami yang didasarkan atas kewajiban suami , dan (5) Saling memahami dan menutupi kekurangan. (Dialamislam.com). Keluarga bahagia memberikan jaminan kehidupan seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak dalam pertumbuhan dan perkembangan. Demikian juga, semua anggota keluarga terutama anak terjaga perkembangan iman, islam dan akhlaqnya.

Keluarga bahagia itu bukan hadiah dari Tuhan, tapi sesuatu yang harus diperjuangkan. Untuk mengupayakan keluarga bahagia, di antaranya: (1) Semua anggota keluarga berada di rumah  dan bertemu secara berarti, 2) Selalu menunjukkan kasih sayang, (3) Berkomunikasi dengan efektif, (4) Perlakuan yang sama dalam keluarga (5) Membangun ikatan keluarga yg tetap dan solid, (6) Melayani semua anak secara personal, tanpa ada yang diabaikan walau sibuk, (7) Mengatakan maaf belumlah cukup, perlu follow up, (8) Memberi hadiah untuk perilaku yang baik, (9) Keseluruhan anggota keluarga melakukan olahraga bersama, (10) Membuat kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga, (11) Menyempatkan ibadah bersama (sholat, puasa, haji/umrah, infaq/shodaqah/zakat), sesuaindengan kondisi, dan (12) Orangtua perlu secara istiqamah berdoa untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Semua anggota keluarga diharapkan bisa berpartisiasi optimal. Inisiatif untuk melakukan  kegiatan bersama dapat dimulai dari orangtua atau anak secara silih berganti sesuai dengan kondisinya.

Demikianlah berbagai hal terkait dengan keluarga bahagia. Kita harus terus bisa wujudkan keluarga bahagia yang tidak hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Untuk menjadikan keluarga bahagia wajib berusaha bersama anggota keluarga dan teman-teman seperjuangan. Keluarga bahagia tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh salah satu anggota keluarga yang berjuang, melainkan juga oleh seluruh anggota keluarga.


Yogyakarta, 18 Maret 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website