Headlines News :
Home » , » Kepribadian Produktif

Kepribadian Produktif

Written By Pewarta News on Minggu, 17 Maret 2019 | 02.00

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Pada hakekatnya ada orang yang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang pendek, ada juga dengan waktu yang lama. Seseorang yang mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan kualitas yang baik dengan waktu yang pendek bisa disebut orang yang memiliki kepribadian produktif. Bukan karena nampak sibuk, tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Ada sejumlah alasan yang dapat ditemukan pada orang-orang yang tidak memilki kepribadian  produktif, yaitu  (1) kurangnya rekognisi, (2) tujuan tidak terdefinisi secara jelas, (3) tidak ada kesempatan untuk tumbuh, (4) tidak ada keseimbangan kehidupan kerjanya, (5) budaya company bukan menjadi prioritas, (6) tidak memiliki deadline, (7) tidak memiliki lingkungan kondusif,  dan (8) adanya keyakinan  bahwa pekerjaan hanya bisa diselesaikan dengan total waktu (Tieffels, 2019) dan Chua, 2019). Kondisi-kondidi inilah yang membuat orang-orang yang tidak memiliki kepribadian produktif baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal.

Kepribadian produktif bukanlah semata-mata bawaan, melainkan dapat diupayakan. Setiap orang dapat menunjukkan usaha secara serius. Celistine Chua (2019) memberikan tips untuk menjadikan seseorang memiliki kepibadian produktif, di antaranya: (1) hilangkan sesuatu yang tidak penting (fokus kepada yang penting), (2) Bekerja berdasarkan 80/20, dengan 20 tugas mendapatkan 80 hasil, utamakan efektivitas baru efisien, (3) Usahakan ambil waktu istirahat, (4) hilangkan hal-hal yang mengganggu, (5) menetapkan timeline, (6) berada pada lingkungan yang menginspirasi dan mampu membantu mencapai produktivitas, (7) menggunakan  paket waktu, dan (8) memanfaatkan otomatisasi dalam penyelesaian tugas. Inilah sejumlah ikhtiar yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Dengan komitmen yang tinggi dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan manfaatkan hasil kemajuan teknologi.

Individu yang memiliki kepribadian produktif dalam hidupnya tidaklah berjalan smooth. Melainkan dia menghadapi berbagai tantangan yang tidak bisa dihindari, di antaranya : (1) melepasnya ikatan pekerja dari institusinya,(2) manajemen kinerja yang tidak efektif, (3) kebutuhan pelatihan dan pengembangan yang terus menerus, (4) kegiatan rapat yang berlebihan, dan (5) alasan tantangan priduktivitas yang tidak terkait dengan kerja, yaitu faktor personal. Tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan mudah bila dimulai dari diri sendiri. Ibda’ Binafsik. Individu tingkatkan komitmennya, bagaimana manajemen waktu bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga tantangan yang potensial dapat diatasi dengan sebaik-baiknya.

Akhirnya bahwa dalam mengarungi tugas kehidupan, terutama tugas kekhalifahan, salah satu andalan paling utama adalah kepribadian produktif. Dengan kepribadian produktif, kita dapat menghasilkan banyak hal dengan kualitas yang baik dalam waktu yang pendek. Bahkan bisa memanaj waktu dengan produktif, sehingga terhindar dari kelalaian menggunakan waktu. Ingat, “Waktu adalah pedang, maka jika kita tidak bisa menggunakannya dengan benar, maka akan memotong leher kita, Al Waktu Kassaiif, In Lam Taqta’hu  Qatha-aka.


Padang, 25 Maret 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website