Headlines News :
Home » , » Menyoal Revolusi Mental

Menyoal Revolusi Mental

Written By Pewarta News on Rabu, 20 Maret 2019 | 09.46

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Revolusi Mental merupakan salah satu Nawacita sempat menghentak hati dan pikiran seluruh anak bangsa. Revolusi Mental juga wujud ide cerdas. Namun dalam  perjalanannya semakin tak terdengar (dibandingkan dengan awal-awal launching) di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia. Padahal semua anak bangsa terus menanti hasilnya. Ada apa dengan Revolusi Mental?

Setidak-tidaknya ada tiga lesson learned dari dunia luar yang bisa kita jadikan renungan. Pertama, bahwa Pembaharuan Pendidikan Abad ke-21 di Amerika Serikat lebih difokuskan kepada (1) academic achievement, (2) improvement in school climate, (3) increased school safety, and (4) the development of a morally-educated citizenry. AS belakangan mulai memberikan perhatian terhadap persoalan religisiusitas. Hal ini sejalan dengan pandangan Howard Gardner yang mengangkat Ethical Mind sebagai salah satu dari 5 Minds for the Future.  Padahal pada awal kesejarahan menghasilkan seven intelligence tidak mau mengakui aspek spiritual.

Kedua, bahwa Guangdong University of Foreign Studies, China dibangun dan dikembangkan berdasarkan tiga nilai, yaitu (1) Moral integrity, (2) Exemplary behavior, and (3) Conversance with Both  Estern and Western Learning. Universitas bertumpu pada dua nilai moral dari tiga nilai yang merupakan suatu langkah revolusi mental di China.

Ketiga, bahwa di tengah-tengah kehidupan jahiliyah keimanan, Rasulullah saw yang dibangkitkan di atas bumi, semata-mata hanya untuk menyempurnakan akhlaq. Muhammad saw berhasil keluarkan insan dari kegelapan menuju ke alam yang terang. “Fa akhrijnaa minadz-dzulumaati ilannuur”. Mengeluarkan manusia dari alam kegelapan, yang diwarnai dengan perilaku syirik, menuju ke alam yang terang,  tersinari cahaya karena diwarnai dengan akhlaq mulia (akhlaqul kariimah).

Dari tiga lesson learned dapat diperoleh pelajaran yang sangat berharga.  Bahwa solusi yang paling strategis dan relevan untuk menghadapi warga dan masyarakat yang krisis moral di manapun adalah Revolusi Mental. Untuk mewujudkan Revolusi Mental yang efektif, perlu diupayakan gerakan pendidikan karakter. Yang melibatkan semua ragam stakeholders. Terutama melalui semua jalur, jenjang, jenis dan satuan pendidikan. Prakteknya  memang tidak mudah. Karena sudah terbukti bahwa sehebat apapun institusi pendidikan belum bisa berhasil membangun karakter bangsa jika tidak didukung dan partisipasi dari semua sektor dan rakyat Indonesia.

Walaupun belum bisa dikatakan sukses kebijakan Revolusi Mental selama ini, yang dibuktikan dengan masih banyaknya tindakan korupsi, tindakan kriminal, kejahatan moral dan sebagainya. Namun kebijakan ini dirasakan masih sangat diperlukan. Tinggal melakukan adaptasi dan pembaruan spirit semuanya, terutama para pimpinan di semua sektor dan level serta masyakat terlibat dalam praktek kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga, masyarakat (tokoh), rumah ibadah dan media massa sangat berarti. Pembangunan manusia untuk bisa lebih berkarakter dan bermartabat merupakan upaya sangat penting.


Yogyakarta, 20 Maret 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website