Headlines News :
Home » , , » Pemilu Ceria Tanpa Hoax

Pemilu Ceria Tanpa Hoax

Written By Pewarta News on Kamis, 28 Maret 2019 | 14.09

Saharudin.
PEWARTAnews.com -- Acara Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh Polres Berau tersebut bertempat di Hotel Makmur Berau yang bertemakan "Pemilu Ceria tanpa Hoax" pada tanggal 26 April 2019 yang dihadiri oleh berbagai elemen yang diundang, yakni Camat se-Berau, kepala kampung, elemen perwakilan Parpol, kepala-kepala adat, dan sebagainya.

Dalam acara tersebut, Polres Berau mengundang pemateri yang terdiri dari Ketua KPU Berau yang digantikan oleh Saharudin, S.Pd., M.Pd.I. (Anggota Komisioner KPU Berau divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat) dengan elemen kepolisian AKP Agus Arif Wijayanto, S.H., S.I.K, M.H. (Kasat Reskrim Polres Berau).

Komisioner Berau dalam hal ini, Ketua KPU Berau, Budi Hariyanto yang diundang mengisi materi tersebut pada hari H tidak berkesempatan memenuhi disebabkan ada tugas luar daerah yang sifatnya urgen. Maka, dengan melihat kondisi yang tidak memungkin tersebut, oleh Ketua menunjuk anggota Komisioner Berau, Saharudin (Penulis) untuk menjadi pemateri. Pelimpahan tersebut, bukanlah tanpa dasar, mengingat tupoksi Penulis mendapatkan divisi yang membidangi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), maka sangatlah berkorelasi kuat.

Materi pada tema tersebut, terbagi menjadi dua, yakni PEMILU CERIA untuk Komisioner KPU Berau kemudian elemen kepolisian mengupas tentang HOAX.

Kesempatan pertama diberikan kepada Komisioner KPU Berau dengan durasi waktu yang disediakan 15 menit kemudian pemateri kedua mendapatkan hak yang sama terhadap moderator dari unsur kepolisian, yakni Pak Sumarli, Kasat Binmas Polres Berau.

Meskipun baru enam hari mulai beraktifitas di KPU Berau (Terhitung mulai Rabu, 20 s.d. 26 Maret 2019 dan tepat tanggal 26-nya langsung menjadi pemateri) dan belum mendapatkan orientasi tentang tugas maupun pelatihan pengembangan diri atau tugas lainnya, tetapi bagi kami sebagai penyelenggara Pemilu, begitu dilantik, berarti sudah siap mengemban tugas, baik tugas dalam maupun tugas luar. Penulis men-tagline-kan dengan cuplikan, "SIAP TIDAK SIAP, HARUS SIAP" walaupun belum sempat menyiapkan materi secara slide (Power Point) untuk ditampilkan dikarenakan tengah malam pelimpahannya (23.30) sedangkan pagi jam 08.00 sudah harus disajikan pada acara FGD yang digagas Polres Berau.

Dalam acara FGD tersebut, pemateri menyajikan dan membahas tentang PEMILU dan CERIA. Penulis hanya menyajikan pointer yang disajikan. Pertama, tentang PEMILU. Poin pertama, tentang PEMILU bahwa Pemilu dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) Pasal 1 ayat 1, berbunyi, "Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945."

Poin kedua, yang Penulis sajikan adalah mengupas seputar jenis/warna surat suara, yakni warna ABU-ABU UNTUK CAPRES & CAWAPRES, warna KUNING UNTUK DPR RI, warna MERAH UNTUK DPD RI, warna BIRU UNTUK DPRD Provinsi, dan WARNA HIJAU UNTUK DPRD Kab/Kota.

Kemudian segmen kedua, CERIA. Poin pertama,  Penulis mengutip statement Prof. Mahfud MD, bahwa PEMILU CERIA itu adalah PEMILU YANG DAMAI, supaya terciptanya kedamaian, jangan ada provokator karena dengan itu sudah pasti akan memperkeruh suasana yang berefek terhadap saling sikut antar pemilih satu dengan lainnya atau pendukung satu dengan yang lain.

Poin kedua, Penulis mengutip pandangan Menko Polhukam Wiranto bahwa Pemilu Ceria itu supaya terwujud, haruslah semua stake holder, yakni KPU, Bawaslu, Peserta Pemilu, Kepolisian, dan lain-lain agar saling bahu-membahu dan bersama-sama memberikan pendidikan Pemilu agar Pemilu berjalan sesuai harapan.

Setelah masing-masing pemateri menyajikan isi materinya sesuai yang telah dibagi oleh moderator dari tema yang dipilah menjadi dua kupasan, maka dibukalah acara diskusi.

Pada segmen ini, materi Penulislah yang paling banyak ditanyakan oleh audiens atau undangan yang ada. Berdasarkan catatan Penulis, ada 15 pertanyaan. Salah satu di antaranya adalah tentang INTEGRITAS dan NETRALITAS PENYELENGGARA PEMILU. Hal ini wajar mereka tanyakan karena adanya isu pada saat debat paslon 01 dan 02 bahwa ada salah satu yang diuntungkan, begitu juga dengan isu dua kontainer yang terdapat surat suara yang sudah dicoblos serta isu WNA bisa memilih dan sebagainya.

Penulis menjawab, tidak perlu diragukan, kami tentunya bekerja sesuai dengan ASAS dan PRINSIP penyelenggara Pemilu atau berdasarkan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Adapun isu-isu yang berkembang lewat media yang diarahkan pada penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU, nyatanya tidak pernah ada yang dilanggar atau terbukti, kalaulah ada, itu hanya sebatas human error atau sanksi administrasi.

Mengingat kinerja KPU ada yang mengawasi, yakni dari elemen Bawaslu, yang apabila terbukti melanggar dalam bentuk tahapan, maka sanksi administrasi, tetapi jika ada unsur pidana, maka Bawaslu meneruskan ke Sentra Gakkumdu, dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan yang pada akhirnya sanksi pidana atau hukuman dalam bentuk tahanan. Namun, mulai tahapan dalam menghadapi Pemilu serentak sekarang, tidak pernah sampai pada putusan yang berakibat pada penetapan bahwa KPU bersalah atau tidak, baik dalam bentuk sanksi administrasi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) maupun sanksi pidana dari kejaksaan.

Sebagai akhir dari materi, Penulis mengajak hadirin undangan yang ada, untuk menentukan pilihan dengan cerdas, dewasa, dan bertanggung jawab pada tanggal 17 April 2019 di TPS tempat pemilih terdaftar sebagai DPT atau DPTb, serta DPK. Jangan sampai Golput dan membiarkan lima tahun hak konstitusional terabaikan begitu saja.


Penulis : Saharudin, S.Pd., M.Pd.I.
Komisioner KPU Berau (Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website