Headlines News :
Home » , » Jangan Jadikan Agama sebagai Lacur Kepentingan Politik

Jangan Jadikan Agama sebagai Lacur Kepentingan Politik

Written By Pewarta News on Rabu, 10 April 2019 | 01.13

Fen Yasin Arfan.
PEWARTAnews.com -- Kondisi dalam hidup bermasyarakat, jangan sampai terjadi transaksi jual beli agama demi kepentingan politik praktis, dan juga jangan sampai jadikan agama sebagai lacur kepentingan politik.

Dalam Pandangan penulis selama ini masih ada oknum-oknum menjual agama demi uang dan kuasa politik, memang begitu tidak bisa dinafikkan yang seperti itu. Sebagai saluran aspirasi yang resmi, banyak juga oknum mengajak menerapkan ajaran Islam melalui dangdut koplo, nah itu perlu diprotes sebenarnya, namun para oknum tersebut sepakat dengan adanya hal-hal itu.
 
Dalam Pandangan penulis ada tuduhan kejam berbagai pihak kepada para politisi muslim sebagai penjual agama amatlah janggal dan lucu. Seorang muslim yang berpolitik dengan menggunakan agamanya tidak serta merta menjual agamanya. Sebagaimana seorang komunis yang berpolitik dengan ideologinya tidak serta merta dapat dituduh sebagai menjual kekomunisannya dengan harga murah.

Menurut penulis bahwa sesuatu yang wajar jika seseorang berpolitik dengan cara pandang Islam, sebab Islam memang memiliki cara pandang terhadap kehidupan, termasuk politik.

Penulis, mengajak orang sepikiran sepemahaman untuk berpolitik bukan hal yang aneh. Justru itulah tujuan berpolitik. Seorang Muslim, berpolitik, mengajak muslim lain untuk menyampaikan aspirasi politik Islam melalui partai Islam, ya itu sesuatu yang sangat wajar. Kondisi yang tak wajar itu, seorang komunis mengajak para santri menegakkan syariat Islam dengan jalan memilih PKI. Itu tidak wajar karena dua hal. Pertama, PKI tidak memiliki program menerapkan syariat Islam. Kedua, PKI sudah bubar dan bangkrut, tak relevan lagi untuk diharapkan atau dilawan. Atau non-muslim yang kampanye di pesantren, penulis memandang itu suatu keanehan. Inilah yang menjadi harapan penulis agar umat Islam sadar dengan kezholiman yang terjadi di Indonesia.

Menurut pantauan penulis selama ini, aspirasi politik Islam wajar disalurkan melalui partai Islam. Seseorang yang meminta dipilih dalam Pemilu oleh para santri dan muslim lainnya dengan alasan membawa aspirasi Islam, ketika di hadang badai maka pikiran selalu berubah untuk melakukan korupsi.

Politik memang begitu dan diselenggarakan untuk itu. Sebagai saluran aspirasi yang resmi. Kalau seseorang mengajak menerapkan ajaran Islam melalui dangdut koplo, itu perlu di protes, dibubarkan saja, sebab merusak moral umat Islam dan Muslim Indonesia.

Dalam pandangan penulis selama ini ada beberapa hal yang paling penting di lawan dengan kekuatan yang moral akan tetapi, hal inilah yang membuat kita menjadi rusak akibat ada orang yang membawa-bawa Islam tetapi setelah berkuasa justru jauh dari aspirasi Islam. Setelah berkua mangkir melakukan korupsi dan kawin lagi. Tidak amanah dan bahkan menjadi akrobat kekuasaan dan Bandit bandit korupsi maupun Menjadi penipu bagi Rakyat Indonesia.

Banyak oknum ulama, oknum Kiyai, oknum ustad dan oknum politikus Islam mengkhianati umat demi kepentingan pribadi dan kelompok yang terorganisir. Inilah yang menjadi persoalan bagi penulis selama ini memantau persoalan politik umat muslim di Indonesia.

Menurut penulis mereka bajingan yang memang pada dasarnya menjual ayat-ayat suci Al-Qur'an demi tahta dan gila terhadap kekuasaan maupun lacur kepentingan politik. Namun demikian, adanya politisi muslim yang brengsek tidak serta merta menjadikan semua politisi Muslim sebagai bedebah.

Dalam Pandangan penulis bahwa tujuan politik Islam bukanlah kawin lagi dan korupsi. Korupsi dan kawin lagi bukan asas-asas maupun cabang politik Islam. Kalau ada politisi Islam yang begitu, ya itu cuma kelakuan oknum saja, namanya juga manusia. Mereka juga bukan sedang menjual agama mereka sebab agama bukan barang dagangan dan mereka bukan pedagang. Agama tidak ada harganya (bukan tidak berharga) dan tidak bisa ditakar dengan rumus-rumus ekonomi. Agama tidak di jual di pasar swalayan.

Penulis harapkan untuk para politisi Islam agar mampu menerapkan sistem Politik Islam yang sesungguhnya bukan menerapkan sistem politik praktis dan politik kapitalisme dan neolib.

Waktu tahun 2014 oknum ulama, oknum kyai dan oknum ustad mengatakan bahwa politik itu haram katanya, ketika di tarik menjadi menteri maupun kedudukan di dalam istana negara maka dia bungkam seperti pasukan Nasi bungkus. Apakah ini menjadi lacur kepentingan dan kebohongan maupun lacur menjual ayat-ayat Allah demi tahta dan kezholiman.

Penulis sering melihat dan sering dengar ungkapan yang mengatakan “jangan membawa-bawa agama ke dalam politik!”. Dan lalu? Kita harus simpan-simpan agama? Ini juga keliru. Sesuatu yang bisa dibawa dan di simpan tentu saja sesuatu yang bisa terpisah dari kita. Seperti baju yang bisa kita pakai dan kita lepas. Atau batu yang bisa kita bawa atau kita buang. Atau juga istri yang bisa kita ajak atau kita tinggalkan. Tapi agama bukan baju, bukan batu, dan bukan istri.

Agama tidak serta merta bisa dipakai, dibawa, diajak, dilepas, di simpan, atau ditinggalkan. Istri juga tidak serta merta bisa di simpan, dibawa, dipakai, dan di lepas. Agama, baju, batu, dan isteri merupakan hal-hal yang berbeda dan kita perlu menempatkan hal-hal itu pada kewajarannya. Kita tidak bisa menyimpan istri dan mengangkut agama. Atau mengajarkan batu dan mengajak pakaian.

Penulis menegaskan kalau ada yang menjual agama, dia salah memahami agama, dan dia tidak memahami apa itu jualan. Sebab yang di jual itu biasanya semacam singkong dan beras. Orang memang bisa meraih keuntungan dengan memanfaatkan agama tapi kalau kita kemudian melihat agama seperti roti atau beras, itu jelas keliru.



Penulis: Fen Yasin Arfan 
Aktivis AMM Pemuda Muhammadiyah / Aktifis Anti Korupsi

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website