Headlines News :
Home » , » Lima Kecerdasan dalam Pembelajaran PAI Anak Sekolah Dasar

Lima Kecerdasan dalam Pembelajaran PAI Anak Sekolah Dasar

Written By Pewarta News on Kamis, 04 April 2019 | 14.05

Chichi ‘Aisyatud Da’watiz Zahroh.
PEWARTAnews.com -- Mendidik anak usia dasar tidaklah mudah. Masa ini adalah masa peralihan antara anak usia kanak-kanak dengan usia menengah pertama. Banyak problematika yang terjadi, perbedaan guru mengajar, lingkungan peserta didik yang beragam, latar belakang orang tua siswa, kehidupan pedesaan atau perkotaan, tengah maupun masyarakat pinggiran sangatlah berbeda. Sekolah formal menjadi salah satu solusi dan alternatif yang sangat tepat untuk memberikan knowledge (pengetahuan) dalam lingkup suasana kelas untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang tetap mengikuti perkembangan zaman. Selain mendapatkan ijazah, orang tua mulai mengerti bahwa anaknya harus mengenyam bangku pendidikan agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan dapat mensejahterakan diriinya sendiri maupun keluarganya.

Tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain, siswa telah mampu mencapai aktualisasi diri secara optimal. Dalam mengajarkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk anak sekolah dasar tidaklah mudah. Karena pada masa ini siswa bersama guru saling berkaitan, berhubungan serta bekerjasama sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran. Ada lima kecerdasan yang harus ditanamkan pada masa anak sekolah dasar agar pendidikan agama Islam dapat mengkristal dalam diri mereka masing-masing.

Pertama adalah kecerdasan spiritual yang sangat berkaitan dengan agama. Dalam hal ini Pendidikan Agama Islam dikaitkan dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pembelajaran dengan materi penciptaan alam semesta dengan cara pengajaran yaitu siswa melihat tayangan video yang diputar oleh guru tentang penciptaan alam semesta kemudian siswa menjelaskan secara sederhana sesuai dengan penangkapan mereka dengan strategi bermain peran.

Kedua yaitu kecerdasan sosial yang berhubungan dengan orang lain, makhluk hidup lain dan masyarakat. Materinya adalah interaksi sosial dengan cara pengajaran yaitu siswa melakukan sendiri proses interaksi sosial yang melibatkan dirinya dalam masyarakat. Hal ini diperoleh dengan siswa mengamati secara langsung interaksi sosial masyarakat di daerahnya masing-masing.

Kecerdasan ekologis menjadi kecerdasan ketiga yang harus diperhatikan. Pendidikan Agama Islam dikaitkan dengan mata pelajaran biologi dengan materi ekologi. Cara pengajarannya adalah dengan siswa melihat gambar tingkatan organisme makhluk hidup yang ditempel oleh guru di dinding kelas kemduia siswa menyusun puzzle gambar organisme makhluk hidup secara tertib dan teratur.

Berikutnya adalah kecerdasan tafakur. Pendidikan Agama Islam dihubungkan dengan ilmu pengetahuan alam dengan materi Sumber Daya Alam. Cara pengajaran siswa dengan melihat tayangan film tentang SDA seperti freeport di Papua. Kemudian siswa membuat poster tentang SDA dilihat dari sudut pandang Pendidikan Agama Islam.

Kecerdasan yang terakhir adalah kecerdasan nafsiyah. Pendidikan Agama Islam dikaitkan dengan Ilmu Pengetahuan Alam tentang materi biodiversitas (keanekaragamaan hayati). Cara pengajarannya adalah siswa melihat video yang diputar oleh guru tentang keanekaragamaan hayati kemudian siswa membuat main map (peta pikiran) tentang biodiversitas.

Lima kecerdasan itu akan lebih sempurna apabila siswa memperbaiki, pembelajaran dimulai dari individu terlebih dahulu. Jika awalnya positif maka hasilnya baik, siswa diberi kesmpatan untuk mengembangkan diri dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila guru membantu mengarahkan siswa dalam memenuhi kebutuhannya secara bertahap, menawarkan lima prinsip yaitu keinginan untuk belajar. Setiap manusia memiliki rasa ingin tahu dan rasa tersebut didapatkan dalam proses belajar. Rasa ingin tahu merupakan bawaan atau dengan kata lain adalah hakikat dari manusia itu sendiri.

Kemudian belajar signifikan yang mempunyai maksud tujuan pembelajaran dapat dicapai apabila terjadi kesesuaian anatar materi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Belajar tanpa ancaman yaitu peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya terlepas dari ancaman, misalnya peserta didik melakukan kesalahan, guru memberikan arahan kepada peserta didik bukan dengan cara mengkritik  atau mencela tanpa memberikan solusi, sehingga  peserta didik lebih bisa menghargai saran tersebut daripada memasukkan di dalam hati. Peserta didik sendiri. Keinginan belajar siswa diawali insiatifnya sendiri tanpa adanya paksaan, dengan adanya inisiatif perasaan dan pikiran siswa akan ikut terlibat pada pembelajaran dan untuk membangkitkan insiatif itu, guru hasrus menciptakan lingkungan kelas yang kondusif. Siswa akan mengalami suatu pengalaman dalam proses pembelajaran. Pengalaman inilah yang akan membantu peserta didik untuk berubah dan menciptakan lingkungan belajar yang mengubah persepsi peserta didik.

Dengan kolaborasi strategi, penekanan siswa dan guru dan lima kecerdasan tersebut akan memperoleh hasil yang maksimal dalam pembelajaran PAI yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun menitik beratkan pada aspek afektif dan psikomotorik yang sesuai dengan tujuan PAI yang mana menanamkan rasa agama. Lima kecerdasan tersebut dapat membantu pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada usia anak sekolah dasar dengan penggabungan strategi seperti jigshaw learning, video critic, active debate, information search, assesment search, class concern, dan masih banyak lagi yang lainnya. Itulah pendekatan dengan lima kecerdasan yang tepat untuk mengembangkan minat dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar pada usia emas ini, siswa dapat selalu bersikap positif, semangat belajar dengan pondasi spiritual yang kuat.


Penulis: Chichi ‘Aisyatud Da’watiz Zahroh
Guru Pendidikan Agama Islam SDN KEMIJEN 03 Kota Semarang

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website