Headlines News :
Home » , » Misedukasi

Misedukasi

Written By Pewarta News on Rabu, 10 April 2019 | 09.02

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.

PEWARTAnews.com -- Setiap anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi dan kondisinya. Pada kenyataannya, tidak semua anak memperoleh haknya secara memadai, sebagai konsekuensi logis dari tindakan misedukasi. Karena semua anak didorong untuk menjadi “superkid”, baik di bidang akademik, seni, maupun olahraga. Bahkan ditemukan bahwa sejumlah orang tua berobsesi menjadikan anaknya  sebagai juara, sehingga kadangkala orangtua terpaksa berbuat tidak sportif dan curang untuk menjadikan anaknya sebagai juara dengan melakukan pendekatan dengan juri, terutama untuk bidang yang tak terkur. Di samping itu akhlaq juga belum menjadi concern banyak orangtua. Padahal tidak semua anak bisa tampil hebat dan setiap anak harus bermoral dan berakhlaq yang terpuji.

Misedukasi terjadi ketika materi pendidikan yang disiapkan dan diberikan itu salah dan terjadi pada waktu yang salah pula. Materi pendidikan yang diberikan pada saat anak belum matang, ketika kondisi fisik dan mentalnya belum siap. Belum lagi soal penanaman nilai terabaikan. Demikian pula setting yang diciptakan belum kondusif dan supportif, sehingga tidak terjadi proses pendidikan yang natural.

Salah satu akibat dari misedukasi dalam jangka pendek adalah stress pada anak. Anak merasa depresif karena tuntutan orangtua kadangkala di luar potensi dan cukup membebani. Adapun akibat jangka panjang misedukasi adalah timbulnya trauma psikologis dan fisik, yang bisa berakibat fatal untuk kehidupan anak selanjutnya. Bahkan bisa merusak harga diri (self esteem) anak dan hilangnya  sikap positif anak terhadap belajar. Anak merasa inferior dan tak memiliki gairah untuk belajar.

Dalam konteks kehidupan era millenial, orangtua tidak boleh absen dalam proses pendidikan anak. Bahwa setiap anak menjadi warga natizen harus didik dengan bena, sehingga bisa menjadi agen perubahan, filter nilai dan beradaptasi. Tugas ini tidak mudah, karena itu orangtua harus mampu fasilitasi dan membimbing anak untuk bisa hidup pada jamannya. Orangtua harus wise dan tidak boleh melakukan misedukasi yang bisa berakibat fatal bagi masa depan anak. Semua aspek kehidupan anak itu penting, namun yang penting adalah menanamkan iman dan ajaran agama, sehingga anak bisa kuat fundasinyanya dan berkarakter.

Strategi yang terbaik untuk mendidik anak adalah memberikan Pengasuhan dan Pendidikan yang sesuai dengan tugas perkembangan. Untuk itu setiap orangtua seyogyanya memiliki pengetahuan minimal tentang tugas perkembangan anak (fisik, bahasa, kognitif, dan moral). Dengan mengetahui tugas perkembangan anak, orangtua bisa melakukan scaffolding untuk bisa kawal anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Jika kita bisa wujudkan tindakan ini, maka kita bisa buktikan telah mampu memberikan pendidikan sehat (healthy and proper education).

Anak adalah suatu amanah yang besar dan berat. Harus dipertanggungjawabkan kepada Allah swt. Untuk mewujudkan amanah itu, tidak ada pilihan yang lebih baik bagi orangtua, kecuali mendidik anak dengan baik dan benar, sehingga terhindar dari misedukasi. Orangtua perlu banyak membaca dan berinteraksi dengan orang lain, terutama ahli terkait bidang pendidikan dan psikologi, termasuk tokoh agama yang disegani.  Jika dimungkinkan sekali, perlu membangun sistem pengasuhan dan pendidikan yang benar dan sesuai (Developmentally Apropriate Parenting or Education). Memang tidak mudah untuk wujudkan pendidikan baik dan sesuai bagi anak-anak kita, yang penting kita terus berikhtiar menuju yang terbaik.


Yogyakarta, 04/04/2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)



Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website