Headlines News :
Home » , » Penting Ikhtiar

Penting Ikhtiar

Written By Pewarta News on Rabu, 17 April 2019 | 06.35

Prof. Rochmat Wahab.
PEWARTAnews.com -- Pada hari ini, Rabu, 17 April 2019, adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari dilaksanakan Pemilu 2019 yang merupakan pemilu ke-13 dan terbesar dalam sejarah bangsa, karena dilakukan 5 pilihan secara bersamaan, yaitu Pileg Daerah Kab/Kota, pileg Daerah Propinsi, pileg Pusat/RI, pilihan DPD, dan Pilpres/wapres. Pro dan kontra mewarnai perjalanannya. Hajat demokrasi ini akan sangat berarti jika dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Juga secara profesional, terbuka dan objektif. Semoga berakhir dengan damai dan terjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Antara yang menang dan kalah dihimbau saling menghargai dan respek. Semuanya memerlukan ikhtiar yang sungguh-sungguh, karena ini menjadi kewajiban kita semua.

Pemilu 2019 perlu disikapi dengan bijak. Untuk mengawal pemilu ini kiranya perlu mengacu kepada firman Allah swt, QS Al Imran:26-27, yang artinya: Katakanlah, Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut dari siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan siapa  pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kesuksesan hajat Pemilu sangat ditentukan      oleh ikhtiar. Bukan datang dengan sendirinya. Ikhtiar ini didasarkan atas firman Allah swt, yang pertama pada QS, Ar Ra’du: 11, yang artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ... Yang selanjutnya diperkuat dengan firman-Nya yang kedua pada QS. Di Al-Jumu’ah: 10 yang artinya: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebarlah kamu di kmuka bumi, dan carilah karunia Allah dann ingatlah Allah banyak agar kamu beruntung.

Di samping itu diperkuat dengan Hadits Rasulullah saw yang artinya: ...Sungguh jika sekiranya salah seorang di antara kamu membawa talinya (untuk mencari kayu bakar) kemudian ia kembali dengan membawa seikat kayu di punggungnya lalu ia menjualnya sehingga Allah mencukupi kebutuhanya (dengan hasil itu) adalah lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia baik mereka memberi atau mereka menolak. (HR. Bukhari). Baik kedua ayat Al-Qur'an maupun satu, matan hadits memperkuat betapa penting ikhtiar dalam menuju upaya mensukseskan Pemilu 2019

Ikhtiar yang telah dilakukan, dapat  memberikan keuntungan, di antaranya sebagai berikut : (1) Merasakan kepuasan psikologis, karena telah berusaha  dengan sekuat tenaga sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, (2) merasa terhormat di hadapan Allah dan sesama manusia, (3) dapat berhemat karena merasakan susahnya bekerja, (4) tidak orang yang mudah berputus asa, (5)menghargai jerih payah sendiri dan jerih payah orang lain, (6) tidak menggantungjan diri kepada orang lain dalam hidupnya, dan  (7) menyelamatkan aqidahnya dan tidak (bebas) bertawakal kepada makhluk.

Tidak semua Ikhtiar, itu berhasil. Cukup banyak terjadi ikhtiar gagal yang tidak memberikan hasil yang memuaskan, maka dari itu dalam berikhtiar kita melandasi setiap ihktiar dengan ikhlas, kita harus bersungguh-sungguh, sepenuh hati, dan seoptimal mungkin, berkomitmen tinggi, bekerja keras, tidak mudah putus asa dan pantang menyerah.

Untuk mewujudkan ikhtiar ternyata tindakan selalu mulus. Ada saja hambatan dan tantangan, di antaranya: (1) tujuan lemah. Tujuan lemah menjadikan motivasi lemah, berlanjut dengan tindakan lemah, (2) tidak fokus. Ikhtiar yang berwujud banyak tugas dan pekerjaan membuatnya tidak fokus, (3) termakan oleh kesibukan. Cakupan ikhtiar berupa kesibukan bekerja dan berbisnis, yang tidak bisa dikoordinasi dengan berujung menjadi hambatan, dan (4) kurang berdoa. Sehebat apapun ikhtiar, jika tidak diridloi Allah swt, maka tujuan tidak akan bisa dicapai.

Implikasi ikhtiar untuk mensukseskan Pemilu 2019 pada hari dan seterusnya di antaranya adalah, (1) setiap warga yang berhak memilih meggunakan haknya di tempat yang sudah ditentukan baik sebaga pemilih utama atau pindahan, (2) Panitia mulai di TPS sd KPU Pusat bertindak netral, (3) Bawaslu, TNI, Polisi, dan Keamanan menjaga kelancaran dan netralitas pelaksanaan dan pengawasan penyelenggaraa pemilu di semua level, (4) Saksi untuk pileg, pemilihan DPD, dan pilpres/wapres menunaikan tugas dengan baik dalam proses pemilihan/pencoblosan dan perhitungan, (5) pelayanan warga yang memerlukan bantuan, baik yang  berkebutuhan khusus maupun yang sakit di RS dilakukan luber dan jurdil, (6) penetapan rekapan di Kecamatan, KPUD sampai dengan KPU Pusat dilakukan dengan benar, objektif dan bertanggung jawab, dan (7) semua kontestan baik Caleg maupun Capres/Cawapres, untuk hindari politik uang dan intimidasi, dan (8) penyelesaian  proses hukum dan penetapan hasil akhir dengan menjaga netralitas untuk dapatkan hasil yang terbaik.

Setelah kita berikhtiar untuk sukseskan Pemilu sesuai dengan hak dan kewajibannya bagi pemilih dan tupoksi bagi panitia, maka kita betawakkal kepada Allah swt, semoga Allah swt melindungi dan meridloi kita semua, bangsa Indonesia. Semoga sukses dan tercipta perdamaian menuju Indonesia lebih baik di masa-masa mendatang. Aamiin.


Yogyakarta, Rabu, 17 April 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website