Headlines News :
Home » » Puisi-Puisi Karya Nurkurniati, Jarak dan Merdeka?

Puisi-Puisi Karya Nurkurniati, Jarak dan Merdeka?

Written By Pewarta News on Rabu, 10 April 2019 | 19.27

Nurkurniati, S.Par.
Jarak

Tau apakah sajak yang pas buat jarak
Tau apakah nada yang pas buat rindu
Tidak, entah bagaimana jarak seakan mengolok, mengoyahkan rasa

Setebal apa lagi tembok yang meski ku bangun
Sekuat apa lagi mantra untuk menguatkan hati
Menjelaskan kepada jiwa bahwa obat rindu tidak harus bertemu

Warna senja seakan memberiku harapan akan datang malam yang penuh bintang
Seakan mengisyaratkan bukan cuman aku yang selalu mendamba bintang ditengah gelap malam yang menemani sepi pun kau yang berada dibalik malam

Setidaknya masih ada bintang yang akan aku titipkan rindu dan menyampaikan pada dia yang selalu ku tunggu dipenghujung hari

Aku tidak suka rindu yang selalu hinggap yang kadang mencekam, yang selalu menuntut ingin kembali bersua

Kadang rindu datang dengan mengelitik hati ketika tau jika bukan hanya aku saja yang merasa tapi juga dia yang juga sama atau mungkin lebih merindu.

Kau tahu
Ketika aku rindu, bertemu adalah yang akan selalu terlintas dipikiranku tapi ketika mungkin selangkah lagi kita akan sama menuju akhir harapku

Tunggulah sebentar lagi
Selangkah lagi saja
Tidak akan lama
Tidak akan dicekik lagi oleh rindu

Kita akan sama sama bertemu ditengah kota, tempat kita saling melambai untuk berpisah dan bertemu lagi

Dengan kebanggaan yang aku dan kamu perjuangkan
Iya, kebanggaan yang menciptakan rindu yang siap mencekik kita tanpa ampun.

Tapi sekarang kita akan bertemu
Jarak tidak akan mengolok kita lagi
Dan rindu tidak akan menjadi keluhan lagi.

Yogyakarta, 26/03/2019


Merdeka?

Merdeka kah?
Apa merdeka itu tetap berkibarnya sang merah putih?
Apa merdeka karena kita masih melihat terbitnya matahari di pagi hari?

Merdeka kah?
Apa karena semboyan kita 'bhineka tunggal ika' kita jadi meresa merdeka?
Apa karna semboyan kita 'NKRI harga mati' cukup membuat kita merasa merdeka?

Lalu jika bukan itu, kemudian apa?
Penjara si kaya dan si miskin berbeda ? Itukah merdeka ?
Si kaya beralaskan kasur empuk dan si miskin beralaskan lantai dingin penjara, itu kah merdeka ?

Kemudian apa lagi?
Perampok negara memiliki fasilitas seperti di hotel bintang lima!
Perampok ayam makan aja pake sayur kangkung lengkap dengan dinginnya lantai dan dinding penjara

Sebenarnya apa itu merdeka?
Bebas berpendapat?
Dari rakyat untuk rakyat?
Yang aku tau dari hak rakyat untuk kepentingan perindividu-individu yang tidak tahu diri dengan seenaknya mengklaim hak orang lain!

Coba renungkan
Apa merdeka adalah dengan menulikan telinga dari jeritan-jeritan rakyat miskin?
Apa merdeka adalah dengan menutup mata dari mereka yang membutuhkan uluran tangan dari pemimpinya?

Lalu jika semua itu bukan!
Bisa tolong engkau jelaskan kepadaku apa sebenarnya merdeka itu, dan bagian mana dari Indonesia yang sudah merdeka!!

Wahai kau tuan yang memakai dasi licin
Wahai kau tuan yang memakai fantovel mengkilat
Engkau yang selalu mengagung-ngagungkan kemerdekaan!
Engkau yang selalu menyorakkan kemerdekaan!

Bagian mana sebenarnya Indonesia yang merdeka?

Yogyakarta, 26/03/2019

Karya: Nurkurniati, S.Par.
Alumni Sokolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIPRAM) Yogyakarta / Eks Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)

Share this post :

+ komentar + 1 komentar

11 April 2019 12.00

Teruslah berkarya 🤗

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website