Headlines News :
Home » » Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Rayakan HUT Ke-15

Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Rayakan HUT Ke-15

Written By Pewarta News on Minggu, 07 April 2019 | 06.59

Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-15 pada hari Kamis tanggal 4 April 2019. Acara ini dibuka pada pukul 19:00 WIB di JEC Taman Cafe oleh Senior Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta atas nama Arif Rahman dengan tema “Mengembangkan Nilai-Nilai Budaya Rimpu dan Merajut Kebersamaan di Tanah Rantau". Acara ulang tahun ini bukan hanya menampilkan lagu daerah atau budaya khas dari daerah Bima saja, namun ada juga tampilan dari teman-teman luar daerah Bima. Perayaan ulang tahun Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta kali ini dihadiri oleh para senior-senior Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta, serta seluruh para tamu undangan baik dari daerah Bima sendiri maupun dari luar Daerah Bima.

Sebagai puncak acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Penanggung Jawab Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta atas nama Ruslin diikuti dengan makan tumpeng bersama para tamu.

Salah satu senior Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta atas nama Arif Rahman mengungkapkan acara pentas ini berjalan lancar dan tertata secara konsep. “Alhamdulillah rangkaian acara seremonial kegiatan HARLAH RIMPU yang Ke-15 berjalan lancar dan penuh khidmat, para tamu undangan pun dimanjakan dengan penampilan-penampilan budaya khas daerah Bima, lagu daerah Bima, puisi, kosidah dan lain-lain. Secara konsep dan teknis bisa di bilang acara ini berjalan normal," beber Arif.

Namun bersamaan dengan itu, lanjut Arif, "Dalam momentum harlah ke-15 ini yang saya rasa ada hajat yang lebih besar/esensial yang pelu dicapai, tidak hanya sekedar perayaan-perayaan berbentuk serimoni. Tapi kembali merefleksikan sejarah panjang tentang Budaya RIMPU itu sendiri sebagai sebuah spirit dalam berbudaya, tentu kita tidak mau salah tasfir terhadap RIMPU. Apakah rimpu yang dimaksud disini adalah sebagi sebuah nam lembaga kebudayaan?, Apakah RIMPU yang dimaksud disini sebatas susunan ABJAK atau RIMPU yang kita maksud adalah bentuk akumulasi dari sebuah kebudayaan yang memberi nama identitas pada lembaga sehingga kehadiran lembaga ini pun sebagai benteng untuk terus bisa melestarikan budaya tidak kemudian mengkomersialisasikan budaya di tengah-tengah globalisasi dan era keterbukaan informasi ini,” sebutnya.

Lebih lanjut bang Arif Rahman menegaskan bahwa, “Hal ini menjadi penting bagi kita untuk mengetahui/memperkuat pemahaman secara kolektif. Sehingga dengan begitu lembaga semi otonom Sanggar Rimpu ini sampai pada titik kematangan dan kematangan secara kerja lembaga dan secara sumber daya manusianya,” tegasnya.

Dalam momen yang sama, Ruslin selaku penanggung jawab Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta berharap Sanggar Rimbu kedepannya semoga lebih kreatif dan inovatif lagi. “Selamat ulang tahun ke-15 untuk Lembagaku, semoga tetap kreatif dan lebih baik lagi. Alhamdulillah acara yang dilaksanakan terjalan dengan lancar walaupun dibatasi dengan waktu, dan banyak kawan-kawan yang sempat daftar namun tidak bisa tampil karena batasan waktu. Atas kejadian ini kami selaku panitia pelaksana minta maaf. Semoga kawan-kawan tetap mencintai budaya sebagai identitas daerah (Bima) kita bersama dan dengan bertambahnya organisasi yang berbasis budaya mbojo yang mengatas namakan Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Mbojo-Yogyakarta ini semoga tetap sukses dan mampu melestarikan budaya-budaya Bima di Tanah Rantauan (Yogyakarta) dan tidak lupa juga kami sangat membutuhkan dorongan pemerintah Bima karena kami yang ada disini membawa budaya sebagai indentitas daerah Bima,” kata Ruslin.

Acara ini diakhiri dengan foto bersama. Terimakasih buat kawan-kawan atau para tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan acara ini. (Siti Hawa)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website