Headlines News :
Home » , » Sebuah Sair Ajakan Perdamaian Untuk Belo, Oleh Dicky Zulkarnain Ketua Umum FIMNY

Sebuah Sair Ajakan Perdamaian Untuk Belo, Oleh Dicky Zulkarnain Ketua Umum FIMNY

Written By Pewarta News on Senin, 08 April 2019 | 22.30

Dicky Zulkarnain.
PEWARTAnews.com -- Sebuah ajakan perdamaian, karna kita adalah manusia dan anak dari seseorang yang bernama manusia. Teruntuk seluruh desa di Kecamatan Belo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kini taman Firdaus yang begitu indah sudah terombang ambing oleh kebudayaan modern. Budaya yang tidak mampu dicernai oleh generasi muda.

Kini akal dan hati terhipnotis dengan lagu-lagu kekerasan. Kecamatan Belo yang dulu adalah taman bunga firdaus kini menjadi seperti Pandawa dan Kurawa.

Oh... Leluhur dana Mbojo mambari lihatlah kecamatan yang kau rawat, kini makin lama makin tua.

Wahai leluhurku kami merindukan sair-sair Kedamaian mu agar kami selalu dalam kerinduan saling kasih megasihi.

Wahai leluhurku, dengarkanlah tangisan kami, siapa lagi yang menasehati kami kecuali suara tangisanmu.

Wahai leluhurku... Lihat para orang tua, tokoh agama, pemimpin, pemimpin kaum muda kini menjadi penonton. Ditonton seperti tarian Wadu Ntanda rahi yang tidak ada yang bisa dipercaya.

Para generasi tua tidak tahu apa yang  dilakukan sebagai orang yang dituakan, para toko agama tidak tahu arti alim ke ulamaannya, para pemimpin tidak tahu apa yang dipimpinnya, generasi muda tidak tahu kepemudaanya.

Wahai leluhurku.... Kami rindu Kedamaianmu.
Wahai leluhurku.... Kami rindu nasehatmu.
Wahai leluhurku.... Kami rindu senyumanmu.
Wahai leluhurku.... Kami rindu belaianmu.
Wahai leluhurku.... Kami rindu kebersamaanmu.
Wahai leluhurku.... Kami rindu ajaran kasih sayangmu agar kami menyatu dalam perbedaan kami yang begitu indah.

Oh... Leluhur kecamatan Belo...
Oh... Leluhur kecamatan Belo kami rindu kedamaian dan kedamaian Desa Diha, Ncera, Soki, Lido, Ngali, Renda...

"Sujud syukur kami sekeluarga yang ada di Kecamatan Belo"

Bulan yang penuh berkah kini kembali untuk menyucikan para Umat Muhammad Rasulullah Bin Abdillah, Nabi yang Ummih tatkala malam yang penuh gelap gulita bertafakur.

Kerinduan yang menggelegar dengan awan yang putih mencium kening kami sekeluarga terbang bersama bidadari di negeri pelangi bertemu kepada kekasih Allah dengan bersujud syukur dengan ribuan tahun lamanya bersama Allah.

Satukanlah kami dunia dan akhirat dengan para malaikat Allah, Para Nabi, Para Rasul, Para Sahabat, Para Aulia, Para Alim Ulama, Para Ahli Hadis, Ahli Tafsir, Ahli Sufi yang muhakikin, yang masih hidup ditaman firdaus.

Kami merindukan kedamaian untuk kami sekeluarga yang ada di Kecamatan Belo Kabupaten Bima terutama Desa Ncera, Lido dan Ngali.


Penulis: Dicky Zulkarnain
Mahasiswa Bima Yogyakarta / Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website