Headlines News :
Home » , » Sepasang Kekasih, Makna dan Golput

Sepasang Kekasih, Makna dan Golput

Written By Pewarta News on Jumat, 26 April 2019 | 22.16

Dedi Purwanto.
PEWARTAnews.com – Pada suatu waktu seorang istri bertanya kepada suaminya, Suamiku apakah segala yang ada di semesta ini harus memiliki makna? Dengan tersenyum sang suami menjawab. Istriku, jika dalam hal menyelesaikan sesuatu tidak semuanya membutuhkan uang. Berarti, semuanya tidak harus memiliki makna. Kadangkala satu atau beberapa dari aktivitas manusia tidak harus beralasan. Berarti, tidak harus bermakna. Termasuk dalam hal keyakinan dan menyakini. Lalu kenapa setiap kita dituntut harus berbicara penuh makna? Istriku, Kalau berbicara mengenai makna, tentu berbicara mengenai cara pandang setiap orang mengenai makna. Dan cara pandang itu berbeda dikarenakan faktor ilmu dan pengetahuan masing-masing orang. Kalau berbeda berarti kita harus mulai meyakini bahwa segalanya punya makna, termasuk apapun yang dikatakan oleh orang lain tentang pembicaraan yang tidak bermakna itu. Bahwa sebenarnya tidak bermakna menurut orang lain itulah makna nya. Dalam arti, tidak bermakna berarti dia bermakna juga sebenarnya.

Lalu apakah segala yang bermakna itu bernilai suamiku? Sebenarnya dalam menilai atau bernilai itu sudah masuk dalam lingkup mengkategorikan sesuatu. Maka, jika sesuatu itu kurang, pas atau lebih Berarti kita sudah masuk dalam lingkaran yang tidak murni lagi. Kita hanya harus hidup dengan keyakinan bahwa segalanya bermakna dan bernilai, Perkara sedikit kurang atau banyaknya itu malah akan membuat kita terkotak-kotak.

Kemudian istri itu bertanya kembali, Suamiku apakah sikap golput (golongan putih) itu benar atau salah dalam kehidupan bernegara dan berdemokrasi? Dengan wajah penuh kasih sayang sang suami menjawab. Istriku, pemerintah dengan negara tentu berbeda, Negara dan demokrasi berbeda juga. Pemerintah bukan berarti negara dan kalau negara syaratnya harus punya pemerintah. Berarti kalau pertanyaannya dalam konteks kehidupan bernegara, maka sikap golput agak keliru bukan salah. Kenapa? Kalau golput merupakan representasi dari ketidaksukaan mereka terhadap pemerintah, maka tidak boleh berdampak pada ketidaksukaan terhadap negara. Karena negara bukan pemerintah. Lalu apakah bertentangan dengan kehidupan berdemokrasi kita suamiku? Kenapa harus bertentangan, demokrasi itukan suatu sistem, kalau suatu sistem berarti dia di ciptakan atau sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. Dan kalau golput diakibatkan dari ketidaksukaan mereka terhadap sistem, wajarlah, meskipun sistem tidak menyukai mereka yang golput. Kita bernegara kan berdasarkan kesepakan. Jadi, kemungkinan seseorang atau beberapa orang keluar dari kesepakatan itu pasti ada. Jangan karena sudah enak dihidupi oleh negara, maka kita sewenang-wenang mau menguasai hal yang paling prinsip yang dimiliki oleh seseorang. Itu namanya otoriter juga.

Tapi bagaimana kalau golput menjadi tanda kecintaan mereka terhadap negara suamiku? Istriku, Cinta tidak harus sengaja lari supaya dikajar dan segaja untuk pergi supaya dicari. Sebab sistem kerja cinta tidak mesti seperti apa yang kita inginkan. Karena bisa jadi apa yang kita inginkan itu tidak baik untuk kita dan apa yang tidak kita inginkan itu malah baik untuk kita. Lalu bagaimana semestinya sikap kita dalam kehidupan bernegara saat ini suamiku? Kalau mengenai sikap, maka jawabannya apa yang kita bahas diatas merupakan ungkapan beberapa sikap dari kita semua. Menyamakan sikap tentu tidak bisa, tapi menyamakan tujuan pasti bisa. Tujuannya apa? Yaitu mengabdi untuk negara, bukan untuk pemerintah dan sistem.

Sebab bernegara merupakan bentuk rasa terima kasih kita kepada tanah, air dan udara yang telah menghidupi kita sampai saat ini.


Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Eks Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) 2014-2017.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website