Headlines News :
Home » , » Trend PAUD

Trend PAUD

Written By Pewarta News on Senin, 08 April 2019 | 06.41


Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Belakangan ini Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) menjadi kebutuhan bangsa Indonesia secara menyeluruh, apalagi munculnya kebijakan satu desa satu PAUD. Kinerja PAUD, ada yang bertaraf internasional, nasional dan lokal. PAUD ada yang dikelola oleh pemerintah dan yang dikelola yayasan serta organisasi berbasis nasional dan keagamaan. Untuk  menjadikan  PAUD bermutu,  maka perlu menyikapi Trend PAUD secara objektif  dan  kritis.

Spreeuwenberg (2016) dan Jobes (2017) yang meng-address kecenderungan issue PAUD, di antaranya, (1) profesionalisme, kebutuhan kualitas pendidik; (2) immergence learning, materi pembelajaran yang diperlukan saat pembelajaran berlangsung, (3) innnovation, innovasi dan teknologi merupakan sentral PAUD di abad ke-21, (4) memperkecil jarak prestasi, memperkecil jarak prestasi akademik antara anak yang berbeda status sosial ekonomi, (5) prinsip-prinsip kegiatan di kelas, guru didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai inti dalam kelas.

Selanjutnya perlu dijelaskan lebih rinci. Pertama bahwa kebutuhan pendidik profesional untuk PAUD perlu dilakukan terus menerus, mengingat pendidik PAUD di Indonesia dewasa jauh lebih banyak yang mismath, sebagai konnsekuensi sertifikasi pendidik PAUD yang berkuakifikasi S1. Setiap pendidik PAUD wajib melakukan perbaikan diri (self improvement). Kedua, kurikulum PAUD memang wajib diwujudkan, melainkan dalam prakteknya perlu dimodifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan belum lagi mengikuti Developmentally Appropriate Programs dan Contextual learning, di samping Joyful learning.

Ketiga, pemanfaatan innnovasi dan teknologi menjadi suatu kebutuhan juga untuk antar anak menjadi masyarakat inovasi. Demikian juga anak diajak mengenali dan memanfaatkan hasil innovasi dan teknologi informasi dan lainnnya  secara tepat, sehingga siap menjadi manusia aktif di era digital. Ansk anak menjadi objek saja, tetapi menjadi subjek. Keempat, untuk meraih prestasi akademik yang tinggi tidak bisa diabaikan peran lingkungan yang kondusif. Untuk mengurangi jarak prestasi akademik terkait dengan status sosial ekonomi orangtua, perlu sekali keberpihakan pemerintah untuk menfasilitasi pertimbuhan dan perkembangan anak, dengan memberikan jaminan makanan yang bergizi cukup, dukungan fasilitas belajar dan pakaian serta peralatan belajar dan uang saku untuk kepentingan sehari-haru, di samping transpirtasi yang diperlukan dalam mengikuti kegiatan pendidikan setiap harinya.

Kelima, menyadari akan eksistensi anak sebagai individu yang utuh, maka pendidik didorong untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan kinestetik, emosi, bahasa, sosial, dan inteletual. Kegiatan pendidikan perlu dilakukan secara integratif. Di sinilah pendidik kreatif dan inovatif sangat diperlukan.

Jika memperhatikan kecenderungan PAUD, dengan mengingat kebutuhan kita sebagai insan pancasilais dan religus, ada satu aspek yang belum di address yaitu aspek religius. Oleh karena itu insitusi dan pendidik PAUD perlu mengakomodasi pegembangan aspek religius. Apalagi fundasi karakter agama sangat strategis dalam kehidupan insan. Di samping itu juga persoalan multikultural, yang secara fitrah bangsa Indonesia yang beragam, berbhinneka tunggal ika. Anak perlu dikondisikan sejak dini untuk respek antar sema, respect each other. Semoga dengan upaya seperti ini bisa terbanguan rasa keutuhan keluarga, persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikianlsh beberapa kecenderungan PAUD yang perlu diperhatikan san direspon, yang tidak oleh para pengelola pendidikan dan pendidik saja, melainkan juga yang jauh lebih penting  oleh orangtua sebagai pendidik pertama dan utama. Yang memiliki kepentingan dan  peran sangat menentukan kehidupan anak. Apalagi anak sebagai suatu amanah yang sangat besar dan penting dari Allah swt, yang harus  dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.


Jakarta, 30/03/2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)


Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website