Headlines News :
Home » » Anak-Anak Peradaban

Anak-Anak Peradaban

Written By Pewarta News on Jumat, 31 Mei 2019 | 19.49

Dedi Purwanto, S.H.
PEWARTAnews.com -- Anelies, kepada anak-anak itu kita mengabdi. Menjaga mereka supaya tidak kehilangan masa kanak-kanaknya dan dari keroposnya fitrah mereka. Menjaga Keutuhan semesta bermain mereka supaya tidak direngguk oleh keserakahan dan dicemari  bingarnya zaman. Kalau kita tidak turun tangan, maka lingkunganlah yang menjadi guru bagi mereka. Tetapi kita patut khawatir sekarang, bahwa keadaan sudah berubah tampa bisa kita kendalikan. Lingkungan yang dulu dengan sekarang berbeda adanya. Alam yang mulai menua serta ranting daun jati yang berguguran. Pertanda apa itu. Pertanda anak-anak kita sudah tidak dipedulikan lagi oleh alam, tanah yang dulu setia menemani mereka saat bermain kini berganti dengan wajah erotisnya game dalam handphone. Dedaunan dan binatang-binatang kehidupan yang bermain dengan mereka kini berubah menjadi komoditi yang diperdagangkan oleh manusia.

Bebatuan dan air surgai tempat mereka berenang perlahan-lahan tersisih dari pandangan mereka. Sekolah kehidupan dan universitas alam telah berganti menjadi tempat perdagangan lintas manusia. Sawah yang luas dengan hijaunya bibit padi kini berubah menjadi rumah-rumah megah tampa kompromi. Lalu sejenak kita akan bertanya, Kemana lagi mereka bermain? Kalau lahan dan alam tidak tersedia dengan baik oleh kita sebagai orang tua mereka.

Pada musim yang tidak menentu ini, kita sangat ketakutakan apabila mereka bermain dengan tanah, bermain dengan hujan atau di ajari langsung olah alam. Sebab kita beranggapan bahwa itu adalah aktivitas yang sia-sia dan terlihat kotor. Anak-anak itu sudah kita penjarakan di balik tembok rumah dengan bekal  televisi dan handphone dari kita. Membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang individual dan komsumeristik. Masa kecil mereka tidak pernah di ajarkan tentang dunia luar seperti kita.

Menyelamatkan mereka adalah menyelamatkan peradaban yang akan datang, dan cara menyelamatkan mereka dengan tidak dihapusnya ingatan masa lalunya, tidak dihapusnya permainan-permainan yang bernilai kekeluargaan dan gotong royong dalam lingkungan mereka, serta tidak diganti dunia mereka dengan perabot zaman yang nir akan nilai dan keindahan. Biarkan kemurnian yang dititipkan oleh Tuhan kepada mereka diwaktu kecil tidak dihilangkan oleh lingkungan yang kita buat bersama. Mari kita jaga bersama masa bertanya dan menirunya dengan hal baik yang kita desain bersama.

Anelies, jiwaku dan jiwamu menyatu disemesta, dihadapan seluruh makhluk kita berikrar dan anak-anak kita akan lahir di cakrawala. Mengembaralah jauh sampai engkau merindukan pangkuan ibumu.

Anelies, jangan racuni dunia mereka. Jika tanganmu tergores dengan pisau maka anak dalam kandungamu akan merasakan goresan itu, jika aksara kasar para suami kepada istrinya terjalin dengan baik maka anak-anakmu akan menirunya. Semua teori sosial tidak berlaku dalam kehidupan mereka, ilmu simbolik dan eksak bukan itu yang mereka inginkan. Kumpulan syair dan keindahan bahasa menjadi percuma, sekawanan kemewahan dan ketercukupan adalah jurang pemisah bagi mereka dengan dirinya. Mereka hanya butuh kasih sayang, melimpah ruangnya kaharmonisan kasih dari orang tua mereka, lingkungannya dan alam semesta. Cintalah yang membuat mereka tumbuh tetapi kebencian menjadikan mereka lumpuh. Lumpuh dari kamanusiaan dan kemajuan nalar, serta lumpah dari etika dan spiritual.

Anelies, perumpaan samudra, anak-anakmu adalah semua makhluk yang menggantungkan hidupnya disamudra tersebut. Kalau samudra memberikan makan kepada mereka sesuatu yang buruk, maka buruklah mereka. Begitu juga sebaliknya. Anelies, Samudra adalah kita, lingkungan dan alam semesta.

Selamatkan mereka dari rasa keterasingan dengan dirinya, keterasingan dengan lingkungannya, dan keterasingan mereka dengan alam semesta. Tutup televisimu dan matikan handphonemu sebentar.


Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Wakil Ketua IKASUKA Ilmu Hukum

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website