Headlines News :
Home » » Curahan Hati dalam Garis Waktu

Curahan Hati dalam Garis Waktu

Written By Pewarta News on Minggu, 05 Mei 2019 | 23.03

Cover Buku Garis Waktu.
PEWARTAnews.com – Garis Waktu merupakan buku kedua karya Fiersa Besari yang memuat beberapa tulisannya. Fiersa Besari adalah penulis yang juga aktif sebagai pemain musik, dan juga pegiat alam. Sebelumnya ia pernah merilis lagu berjudul Konspirasi Alam Semesta yang di terbitkan oleh mediakita. Saya mengenal Fiersa Besari lewat akun Youtube miliknya dan saya akhirnya menganggumi karya-karyanya termasuk lagu-lagunya yang tengah viral sekarang.

“Hidup adalah serangkaian kebetulan.
‘kebetulan’ adalah takdir yang menyamar (hlm.8)

Garis Waktu adalah buku yang berisi rentetan cerita yang isinya kumpulan surat tentang curahan hati. Mulai dari perjumpaan, kasmaran, patah hati, keikhlasan dalam melepaskan, dan berakhir dengan kenangan. Surat-surat pendek pada Garis Waktu berjumlah 49 surat yang berisikan segala pertanyaan, kegelisahan, kemarahan sampai dengan perasaan suka kepada seorang perempuan yang telah membuatnya jatuh hati sekaligus patah hati.

Saya menyukai semua surat yang berjumlah 49 itu, akan tetapi yang paling saya suka yaitu surat pada mei tahun pertama karena lewat surat itu saya dapat belajar bahwa ketika menghadapi masalah hati atau masalah apapun kita harus tetap tegar. Juga surat pada bulan juni tahun pertama yang membuat pembaca bisa meresapi kata demi katanya sekaligus mengajari bahwa menjadi diri sendiri adalah hal yang paling tepat tanpa harus memanipulasi diri. Secara keseluruhan ada tiga bagian besar pada Garis Waktu yaitu pertemuan dengan orang yang mengubah hidup, terluka dan kehilangan, serta kembali ke keinginan tertentu.

Ketika orang lain memakai sepatu keluaran terbaru dank au tetap memakai kets butut, tak perlu meminta mereka untuk mengerti. Ketika orang lain betah mengobrol di duia maya dank au tidak betah berlama-lama di depan telepon genggam, tak perlu meminta mereka untuk mengerti. Ketika orang lain melakukan sesuatu untuk disukai dan kau melakukan sesuatu karena kau suka, tak perlu meminta mereka untuk mengerti. Ketika orang lain memilih terikat dengan rutinitas dan kau memilih untuk terikat dengan kebebasan, tak perlu meminta mereka untuk mengerti. Tak perlu menyeragamkan diri dengan kebanyakan orang. Tak perlu kekinian (karena yang kekinian akan alay pada waktunya). Tak perlu repot-repot menyamakan diri dengan orang lain, kau di ciptakan untuk menjadi unik. Sudah terlalu banyak orang yang sama seperti kebanyakan orang. Dirimu hanya ada satu di muka bumi. Lebih baik dibenci karena lidah berkata jujur, daripada disukai karena lidah menjilat. Pengagummu akan pergi setelah kau tak sesuai dengan imajinasinya, tapi orang yang menyayangimu akan tetap tinggal betapapun buruknya dirimu. Dan diterima apa adanya tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain, itu indah.

Garis Waktu mampu membuat Pembaca tidak hanya menemukan pesan-pesan tentang percintaan, melainkan juga pesan moral seperti menjadi diri sendiri, dan menjalin sebuah hubungan dengan seseorang, untuk menikmati hidup karena hidup cuma satu kali. Tidak tenggelam dalam kebencian dan kepopuleran, tidak larut-larut dalam dendam. Pesan-pesannya tidak menunjukkan sebuah kebohongan melainkan pesan yang benar-benar tulus dari dalam hati.

“Aku biarlah seperti bumi, menopang meski diinjak,
Member meski dihujani, diam meski dipanasi,
sampai kau sadar jika aku hancur…
kau juga” (hlm.137)

“darimu aku belajar untuk menjadi lebih baik.
Denganmu aku belajar untuk melakukan yang terbaik.
Tanpamu aku belaj memperbaiki (hlm.167)

Fiersa Besari adalah penulis yang mampu menenggelamkan pembaca dengan rangkaian kata-kata yang ia tuangkan dalam tulisannya. Tulisan-tulisannya terasa hidup sehingga pembaca bingung dan sulit membedakan dunia khayal dan kenyataan. Tulisannya sangat mewakili seseorang yang sedang patah hati, jatuh cinta, memendam amarah, bahkan ia mampu menhidupkan karakter seseorang yang bangkit dari hal-hal pahit yang menimpanya. Cara orang mengekpresikan perasaannya seperti jatuh cinta, mendam amarah, pata hati sangat berbeda. Tetapi, Garis Waktu mampu mewakili semua bentuk pengekpresian itu menjadi satu.

Garis Waktu dan Konspirasi Alam Semesta jika dibandingjkan memang mempunyai konsep yang berbeda. Konsep kepenulisannya sangat berbeda. Membacanya sedikit membosankan karena alurnya datar entah karena pembaca keseringan membaca penggalan novelnya lewat akun Instagram, Watsapp, atau mencarinya lewat Google. Tetapi novel Garis Waktu mampu membuat pembacanya merasa menjadi pemeran dalam ceritanya. Karena kisahnya  mampu mewakili potret percintaan di zaman sekarang.   

Sinopsis Buku
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.  Karena nyata yang menyakitkan jauh lebih baik dari pada fiksi yang menyenangkan.

Identitas Buku:
Judul Buku : Garis Waktu
Penulis : Fiersa Besari
Penyunting : Juliagar R.N.
Penyunting Akhir : Agus Wahadyo
Foto :Fiersa Besari
PiƱata Letak : Didit Sasono
Desainer Cover : Budi Setiawan
Di terbitkan pertama kali oleh: Mediakita
Peresensi                 : Nurjadidah (Mahasiswa Universitas Negeri Mataram -- UNRAM)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website