Headlines News :
Home » , » Hidup Berprinsip dan Bermanfaat

Hidup Berprinsip dan Bermanfaat

Written By Pewarta News on Rabu, 22 Mei 2019 | 03.58

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAmews.com -- Pada hakekatnya setiap insan ingin hidup eksis dan survive. Pada kenyataannya ada insan yang hidup di daerah yang baik maupun tidak baik, bisa memberikan banyak manfaat, tapi ada juga insan yang umurnya pendek dan belum memberikan banyak manfaat. Yang ingin kita semua harapkan adalah berapapun Allah beri umur, yang penting kita memiliki hidup yang berprinsip dan memberikan manfaat.

Pertama, mari kita belajar dari hidup ikan. Bahwa ikan itu bisa hidup selama berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun pun di laut yang mengandung zat garam, tidak akan berubah rasa dagingnya menjadi asin dan tetap terasa tawar.  Karena ikan itu masih memiliki nyawa atau ruh kehidupan. Namun ketika ikan itu dikeluarkan dari air laut dan dalam keadaan mati, tak bernyawa, yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kuali dan diberi air garam, dalam beberapa menit, maka daging itu sudah terasa asin.

Pelajaran yang kita peroleh dari ikan adalah prinsip dalam hidup itu penting sekali. Prinsip hidup menduduki faktor yang paling penting. Karena orang yang memiliki prinsip tidak akan mudah dipengaruhi oleh siapapun, terutama yang memiliki misi yang tidak baik dan sesuai  bagi kehidupannya. Orang yang berprinsip memiliki filter hidup yang kuat. Karena itu sering kita dengar bahwa tegas dan tegak dalam berprinsip, dan luwes atau fleksibel dalam implementasi. Artinya bahwa dalam hidup kita perlu disiplin dalam berprinsip, selanjutnya kita memiliki sikap  toleran atau well adapted dalam implementasi, sepanjang itu tidak merugikan dan tidak bertentangan dengan prinsip hidup. Prinsip hidup yang berlandaskan iman, islam, dan ihsan yang bersih.

Kedua, mari kita belajar dari binatang lebah. Bahwa lebah itu menkonsumsi sesuatu yang baik dari sari bunga. Setelah memprosesnya sehingga menjadi madu yang bermanfaat tidak hanya untuk minuman yang sehat, melainkan bisa bermanfaat untuk obat, kesehatan. Sesuatu yang kehadirannya memberikan manfaat dan kebaikan bagi manusia. Bahkan memiliki nilai dan kualitas yang sangat baik.

Pelajaran yang dapat kita petik dari lebah (madu) adalah nilai kemanfaatan dalam hidup. Bagaimana kehadiran hidup kita dunia itu memberikan manfaat. Rasulullah saw bersabda “..khairunnaas anfa’uhum linnaas”, yang artinya “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia. Sepanjang kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain di suatu wilayah baru atau tempat kerja baru, insya Allah akan diterima dengan baik, kendatipun kita itu minoritas. Karena itu adalah penting bagi untuk berbuat kebaikan-kebaikan sebanyak-banyaknya bagi orang lain.

Demikianlah ada dua hal penting dalam hidup kita, bagaimana kita tegakkan hidup kita yang berprinsip dan bermanfaat. Kita pasti menghadapi kehidupan sosial yang sangat dinamis. Gangguan dan tantangan yang datang dari dalam dan luar di kita tidak bisa kita hindari sebagai konsekuensi dan perubahan sosial yang cepat. Kita harus bisa mengantisipasi dan merespon persoalan yang muncul dan akan muncul. Untuk menghadapi hal ini, hidup berprinsip dan bermanfaat merupakan sesuatu yang sangat strategis. Semoga kita dapat mengarungi hidup kita dengan baik.


Yogyakarta, 27 April 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website