Headlines News :
Home » , » Kisruh Pilpres, Ormawa Intra Kampus Jogja: Kekerasan dan Kerusuhan adalah Biadab

Kisruh Pilpres, Ormawa Intra Kampus Jogja: Kekerasan dan Kerusuhan adalah Biadab

Written By Pewarta News on Jumat, 24 Mei 2019 | 02.51

Ilustrasi aksi penolakan hasil Pilpres 2019.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus Se-Yogyakarta memandang aksi penolakan hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 oleh mereka yang menamakan diri “Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat” pada hari Senin malam, 21 Mei 2019 telah berkembang menjadi kerusuhan massa. Kerusuhan berlanjut pada Selasa dini hari, 22 Mei 2019 hingga malam hari.

"Aksi kelompok pendukung Prabowo Subianto tersebut betul-betul berubah menjadi anarkhi jalanan. Massa yang menolak pembubaran aksi, mengamuk dan membakar puluhan kendaraan roda empat yang diparkir di Markas Brimob, Petamburan, Jakarta Barat," sebut Ferli selaku Kordinator Para Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus Se-Yogyakarta, pada hari Kamis, 23 Mei 2019, di Yogyakarta.

Ferli mengatakan bahwa pernyataan Titiek Soeharto sebagaimana disampaikan di dalam video yang viral di media sosial, bahwa aksi akan berlangsung damai tidak terbukti. "Hal ini menguatkan dugaan, bahwa aksi damai yang diserukan politisi Cendana itu hanya kamuflase belaka. Sebab sejak beberapa hari terakhir telah beredar seruan di media sosial agar mereka yang mau mengikuti aksi membawa benda dan senjata yang bisa digunakan untuk melakukan kekerasan. Selain menyita kendaraan yang berisi batu-batu untuk dilempar kepada petugas, aparat kepolisian juga menangkap pelaku lengkap dengan barang bukti dari senjata tajam hingga senjata api otomatis yang merupakan senjata built up. Tak ayal, korbanpun berjatuhan," ucapnya.

Lebih jauh Ferli mengatakan peristiwa kekerasan di sekitar Gedung Bawaslu RI yang meluas ke sejumlah lokasi di Jakarta itu telah mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk kami para pengurus organisasi kemahasiswaan intra kampus se-Indonesia. "Sungguh kejadian kerusuhan itu telah menghapus citra  masyarakat Indonesia  yang dikenal ramah dan santun oleh masyarakat dunia. Perilaku anarkhi tersebut juga menunjukkan kepatuhan para pelaku kepada hukum telah berada pada titik nadir. Padahal kepercayaan pada hukum sangat penting untuk menjaga ketertiban sosial, dan menjamin rasa aman, serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat," cetus Ferli.

Itu sebabnya, kata Ferli, subtansi Undang-Undang Dasar R.I. Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai Konstitusi Dasar menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara penganut asas hukum (rechtsstaat) bukan kekuasaan (machtsstaat).

Lebih jauh Ferli menegaskan bahwa langkah penolakan hasil perhitungan suara Pilpres pada Senin malam, 20 Mei 2019, yang diikuti aksi demonstrasi anarkhi oleh “g-n-k-r” di satu pihak merupakan upaya delegitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum R.I. (KPU R.I.), dan pihak lain juga mengabaikan asas rechtsstaat yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Sebab sebagai institusi demokrasi penyelenggara Pemilu, KPU RI telah bekerja secara independen berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. 
Delegitimasi terhadap KPU RI, dan pengabaian hukum, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sangat berbahaya, dan bisa memicu perpecahan karena ketidakpatuhan terhadap hukum," kenangnya.

 Untuk mencegah hal itu, sebut Ferli, maka kami para Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus se-Indonesia menyatakan: "Pertama, Mengutuk keras aksi kekerasan dan kerusuhan yg sedang terjadi di Jakarta; Kedua, Menyerukan kepada semua pihak menjaga persatuan dan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45; Ketiga, Menyerukan agar semua pihak menghentikan aksi kekerasan dan kerusuhan yg sedang terjadi; Keempat, Bahwa kekuatan politik Cendana telah mendalangi aksi-aksi kekerasan dan kerusuhan ini," celoteh Ferli. (PEWARTAnews)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website