Headlines News :
Home » » Komet dan Misi Penyelamatan Dunia Parallel

Komet dan Misi Penyelamatan Dunia Parallel

Written By Pewarta News on Minggu, 05 Mei 2019 | 23.22

Cover Buku Komet.
PEWARTAnews.com – Komet adalah buku ke 5 setelah (Bumi, Bulan, Matahari, Bintang). Novel ini masih menceritakan tentang pertualangan tiga orang sahabat , Raib berasal dari Klan Bulan, mampu berterportasi dan menghilang, bersifat pemberani dan selalau berhati-hati dalam mengambil tindakan. Selly berasal dari Klan Matahari, dapat mengeluarkan petir dari tangannya agak penakut namun sangat peduli kepada sahabatnya. Dan Ali berasal dari Klan Bumi dapat berubah wujud menjadi seekor beruang yang buas. Ali merupakan yang paling cerdas diantara kedua sahabatnya. Tetapi sangat sembrono.

Mereka mempunyai misi ingin menyelamatkan dunia parallel. Tetapi usaha mereka harus gagal didetik terakhir saat mereka sudah berhasil menemukan tumbuhan aneh yang mereka cari karena si Tanpa Mahkota berhasil mengelabui mereka dengan menyamar menjadi pemuda bernama Max. padahal awalnya mereka mengikuti si Tanpa Mahkota untuk memastikan pusaka tersebut tidak berhasil diambil olehnya. Dan tanpa sadar saat mereka mengikuti si Tanpa Mahkota melewati portal ketiga sahabat itu akhirnya terdampar di dunia misterius. Anehnya pulau-pulau itu dinamai seperti nama-nama hari . pulau Hari Senen, Pulau Hari Selasa, Pulau Hari Rabu, Pulau Hari Kamis, Pulau Hari Jumat, PuLAU Hari Sabtu dan Pulau Hari Minggu. Yang ternyata pulau-pulau itu adalah Gugusan Pulau Komet.

Saat pertama kali terdampar di Pulau Hari Senen mereka bertemu dengan Paman Kay dan Bibi Nay, Sebuah pulau dengan perkampungan dibawah tanah. Di pulau itu mereka diuji tentang Kejujuran dengan tidak mencuyri makanan di perahu. Kemudian di Pulau Hari Selasa mereka bertemu dengan kembaran Paman Kay. Yaitu Kakek Kay. Di Pulau itu mereka di uji tentang Kepedulian dengan membantu seorang anak bernama Cindanita menemukan bonekanya yang hilang di ambil bintang laut. Di pulau Hari Rabu mereka bertemu dengan Petani Kay, mereka heran dan bingung karena sudah dua oranng yang bernama Kay dan mirip. Di pulau tersebut mereka mendapat ujian kesabaran dengan mendengarkan celoteh panjang dari Petani Kay juga ujian Kecerdasan dengan mengalahkan kawanan burung yang merusak hasil panen petani. Setelah dari Pulau Hari Rabu mereka ingin melanjutkan perjalanan menuju pulau Hari Kamis tetapi tidak jadi karena di Pulau Hari Kamis di huni oleh para perompak yang kejam begitulah ucap Petani Kay. Tetapi saat mereka melakukan perjalanan dari Pulau Hari Rabu menuju Pulau Hari Jumat , kapal mereka berhasil ditahan oleh para Perompak dan dibawa ke Pulau Hari Kamis. Di pulau Hari Kamis mereka menemukan banyak Perompak yang kesakitan akbat ketergantungan senjata, termasuk pimpinan para Perompak yang bernama Dorokdok-Dok. Tetapi Raib berhasil menyelamatkan para Perompak itu dengan teknik penyembuhannya.

Tiba di Pulau Hari Jumat mereka menyaksikan perebutan kekuasaan yang bergulir 200 tahun sekali oleh Raja Kay dan Dorokdok-Dok (Perompak Kay). Oleh Raja Kay mereka diberi petunjuk untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Hari Sabtu agar mereka dapat bertemu dengan Pelaut Kay yang diceritakan sebagai penguasa lautan dan satu-satunya orang yang tahu tentang Pulau dengan tumbuhan aneh itu. Dalam perjalanan Kapal mereka di serang oleh Gurita raksasa, dan mereka kembali di uji dengan ujian Ketangguhan dengan terus mengayun bilah papan menuju Pulau Hari Sabtu. Di Pulau Hari Sabtu mereka kembali bertemu dengan Paman Kay dan Bibi Nay, orang yang mereka temui di Pulau Hari senen dan ternyata orang yang mereka temui di di berbagai pulau itu ternyata paman Kay yang sengaja menguji mereka.

Setelah mengetahui hal tersebut ujian yang harus mereka lewati belum selesa. Mereka kembali di uji dengan Ujian Melepaskan, dan mereka berhasil melewati ujian tersebut. Akhirnya mereka di ijinkan untuk melewati portal menuju Pulau Hari minggu dengan tumbuhan aneh itu. Pulau hari minggu merupakan sebuah pulau biji raksasa yang mengambang, bergerak mengikuti arus laut. Biji itu muncul sedikit di permukaaan air, ditutupi oleh tanah dan rumput dan persis di tengahnya berdiri pohon kelapa (poho dari biji raksasa).  Saat mereka tiba disana seorang pemuda bernama Max yang mereka ajak untuk mengikuti mereka ternyata emenghianati mereka , merekapun gagal mendapatkan pusaka dengan buah aneh itu. Dan tanpa diduga-duga Ternyata Max adalah si Tanpa Mahkota yang mereka cari.

Identitas Buku:
Judul : Komet
Penulis : Tere Liye
Co-author : Diena Yashita
Cetakan ketiga : Juli 2018
Diterbitkan pertama kali oleh: PT Gramedia Pustaka Utama
Peresensi : Nurjadidah (Mahasiswa Universitas Negeri Mataram -- UNRAM)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website