Headlines News :
Home » , » Menghadapi Kemenangan

Menghadapi Kemenangan

Written By Pewarta News on Jumat, 31 Mei 2019 | 19.17

PEWARTAnews.com -- Kemenangan itu umumnya menjadi harapan dan kenginan setiap orang, terlebih-lebih yang memiliki potensi unggul. Kemenangan bisa menjadikan kita lebih terhormat dan mendapatkan penghargaan yang kadang-kadang melebihi dari wajar. Kemenangan bisa memberikan privaledg kepada kita yang meraih kemenangan. Tidak hanya berupa material, tapi juga bisa berupa non material. Begitu pentingnya arti kemenangan, sehingga banyak orang ingin menggapainya.

Terhadap kemenangan ada berbagai sikap. Pertama, menyikapi kemenangan dengan banyak syukur. Bahwa di samping kemenangan itu bisa diraih dengan program dan usaha yang keras, tetapi juga atas karunia dan pertolongan Allah swt. Barang siapa yang mensyukuri nikmat, maka akan ditambah nikmatnya (QS Ibrahim : 7). Kemenangan benar-benar dijaga dan bisa dipertanggungjawabkan untuk selamanya. Kemenangan dipersembahkan kepada sebanyak mungkin pihak terkait, sehingga kemenangan bisa dirasakan banyak orang.

Kedua, menyikapi kemenangan dengan biasa-biasa saja. Karena setiap percaturan dalam hidup itu selalu saja ada yang menang dan ada yang kalah. Kemenangan sudah merupakan langganan saja. Bukan sesuatu yang istimewa. Semua orang sudah bekerja sesuai dengan riilnya. Semua tidak pernah persoalkan kemenangan yang terjadi dan tidak timbulkan gejolak apapun.

Ketiga, menyikapi kemenangan dengan bersikap berlebihan atau berkekurangan. Berlebihan bahwa kemenangan itu semata-mata hasil ikhtiar sendiri tanpa mengakui dukungan dari pihak lain, juga tanpa mengakui pertolongan Allah swt atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Kurang menghargai posisi percaturan, karena sedikit kemampuannya saja sudah menjadi yang terbaik, apalagi kalau kerahkan semua kemampuannya. Di sini diam-diam muncul rasa ujub, sombong atau takabbur yang tidak dalam pergaulan dan bermasyarakat.

Keempat, menyikapi kemenangan dengan penolakan. Menolak adanya kemenangan yang diraih dengan tidak sportif dan menghalalkan berbagai cara yang dilakukan baik disadari atau tidak disadari. Baik oleh dirinya sendiri atau oleh timnya. Inilah salah sati contoh sikap terpuji dalam menyikapi kemenangan. Jika tidak, maka hanya soal waktu. Ingat firman Allah swt, (QS Al Isra’:81) yang Berbunyi “waqul jaa-alhaqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqa”,  yang artinya “Dan katakanlah, yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap, sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap“. Jika kemenangan diraih dengan cara yang batil, maka bisa jadi berakibat lain di  kemudian hari. Maka menolak kemenangan menjadi sikap yang lebih baik dan terpuji.

Kelima, menyikapi kemenangan yang diraih sesuai dengan aturan yang ada dengan penolakan. Kemenangan itu memang tidak selalu dapat dicapai dengan prosedur yang sempurna, sehingga ada saja kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Selama kekurangan dan kesalahan bahkan kecurangan tidak terjadi secara menyeluruh, terstruktur, dan masif serta dibenarkan oleh juri atau pengawas/Dewan Etik, maka hasil kemenangan seharusnya diterima. Namun tetap saja pada awalnya ada yang menolak keputusan kenenangan ini. Dalam kondisi seperti ini, sikap sportif sangat diperlukan.

Kemenangan idealnya harus dicapai sesuai dengan aturan yang ada, sehingga hasilnya bisa menyenangkan semua pihak, baik yang menang maupun yang kalah, serta pihak-pihak lainnya yang berkepentingan. Namun dalam prakteknya, tidak selalu kita taat azaz. Untuk menghadapi percaturan apapun sangat dibutuhkan kejujuran, keadilan, kedewasaan dan sikap wisdom dari semuanya sehingga terhindar dari biaya sosial yang tinggi. Siapapun yang menang dalam percaturan apapun, perlu pengendalian diri, untuk tetap rendah hati, humble, tawadlu’, dan jauh dari sikap “ngasorake”, merendahkan yang lain. Semoga dapat tercipta kedamaian. Gimana menuru Anda?


Yogyakarta, 16 Mei 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website