Headlines News :
Home » , » Menjelang Hari Raya, Pengusaha Wajib Berikan THR Pada Pekerjanya

Menjelang Hari Raya, Pengusaha Wajib Berikan THR Pada Pekerjanya

Written By Pewarta News on Selasa, 28 Mei 2019 | 11.34

PEWARTAnews.com -- Tidak terasa kita sudah hampir dipenghujung bulan suci ramadhan. Hari raya idul fitri adalah hari raya kemenangan umat Islam yang telah berpuasa selama satu bulan penuh menahan segala hawa nafsu.

Sudah menjadi budaya bangsa Indonesia ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak orang berbodong-bodong untuk mudik atau pulang kampung ke kampung halamannya. Sebelum mudik pasti membeli pakaian-pakaian baru, sarung, mukena dan lainnya sebagai bentuk persiapan mencapai kemenangan dan merayakan hari raya bersama keluarga tercinta.

Bagi anda yang masih bekerja disuatu perusahaan, pastilah anda akan mendapatkan yang namanya Tunjangan Hari Raya atau biasa disingkat THR. THR ini diberikan oleh perusahaan ketika mejelang hari raya keagamaan. Jadi bukan hanya pas mau lebaran Hari raya idul fitri saja, tetapi hari natal atau hari raya keagamaan lainnya sesuai dengan agama yang dianut pekerja.

Siapa saja yang mendapatkan THR tersebut?
Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 THR keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Berapa besaran THR yang didapatkan?
Pertama, pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih diberikan 1 bulan upah. Kedua, pekerja atau buruh dengan masa kerja 1 (satu) bulan terus menerus, akan tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan sesuai masa kerja dengan perhitungan (Jumlah Bulan Kerja/12 ) x 1 (satu) bulan upah.

Upah yang dimaksud adalah komponen upah yang terdiri dari upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages) ataupun upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Mudah bukan hitungannya. Lalu kapan THR itu harus dikasihkan kepada pekerja ?

THR wajib diberikan atau dibayarkan oleh pengusaha paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Bagaiamana jika ada perusahaan yang telat atau menunda pembayaran THR ?

Bagi pengusaha yang tidak membayarkan THR sesuai dengan ketentuan, maka dapat dikenai sanksi administrasi oleh badan pengawasan Ketenagakerjaan dan dapat diberikan sanksi denda.

Jika bingung terkait dengan permasalahan THR tersebut, cobalah untuk datang ke Kantor Dinas ketenagakerjaan setempat atau melalui posko-posko Serikat Buruh atau Lembaga Bantuan Hukum setempat yang biasannya juga membuka posko pengaduan THR.


Penulis: Nur Rohman, S.H.
Asisten PBH LBH Yogyakarta
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website