Headlines News :
Home » , » Sekolah Digital

Sekolah Digital

Written By Pewarta News on Kamis, 23 Mei 2019 | 16.00

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Kita sangat menyadari bahwa era digital berdampak terhadap era disrupsi. Era yang menjadikan semuanya serba mungkin. Karena itu kemapanan mendapatkan tantangan yang luar biasa, walau nilai-nilai tertentu harus tetap dikonservasi. Masyarakat di era digital telah menyoal kehadiran universitas. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidaklah berlebihan jika menyoal juga eksistensi sekolah.

Sekolah di masa kini harus bisa menjadikan dunia digital menjadi bagian dari sistem pendidikan, demikian juga sekolah saat ini di mana pun berada harus mampu menjadikan lulusannya sebagai  pemain aktif di dunia digital. Karena itu kehadiran Sekolah Digital menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendesak, walau disadari bahwa belum semua warga Indonesia yang tersebar di seluruh nusantara yang memiliki keterbatasan infrastruktur  siap memasuki dunia digital.

Sekolah digital didesain untuk meningkatkan efisiensi kinerja sekolah, mengajak sekolah merasakan perkembangan teknologi, membantu sekolah kelola data dengan mudah, mengubah cara kelola data yang lambat dan kompleks menjadi cepat dan mudah, dan menghasilkan lulusan untuk masa depan yang siap menjadi pengguna digital aktif dan pasif.  Selanjutnya, teknologi merubah siswa dalam belajar, mengumpulkan informasi, berpikir, dan berinteraksi. Demikian juga guru dalam menfasilitasi pembelajaran, mengelola  lingkungan belajar, sehingga dapat menyiapkan siswa secara efektif untuk hidup beyond school.

Sekolah Digitial membiasakan anak bekerja dengan teknologi digital yang sangat bermanfaat setelah anak meninggalkan sekolah. Sekolah Digital harus menyiapkan materi untuk mahasiswa 24/7, atau seminggu penuh. Dengan kata ain sepanjang waktu (all the time), kapan saja, di mana saja, dengan menggunakan gadget saja. Siswa bisa nge-link dengan hand out  yang mereka sukai sesuai dengan kebutuhan. Mereka bisa melakukan belajar mandiri dengan konsultasi tatap muka dengan guru. Juga dengan sesama siswa untuk diskusi materi tertentu baik di sekolah maupun di luar sekolah sesuai dengan kesepakatan. Siswa juga melakukan penilaian sendiri dan penyekoran sesuai dengan panduan yang ada. Di samping itu siswa juga dimungkinkan dapat menggunakan multi media. Pekerjaan siswa disimpan di cloud dan dapat di-akses dari rumah memungkinkan untuk sharing dan kerja sama dari jauh.

Untuk mensukseskan Sekolah Digital, perlu memperluas support kepada guru. Atas dasar itu teknologi digital dapat membantu pembelajaran dan pengajaran, yang dapat diwujudkan dengan (1) Men-support belajar yang autentik, kreatif dan kolaboratif, (2) Memungkinkan rentang yang luas untuk pendekatan assessmen, (3) Menyempurnakan tatap muka antara guru dan siswa (4) Mendorong berpikir produktif di luar kelas. Di luar kelas guru menggunakan notes untuk siswa, yang memungkinkan dapat memberikan feedback kepada siswa secara personal, melalui note siswa, momonetor personalia; dan mengarahkan ke mote siswa.

Menurut Vawn Himmelsbach (2019) ada kelebihan dan keterbatasan Sekolah Digital. Adapun kelebihan Sekolah Digital, di antaranya, (1) Menggunakan teknologi di kelas memungkinkan kita untuk bereksperiman lebih dalam pedagogi dan mendapatkan feedback cepat, instant, (2) Teknologi di kelas menjamin partisipasi penuh, (3) Ada sumber yang tak terhitung untuk meningkatkan efektivitas pendidikan dan membuat belajar lebih menyenangkan  dan efektif, (4) Teknologi dapat mengotomatisasikan banyak tugas yang membosankan, (5) Dengan teknologi di kelas, siswa  memiliki akses instan terjadi terhadap informasi yang baru dan dapat melengkapi pengalaman belajar, dan (6) Kita hidup di dunia digital dan teknologi adalah suatu keterampilan hidup.

Adapun keterbatasan Sekolah Digital, di antaranya : (1) Teknologi di kelas dapat menjadi suatu gangguan, (2) Teknologi dapat memutuskan siswa dari interaksi sosial, (3) Teknologi dapat memelihara aktivitas sontek di kelas dan penyelesaian tugas, melalui copy paste(4) Siswa tidak memiliki akses yang sama untuk sumber-sumber teknologi, (5) Kualitas riset dan sumber yang mereka temukan mungkin bukan yang terbaik, dan (6) Perencanaan belajar lebih didominasi oleh jasa  teknologi.

Akhirnya kita menyadari bahwa Sekolah Digital lebih cenderung menekankan pada transfer informasi, kegiatan kognitif dan keterampilan. Namun perlu disadari tanggung sekolah sebagai pusat peradaban, yang bertanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian, sehingga memungkinkan dapat menghasilkan insan yang utuh (insan kamil), kurang banyak disinggung dalam Sekolah Digital. Untuk itu semua subsistem pendidikan pada Sekolah Digital, perlu mengakomodasi nilai-nilai Pancasila dan terutama nilai-nilai keagamaan, sehingga lulusan sekolah tidak hanya digital literate, melainkan juga berkarakter dan berperadaban yang siap menghadapi tantangan pada jamannya. Kepala Sekolah dan Guru memainkan peran penting dalam melakukan filter, sehingga kehadiran Sekolah Digital, benar-benar produktif, buklan kontra produktif.


Yogyakarta, 28 April 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website