Headlines News :
Home » » Tantangan Pimpinan Perguruan Tinggi (Part 2)

Tantangan Pimpinan Perguruan Tinggi (Part 2)

Written By Pewarta News on Selasa, 21 Mei 2019 | 23.14

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com – Setelah sama-sama kita mengikuti deskripsi, ulasan dan bahasan tentang tantangan pimpinan Perguruan Tinggi (PT) bagian pertama, kini selanjutnya akan dibahas bagian keduanya. Keenam, tantangan mengembangkan staf. Pimpinan PT dalam menghadapi tantangan pengembangan staf, tidak bisa lepas dari pemahaman tentang universitas sebagai organisasi belajar, yang mengakui bahwa universitas itu bergerak untuk menjawab tantangan masa depan, sehingga bersikap antisipatif - tidak reaktif, lebih memberikan perhatian kepada lingkungan eksternal - bukan operasi internal, dan mencari perbaikan terus menerus seiring dengan tuntutan jaman. Mengingat universitas harus tumbuh dan berkembang, maka kebutuhan kompetensi, keahlian dan keterampilan terus meningkat baik kuantitas maupun kualitas. Dengan begitu persoalan rekruitmen, seleksi, dan pembinaan kompetensi dan karir berkelanjutan menjadi sangat penting.

Ketujuh, tantangan memimpin dan merayakan keragaman.  Manusia itu secara fitrah oleh Allah swt diciptakan dari seorang lelaki dan perempuan, secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling mengenal. Demikian juga Alfred Adler menegaskan bahwa man is unique. Hal ini memberikan penguatan bahwa keragaman (individual differences) menjadi suatu keniscayaan yang harus dihadapi dan diterima. Keragaman bisa terjadi dimana-mana, termasuk keragaman di universitas. Universitas membangun untuk semua, karena itu di universitas seharusnya dimungkinkan pendidikan inklusif dapat dimplementasikan dengan baikn dan menyeluruh, sehingga partisipasi di universitas menjadi semakin meluas dan memungkinkan aksesnya bisa dijangkau oleh semua tanpa ada kesulitan yang berarti. Prinsip keragaman juga memungkinkan program internasionalisasi yang bisa mengakomodasi semua. Internasionalisasi difahami sebagai upaya melakukan benchmarking standar internasional, sehingga produk PT kita bisa diterima dengan baik semua perguruan tinggi dan institusi di seluruh dunia. Sebaliknya internasionalisasi dimakasudkan untuk meng-go internasional-kan produk PT kita yang berbasis local wisdom, semoga bisa menarik mahasiswa asal luar negeri, dan bisa mendiseminasikan karya-karya lulusan PT Indonesia untuk dunia.

Kedelapan, tantangan meningkatkan pengalaman mahasiswa.  Pimpinan PT perlu memahami pengalaman mahasiswa yang harus menjadi concern. Pengalaman mahasiswa tidak harus dibatasi dengan pengalaman akademik saja, yang sering diukur dengan pencapaian IPK, melainkan harus mencakup pengalaman keterampilan, kreativitas,  interpreneurship dan moral. Berdasarkan kondisi ini, maka mahasiswa harus dipandang sebagai pembelajar dan kustomer. Sebagai pembelajar, mahasiswa bisa menjadi pembelajar independen dan pembelajar sepanjang hayat perlu mendapat perhatian khusus dari pimpinan perguruan tinggi. Selain daripada itu pimpinan PT perlu terus berusaha melengkapi pengalaman mahasiswa, di samping pembinaan hard skills, tetapi juga soft skills. Sebagai kustomer, mahasiswa harus dilayani dengan seoptimal  sesuai kebutuhan dan kondisinya secara memuaskan.

Kesembilan, tantangan memanaj perubahan.  Perubahan adalah merupakan sunnatullah. Perubahan merupakan suatu keniscayaan. Perubahan sangat diperlukan baik untuk eksis maupun untuk berkembang. Perubahan tidak hanya sebatas universitas berubah, melainkan harus menghasilkan karya-karya inovatif dan para innovator yang beragam bidangnya, baik berupa publikasi bereputasoi internasional dan karya-karya berpaten dan ber-Haqi. Untuk menghasilkan inovasi, miqat makan-nya adalah Departemen dan pusat penelitian, karena departemen dan pusat penelitian asal tempat berkumpulnya para ahli dan tempatnya fasilitas akademik yang relevan dengan bidak akademiknya.

Kesepuluh, tantangan memanaj pada sisi “up”and “down”.  Pimpinan  PT dihadapkan pada tantangan manajemen sisi atas, berkenaan dengan bekerja yang terkait pimpinann atas,  membangun dan memelihara PT berbasis kekuasaan, membuat presentase profil PT secara efektif, dan menyiapkan renacana bisnis. Selanjutnya, manajamen sisi bawah, di antaranya pimpinan PT harus mampu mengatasi berbagai konflik, menegakkan disiplin, dan memberikan jalan keluar terhadap berbagai keluhan,  mengelola reputasi, dan mengelola perguruan tinggi dalam krisis, sehingga bisa keluar dari berbagai kesulitan dan mampu menyelesaikan dinamika universitas menuju yang lebih baik.

Kesebelas, tantangan memanaj diri sendiri. Pimpinan PT didorong untuk bisa  mengorganisasi diri sendiri sebagai pimpinan akademik, bukan pimpinan birokratik, bahkann sebagai khadimul ummah yang mendapat amanah untuk melayani civitas akademika terkait dengan tugas utama Tridharma PT, di samping melayani mahasiswa, membangun partnership, dan menjadi universitas sebagai pusat keunggulan (center of excellene) dan agen perubahan (agent of change). Pimpinan PT juga harus menjadi dirinya sendiri, baik sebagai pribadi mauoun sebagai professional. Juga Pimpinan PT harus terus menjaga diri dengan mengikuti perkembangan jaman dengan melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kebijakan yang sedang berlangsung. Akhirnya pimpinan PT harus mampu melakukan introspeksi dan meng-update diri terutama kemampuan dan kecakapan kepemimpinan secara terus menerus, sehingga dapat memberikan dampak terhadap perbaikan kinerja perguruan tinggi.

Demikianlah beberapa tantangan pimpinan PT, semoga menjadi catatan penting bagi  semua pimpinan, terlebih-lebih di era digital yang sangat menuntut kepekaan para pimpinan PT terhadap issue-issue perguruan tinggi dewasa ini. Setelah kita saling sharing di Semarang bersama para pimpinan PT, diharapkan secara organisatoris dan secara institusional dapat segera di-follow up,maka diharapkan sekali manfaat silaturahim dan konferensi tahunan dapat dirasakan masing-masing di tempatnya.


Semarang, 26 Maret 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website