Headlines News :
Home » » Gelar Sarasehan, F-KAMMAI Ajak Santri Jadi Solusi Kemelut Bangsa

Gelar Sarasehan, F-KAMMAI Ajak Santri Jadi Solusi Kemelut Bangsa

Written By Pewarta News on Senin, 10 Juni 2019 | 22.41

Suasana saat sarasehan berlangsung.
Sumenep, PEWARTAnews.com -- Forum Komunikasi Mahasiswa Mathali’ul Anwar Indonesia (F-KAMMAI) mengadakan kegiatan Sarasehan Santri dengan tema “Santri, Ayo Jadi Solusi” yang bertempat di Graha STKIP PGRI Sumenep pada hari Senin, 10 Juni 2019. Agenda ini menghadirkan dua pemateri kunci yakni Pengasuh Pondok Pesantren Maulana Rumi Bantul KH. Kuswaidi Syafi’i (Cak Kus) dan Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Sumenep Madura Dr. Fathurrosyid, M.Th.I.

Agenda yang cukup meriah, hampir seratus peserta yang hadir memadati acara ini, yang terdiri dari santri, mahasiswa dan masyarakat umum.

Tampak hadir Ketua Umum dan Sekretaris IKAMA (Ikatan Alumni Mathali’ul Anwar) dan Keluarga Pengasuh PP. Pesantren Mathali’ul Anwar, Gus Saifa Ibadilah (Gus Ibad).

Terkait kegiatan tersebut, Gus Ibad mengapresiasi acara Sarasehan Santri ini yang konsep acaranya sederhana tapi mempunyai kesan mendalam.

Acara ini dilatarbelakangi oleh pembacaan teman-teman F-KAMMAI diseluruh Indonesia terhadap fenomena Kebangsaan kita yang tiap hari disuguhi Konflik. “Ditengah gejolak kebangsaan yang sampai mengakibatkan perpecahan dan pertengkaran. Maka santri harus hadir dan menjadi solusi," kata Ketua Panitia Ainun Najib Taqi dalam sambutannya.

Lanjut Najib, santri seharusnya jadi solusi dari kemelut bangsa yang terjadi akhir-akhir ini. "Saya akui itu memang sulit tapi kalau kita bergerak bersama-sama maka itu akan terasa mudah, maka saya tekankan kepada kita semua sebagai santri, ayo jadi solusi,” ajaknya.

KH. Kuswaidi Syafi’i sebagai Pemateri pertama mengatakan bahwa sebelum kita hadir menjadi solusi atas kemelut bangsa, terlebih dahulu kita semestinya bisa menjadi solusi atas diri sendiri. “Sebelum santri menjadi solusi bagi orang lain, bangsa dan negara. Terlebih dahulu dia harus mampu menjadi solusi bagi diri dia sendiri. Bagaimana dia mampu menjadi solusi bagi bangsa dan negara kalau terhadap diri dia sendiri tidak mampu menjadi solusi," ujar Kyai yang dikenal luas dengan sebutan Cak Kus itu.

Sementara saat tampil pemateri kedua dalam menyampaikan materinya Dr. Fathurrosyid M.Th.I mengatakan bahwasannya seorang santri harus kuat nulis, agar gagasan-gagasan brilian yang dihasilkan santri bisa menjadi solusi bagi masyarakat maupun bangsa dan negara. “Yang harus dilakukan oleh seorang santri agar dia menjadi sosok yang solutif, Santri harus menciptakan peradaban teks, dalam artian santri punya karya yang mampu menjadi rujukan ummat disemua bidang," tutupnya. (PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website