Headlines News :
Home » , » Inovasi Pendidikan

Inovasi Pendidikan

Written By Pewarta News on Sabtu, 29 Juni 2019 | 14.41

PEWARTAnews.com – Pada Era Revolution Industri 4.0, Inovasi merupakan fokusnya. Jika RI 3.0 bertumpu pada Knowledge Society, maka RI 4.0 bertumpu pad Innovation Society. Prinsip pembelajaran, dari learning by doing, menjadi learning by making. Suatu kemajuan yang menghentak semua, terlebih-lebih negara terbelakang dan berkembang. Bangsa Indonesia berada di semua era, sehingga tidak mudah mengikuti arus kemajuan, yang dalam waktu bersamaan harus mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Gerakan inovasi di semua bidang tidak bisa dielakkan, utamanya inovasi pendidikan.

Selama ini, kita lebih banyak mengadopsi inovasi pendidikan bangsa lain. Kita masih minim sekali untuk menghasilkan inovasi pendidikan. Kini dan mendatang kita sangat berkepentingan untuk bisa produktif dalam berinovasi, yang tidak saja orientasinya reaktif, melainkan juga proaktif dan antisipatif, sehingga kemanfaatannya bisa dirasakan selama mungkin. Hal ini menjadi sangat penting, karena selama ini kita hanya sebagai konsumen inovasi, yang kadang-kadang kemanfaatan hasil inovasi tidak optimal karena berbagai konteks harus dipertimbangkan.

Dalam melakukan inovasi pendidikan, kita harus mempertimbangkan riset #1, riset #2, dan riset #3. Di antara ketiga riset, harus terjaga konsistensi dan koherensi, sehingga hasil inovasi dapat dirasakan manfaatnya. Riset #1, berkaitan dengan tataran fisolofis dan tataran makro,pandangan tentang sosok insan hasil pendidikan yang diharapkan. Dalam konteks Indonesia insan yang diharapkan adalah insan utuh yang Pancasilais, berimtaq, beriptek, dan bekakhlaqul karimah.

Riset #2, berkaitan dengan tataran sistem pendidikan dan tataran messo, pandangan tentang manajemen pendidikan nasional dibangun dengan menyesuaikan target pendidikan, manusia Indonesia. Model dan isi Kurikulum seharusnya disesuaikan dengan tujuan pendidikan nasional yang menghasilkan manusia Indonesia dengan keunikannya. Kompetensi lulusan pendidikan di semua jenjang perlu diorientasikan untuk hadirnya sosok manusia Indonesia sebagai agen perubahan, berorientasi global dan berbasis local wisdom.

Riset #3, berkaitan dengan sistem pembelajaran pada tataran mikro, pandangan tentang manajemen sekolah, budaya sekolah manajemen kelas, model pembelajaran, pengelolaan fasilitas pembelajaran, layanan konseling, hubungan sekolah dengan orangtua-masyarakat dan sistem penilaian pendidikan.

Inovasi pendidikan perlu diupayakan, baik pada tataran konsep maupun implementasi perlu dikawal oleh para ahli dan praktisi sesuai dengan bidang dan levelnya. Konsistensi dan komitmen semua pihak harus diupayakan terus. Untuk memahami suatu inovasi pendidikan dapat diikuti detilnya berikut ini. Kita meyakini, bahwa kehadiran anak untuk menjadi sosok individu merupakan fungsi dari keturunan dan lingkungan, serta pengaruh teknologi dalam konteks waktu. Juga sosok individu yang berharga bukan hanya intelektual saja tapi yang lebih penting adalah moralnya.

Menyadari akan impian individu yang ingin dihasilkan dari pendidikan, maka sistem pendidikan yang dibangun harus utuh, dengan hadirkan model kurikulum integratif, dengan mengakui potensi individu, tuntutan masyarakat, dan perkembangan teknologi. Sistem penilaian tidak hanya parameternya pencapaian kemajuan akademik saja, melainkan juga integritas moral, bahkan lebih penting ketika sisi individu yang bermoral itu lebih penting daripada akademik.

Demikian juga pada tataran sekolah, perlu dibangun sekolah sebagai ujung tombak pendidikan yang mampu membangun program pendidikan untuk mencapai visinya yang harus sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Manajemen sekolah dan kelas harus seiring, sehingga memudahkan kepala sekolah dan guru dalam mengawal manajemen pembelajaran di sekolah dan kelas. Model pembelajaran juga memungkinkan model eklektik pembelajaran dengan menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Model penilaian juga utamakan sama nilai-nilai akademik dan nilai-nilai keagamaan, walaupun idealnya bisa nilai-nilai keagamaan untuk menentukan keberhasilan siswa.

Inovasi pendidikan memang menjadi kebutuhan kita semua yang tidak hanya untuk eksis dan berhasil hidup di dunia tapi juga di akhirat. Apa arti inovasi, jika hanya berorientasi untuk dunia saja, apalagi bisa juga jauhkan dari Allah swt. Kita seharusnya tetap dan terus berinovasi pada era apapun, yang berorientas pada kebaikan dan kemanfaatan dunia dan akhirat. Kita bisa ambil spirit dari Hadits Rasulullah saw, yang artinya sebagai berikut, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.” Semoga kita terus beristiqamah dalam berinovasi yang selalu diridloi.


Yogyakarta, 21 Mei 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website