Headlines News :
Home » , » Kecil-Kecil Cabe Rawit

Kecil-Kecil Cabe Rawit

Written By Pewarta News on Selasa, 04 Juni 2019 | 11.40

(Kecerdasan dan keshalehan anak tidak hanya bergantung pada pola dan strategi pendidikan yang diterapkan dalam keluarga, melainkan karena ada faktor-faktor lain yang mempengaruhinya, Mukaromah, 2019)

Ada satu hal yang membedakan khataman tadarus kampung tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni pada kiyai yang mengisi mau’idzah hasanah. Biasanya kiyai yang sudah sepuh (tua) atau bapak-bapak, namun tahun ini yang mengisi adalah Kiyai kecil yang masih sangat belia, kelas 5 SD. MasyaAllah, usia memang tergolong sangat muda, tapi tutur kata dan paradigma berpikir sudah melebihi bahkan jauh hebat dan matang dari usianya. Tak henti-hentinya saya menaruh kagum kepada anak-anak semacam ini. Saat menonton Hafiz Indonesia pun juga demikian, sembari berpikir dan terus mencari tahu “sejak kapan, bagaimana dan seperti apa orangtuanya”.

Karena memang, ketika saya melihat orang hebat, pasti yang pertama saya lihat adalah siapa sajakah orang-orang yang dibelakangnya. Dalam konteks anak, siapakah dan bagaimanakah orangtuanya. Baru yang kedua, bagaimana pola dan strategi mendidiknya. Kapan-kapan saya akan membahas ini dalam pendekatan empirik, berdasar pada anak-anak dan  berbagai macam keluarga yang saya temui. Saya ingin “Menjadi pengamat dan peneliti terhadap hal-hal yang harus diamati dan diteliti, sebelum pada akhirnya dipraktikkan”.

Gus Azka Wonokromo.

Sampai detik ini, saya terus mengamati dan memperdalam keluarga yang berhasil mendidik putra putrinya yang tidak hanya hebat secara intelektual, namun juga shalih serta cerdas dzahir bathin dengan mensinergikan IQ, EQ dan SQ, bahkan menjadi khadim Agama, masyarakat, bangsa, maupun Ilmu Pengetahuan diusianya yang masih sangat belia, salah satu diantara anak-anak yang saya maksud adalah Gus Azka Wonokromo.

Mempunyai putra-putri yang shalih dan shalihah serta cerdas iman, pikiran dan tindakan merupakan cita-cita semua orang, yang sadar hakikat hidup dan kehidupan setelah ketiadaan. Berbagai macam cara dan proses ditempuh oleh mereka, demi anak-anaknya menjadi permata yang elok nan bijaksana. Tak hanya cerdas dan sukses dalam urusan dunia, namun sekaligus menjadi investasi di akhirat kelak, dengan membekalinya ilmu Agama sejak dini.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan dan keshalihan anak, selain daripada metode, strategi dan pola asuh yang dilakukan, diantaranya adalah (1) Cara, etika, niat dan kemantaban hati kedua orangtuanya saat berjima’ yang harus didasarkan pada kerelaan, keikhlasan dan cinta kasih diantara keduanya. Karena ternyata hal demikian, energi yang kedua orangtua miliki akan menyalur ke anak. Saat hal demikian dilakukan dengan penuh cinta dan kasih, maka anak yang terlahir juga akan demikian. (2) Faktor yang lain juga berkaitan dengan ketepatan hati orgtuanya dalam menempatkan diri dihadapan Allah dan orang-orang sekitar, (3) Keshalihan dan kejernihan hati dan pikiran orangtuanya, (4) Makanan yang masuk ke dalam perut anak. Pastikan makanan tersebut benar-benar yang halal 100%. Halal dari segi wujud serta cara mendapatkan, (5) Pekerjaan/profesi yang digeluti. Karena tak dipungkiri bahwa profesi menentukan income/pemasukan dalam keluarga yang tentu berimplikasi pada anak. Jika makanan yang diberikan kepada anak adalah hasil dari pekerjaan yang halal dan jelas, biasanya anak tersebut tumbuh menjadi anak yang cerdas. Bukan karena sedikit atau banyak-nya yang diterima. Melainkan keberkahan suatu hal. Barangkali orangtuanya biasa-biasa saja, namun anak-anaknya luar biasa. Karena Berkah itu ziyadatul khair dan inilah inti dari kehidupan dengan menjadikan Allah selalu hadir dalam setiap hal, termasuk dalam mencari nafkah, (6) Tergantung pula dari “Tirakat” yang orantuanya lakukan.

Allahumma Shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.


Penulis: Siti Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website