Headlines News :
Home » , » Memilih untuk Sendiri Tanpa Pacaran, Maka Berbanggalah

Memilih untuk Sendiri Tanpa Pacaran, Maka Berbanggalah

Written By Pewarta News on Sabtu, 29 Juni 2019 | 15.03

Izha Muachy.
PEWARTAnews.com – Sendiri, suatu kata yang mungkin untuk sebagian orang memuakan, bahkan mungkin sampai bisa membuat orang frustasi. Apakah kesendirian seseram itu? Kenapa kebanyakan orang khawatir dengan kesendirian dan khawatir tidak punya pasangan dan masih banyak lagi. Apakah semata kaitannya dengan kasih sayang dan apakah kasih sayang hanya didapatkan dari pasangan (pacar), bukankah masih ada teman, orang tua, Allah sang pemilik raga dan seisinya, dan bahkan diri kita sendiri pun bisa memenuhi kebutuhan diri kita sendiri (habluminafsi), bisa dengan cara memberikan kasih sayang kepada orang lain, tidak menyakiti dan membenci orang lain, jalan-jalan itu juga bagian dari pada kita menyayangi diri kita sendiri. Selain itu, yang lebih fenomenal di zaman modernisasi ini kebanyakan beranggapan bahwa kasih sayang yang lebih afdol adalah dari pasangan atau pacar.

Pacaran, ini adalah kebiasaan yang sudah membudidaya di zaman sekarang, dan yang sebenarnya ini adalah salah satu dari strategi iblis untuk menghancurkan kita ke dalam dosa, bahkan Islam tidak memperbolehkan berpacaran, karena dengan berpacaran mendekatkan kita pada perbuatan yang dilarang oleh Allah, seperti perbuatan zina. Hal ini sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Allah dalam QS Al-Isra ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” Inti sari dari QS Al-Isra ayat 32 diatas adalah Allah melarang kita untuk tidak mendekati apalagi melakuka zina karena zina adalah perbuatan yang keji.

Berbicara persoalan cinta, rasa suka, tertarik kepada lawan jenis atau yang disebut ghoriza naun itu fitrah sebenarnya, dan semua orang berhak untuk mencintai siapapun, tapi rasa cinta yang kita miliki supaya berbuah pahala maka harus ditempatkan pada tempatnya supaya tidak menimbulkan dosa dan murka Allah.

Maka ketika anda lebih memilih untuk sendiri sambil menunggu yang baik dari Allah dan tidak memilih jalan yang Allah tidak ridhoi, maka berbanggalah, karena sendiri tanpa pacaran itu artinya kita menghargai kehormatan dirimu sendiri yang bahkan Allah pun meghargai kehormatan kalian para perempuan, artinya kita tidak membiarkan cuma-cuma kehormatan yang berharga kepada para lelaki yang tidak bertanggung jawab dengan beralaskan cinta dan kasih sayang yang semu, bahkan tidak Allah ridhoi. Seberapapun kalian lama dan kuat mempertahakan hubungan kalian jika Allah tidak ridho, maka Allah pun punya seribu cara untuk memisahkan, begitupun juga sebaliknya. Hati-hati, Allah itu tidak menyukai hambanya yang berlebihan mencintai ciptaanya melebihi penciptanya (Allah).

Kondisi demikianlah yang menyebabkan perlunya kita untuk belajar sabar, dan ridholah atas apa yang menjadi ketetapan dan ketentuan Allah. Jodoh kita sudah tercatat di kitab lauhul mahfudz-Nya Allah sejak ketika kita lahir, jadi buat apa sibuk menabung dosa dengan melakukan hal yang tidak Allah ridhoi, kalau kita semua sadar bahwa jodoh, rezeki, mati untuk masing-masing hamba sudah diatur sama Allah yang itu semua sudah menjadi ketetapan Allah yang tidak bisa diganggu gugat. Jadi menunggulah dalam sabar, sambil memperbaiki diri biar  sama-sama pantas untuk jodoh masing-masing kita, bukankah Allah sudah berjanji dalam QS An-Nur ayat 26, yang inti dari isi ayat tersebut adalah wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, begitupun juga sebaliknya.

Jadi jangan sedih karena memilih jalan sendiri sambil berbenah diri, karena ketika sendiri dan terus menggantungkan harapan kepada Allah, maka percayalah kita tidak akan pernah terputus dari kasih sayang-Nya. Terakhir, berbanggalah dengan kesendirian sebelum halal dan percayalah kalian tidak kekurangan kasih sayang, karena kalian terus mendapatkan kasih sayang dari dia yang maha pemilik raga dan seisinya.


Penulis: Izha Muachy
Alumni Universitas Respati Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website