Headlines News :
Home » , » Ngabookread-ku

Ngabookread-ku

Written By Pewarta News on Selasa, 04 Juni 2019 | 10.59

Buku "Hati Suhita" dan "Surat Kepada Kanjeng Nabi".
PEWARTAnews.com -- Ramadhan tahun ini jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bukan karena hadirnya orang spesial dalam hidup, namun karena ada beberapa target yang harus dituntaskan, diantaranya Skripsi, dan mengkhatamkan buku yang sudah ter-list. Meski belum sesuai ekspektasi, namun harus tetap disyukuri. Awal Ramadhan kemarin saya target harus khatam minimal 5 buku. Ah, ternyata baru 3 buku saja, yakni diantaranya  buku “Sekolah Biasa Saja”, “Islam and Nation Nurcholish Madjid”, “Seni Mencintai Eric From” dan yang terakhir aku pengen menutup nya dengan membaca Novel ini “Hati Suhita” karya Mrs. Khilma Anis.

Berbagai macam cara, saya tempuh demi mendapat novel ini, karena ternyata self publisher jadi untuk mendapatkan agak susah, yakni harus kontak reseller yang tersebar di daerah yang bersangkutan, disini berarti di Jogja. Banyak yang memberikan info beberapa reseller di Jogja, hanya saja saya langsung kontak rekomendasi dari kawanku mba Meta Puspitasari (Pegiat Novel di civitas akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) yang kebetulan reseller tersebut dekat UIN, meski juga harus menunggu beberapa jam karena beliau sedang pergi. Sebelum mba Meta memberi info dan menjelaskan ulasan terkait novel tersebut, beliau bertanya melalui WA “Mukaromah, tau novel itu dari mana”? Hahaha, saya hanya tersenyum geli. Sebenarnya saya sudah tau novel ini sejak lama, dari beberapa bulan yang lalu, karena memang novel ini sangat populer sekaligus menjadi trending topic di Sosmed. Hanya saja, saya butuh kesiapan dan persiapan untuk membacanya, maklum sepertinya ini bukan novel biasa. Hahahaha. Kalau sekarang saya membaca, berarti sudah siap menerima apapun dan bagaimanapun alurnya. Hal ini karena saya sangat getol banget dulu punya prinsip bahwa menikah harus dengan orang yang sama-sama saling mencintai dan tentu hal tersebut akan berimplikasi pada banyak hal, tentu tidak mungkin saya jabarkan disini. Kalau mau, diskusi sambil ngopi saja. Haha. Tapi di Novel ini, sepertinya akan banyak pandangan baru yang ku pelajari. Meski juga paham tradisi pesantren terkait dengan perjodohan, namun saya masih membutuhkan perspektif lain mengenai hal tersebut ditinjau dari sisi psikologi maupun sosiologi.  Kira-kira saya bakalan baper ndak ya? Oke, daripada penasaran. Langsung yuuuuk, srupuut.


Penulis: Siti Mukaromah
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website