Headlines News :
Home » , » Pengaruh Modernisasi Terhadap Perubahan Gaya Berpakaian Mahasiswa

Pengaruh Modernisasi Terhadap Perubahan Gaya Berpakaian Mahasiswa

Written By Pewarta News on Rabu, 19 Juni 2019 | 03.10

PEWARTAnews.com -- Perubahan sosial merupakan gejala umum yang terjadi di setiap masyarakat di manapun juga. Perubahan sosial juga merupakan gejala sosial yang terjadi sepanjang masa, tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak mengalami perubahan. Perubahan terjadi sesuai hakikat dan sifat dasar manusia itu sendiri. Karena sifat manusia yang selalu aktif, kreatif, inovatif, agresif, selalu berkembang dan responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sosial.

Perubahan sosial yang kini dialami manusia sering disebut dengan era modernisasi. Secara umum modernisasi adalah proses menjadi masyarakat modern, perubahan dari tradisional menjadi masyarakat modern. Di era modernisasi tidak bisa lepas dari adanya westernisasi, di mana segala bentuk gaya hidup mengikuti atau meniru bangsa Barat. Mulai dari gaya hidup, gaya berpakaian, konsumerisme dan glamorisme, dan lain-lain. (Suharni, 2015).

Perubahan gaya berpakaian mahasiswa misalnya nilai-nilai atau cara berpakaian yang lama tidak sesuai dengan zaman, hilang dan diganti dengan nilai-nilai atau cara berpakaian baru. Nilai tradisional diganti dengan modern, salah satunya contohnya adalah batik. Sekarang ini batik mulai tergeser posisinya akibat adanya kebudayaan luar yang lebih menarik. Bahkan batik dianggap sebagai sesuatu hal yang kuno, norak, bahkan ketinggalan zaman dan tidak layak untuk diikuti lagi.

Sebagian besar mahasiswa sekarang ini berubah gaya berpakaiannya mengikuti era modernisasi di mana pada era ini gaya berpakaian cenderung mengikuti orang Barat. Mulai dari cara berpakaian mahasiswi yang bermewah-mewahan, memakai make-up kebarat-baratan seperti soflents, blush on, eye liner, mascara, dan lain-lain. Selain mahasiswi juga terjadi pada mahasiswa, sepeti style rambut kepirang-pirangan, celana sobek-sobek, dan lain-lain. Hal itu termasuk gaya hidup orang Barat yang ditiru oleh sebagian besar mahasiswa sekarang ini.

Perubahan gaya berpakaian mahasiswa biasanya terlihat ketika masih menjadi mahasiswa baru, awalnya pakaian cenderung sederhana, tetapi setelah waktu perkuliahan berjalan satu semester banyak terjadi perubahan pada mahasiswa secara drastis. Perubahan yang terjadi pada mahasiswa tersebut berdasarkan pada modernisasi saat ini (Inkeles dalam Weiner, 1976).

Modernisasi dan perubahan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Modernisasi pada hakikatnya mencakup bidang-bidang di mana yang akan diutamakan oleh masyarakat tergantung dari kebijakan pengasa yang memimpin masyarakat tersebut. Di mana teori modernisasi muncul pada pasca perang dunia kedua. Asumsi dasar teori modernisasi mencakup:
(1) Bertolak dari dua kutub dikotomis yaitu antara masyarakat modern dan masyarakat tradisional; (2) Peranan Negara-negara maju sangat dominan dan dianggap positif, yaitu dengan menularkan nilai-nilai modern di samping memberikan bantuan modal dan teknologi (Budiman dalam Frank, 1984).

Teori modernisasi yang merupakan sumbangan dari Daniel Lerner (1958), Neil Smelser (1959), Everett Hagen (1962), Parsons (1966), Marion Levy (1966), David Apter (1968), dan Eisenstadt (1973). Teori ini berasumsi:
Pertama, Perubahan adalah unilier. Karena itu masyarakat yang kurang maju harus mengikuti jalan yang sudah ditempuh oleh masyarakat yang lebih maju, mengikuti langkah yang sama, atau berdiri lebih rendah di eskalator yang sama.

Kedua, Proses perubahan melalui tahapan-tahapan berurutan dan tak satu tahap pun dapat dilompati, misalnya: tradisional-tradisional-modern; tradisional-mencapai syarat tinggal landas-tinggal landas untuk tumbuh terus-dewas-mencapai tingkat konsumsi massa.

Ketiga, Mengajarkan progresivisme, keyakinan bahwa proses modernisasi menciptakan perbaikan kehidupan sosial universal, dan meningkatkan taraf hidup (Sztompka, 2004).

Teori modernisasi ini berupa kemampuan yang semakin besar untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, berkembangnya kemajuan, bebas dari kekuasaan tradisional, terbuka dengan hal-hal baru, dan beraspirasi tinggi. Baik dalam hal sosial, budaya dan pengetahuan. Oleh karena itu, dengan adanya pengaruh modernisasi terhadap cara berpakaian mahasiswa yang sudah sebagian besar mahasiswi saat ini mengalaminya. Perlunya diri masing-masing untuk bisa terus menyaring segala bentuk perkembangan dan perubahan sosial yang terjadi di sekitar kita, setidaknya kita terutama mahasiswa tentunya pemuda harus tetap membudayakan kebudayaan tradisional misalnya batik. Karena corak batik sekarang ini tidak juga ketinggalan zaman dengan adanya motif batik modern yang sangat menarik jika dipakai oleh berbagai kalangan dari orangtua bahkan anak muda di zaman modern saat ini.


Penulis: Sonia Okta Alfira
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website