Headlines News :
Home » , » Persiapan Sambut Idul Fitri

Persiapan Sambut Idul Fitri

Written By Pewarta News on Selasa, 04 Juni 2019 | 11.39

PEWARTAnews.com -- Idul Fitri 1 Syawal 1440 H sudah di depan mata, yang insya Allah jatuh bertepatan dengan 5 Juni 2019. Kehadiran Idul Fitri akan bisa menjadi lebih bermakna jika kita ummat Islam memiliki persiapan sesuai dengan hukum syariah yang menjadi pilihan kita. Setidak-tidaknya ada sejumlah hal atau aktivitas yang perlu mendapat perhatian kita, sehingga kira tidak menyesal di belakangnya.

Pertama, memastikan sudah membayar zakat fitrah. Kita bisa pastikan bahwa kita membayar zakat fitrah sebelum naiknya Khatib Idul Fitri naik mimbar. Membayar zakat merupakan salah amalan, bagi yang mampu, yang tidak bisa dipisahkan dari puasa ramadhan. Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadan sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas setiap muslim merdeka atau hamba sahaya laki-laki atau perempuan.” (HR Bukhari Muslim). Dalam bahasa kita zakatnya sebanyak 2,5 kg beras. Manfaat zakat, di samping untuk membahagiakan hati fakir miskin pada hari raya Idul Fitri, juga dimaksudkan untuk membersihkan dosa-dosa kecil yang mungkin ada ketika seseorang melaksanakan puasa Ramadan.

Kedua, Mengumandangkan takbir.
Mengumandangkan takbir merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad sebelum salat idul fitri dan biasanya sudah dilakukan sejak malam hari sebelum salat idul fitri. Karena itulah dinamakan malam tersebut sebagai malam takbiran. Allah swt berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (QS Al Baqarah: 185). Selanjutnya disempurnakan oleh Rasulullah melalui sabdanya, bahwa Nabi saw keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan (mushalla). Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5621). Untuk menyemarakkan gema takbir dewasa ini bisa berupa festival, takbir keliling, takbir di masjid/mushalla, dan takbir di TV dan sebagainya. Yang penting diniatkan dengan mengagungkan Allah swt.

Ketiga, Mandi sebelum salat Idul Fitri. Mandi sebelum berangkat sholat Idul Fitri sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, yang artinya  "Dan dari Abdullah bin Abbas Radliyallahuma, ia berkata, 'Bahwasanya Nabi saw mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha." (HR Ibnu Majah). Rasulullah saw selalu lakukan mandi sebelum berangkat sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

Keempat, Memakai pakaian terbaik dan wewangian. “Dari Ali bin Abi Thalib ra, bahwa: Rasulullah saw memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak). Memakai baju terbaik yang dimiliki dan wangi-wangian pada baju kita untuk sholat Id merupakan sunah Rasul. Karena itu perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya.

Kelima, Makan sebelum salat Idul Fitri. Rasulullah saw bersabda, "Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia shalat dulu." (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad). Begitu bijak Rasulullah saw dalam tata cara sebelum shalat Id Fitri justru dianjurkan makan dulu yang berbeda dengan sholat Idul Adha yang dianjurkan makan setelah ikuti sholat. Mungkin sekalian mengingatkan bahwa saatnya puasa sudah selesai dan kini bisa makan lebih awal dan haram untuk berpuasa di hari Raya.

Keenam, Mengajak semua keluarga ke tempat shalat Idul Fitri. Untuk tunaikan sholat Idul Fitri, sangat dianjurkan Rasulullah untuk mengajak seluruh anggota keluarga. Sebagamana sabda Rasulullah saw, yang artinya : "Bahwasanya Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam menyuruh istri-istri dan anak-anaknya keluar pada dua hari raya." (HR Ibnu Majah dan Albaihaqi). Karena ini Hari kemenangan, maka diharapkan seluruh ummat Islam dan seluruh anggota keluarga ikut merayakannya.

Ketujuh, memastikan tempat dan jadwal sholat Id. Untuk bisa mengikuti sholat Idul Fitri dengan lengkap pastikan bahwa kita sudah  memilih tempat shalat dan mengetahui jadwalnya, sehingga kita mengikuti dari awal sampai akhir dan tidak akan ketinggalan. Sayang sekali jika kita terlambat, karena langsung ketinggalan sholatnya. Berbeda dengan sholat jum’at, sholatnya jatuh di belakang. Tempat sholat Idul Fitri bisa di lapangan dan di Masjid, sesuai kondisi tempat masing-masing. ”Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, Rasulullah saw keluar menuju tempat shalat (mushalla). Pertama kali yang dikerjakan adalah melakukan shalat. ” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedelapan, berjalan kaki menuju tempat salat Idul Fitri. Untuk menuju tempat sholat Idul Fitri dianjurkan dengan jalan kaki, sebagaimana sabda Rasulullah saw "Dan dari Ali Abi Thalib ra , ia berkata, 'Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki." (HR At Tirmidzi).

Kesembilan, berjalan untuk pergi ke tempat sholat Idul Fitri dan pulangnya. Rasulullah saw setiap pergi menuju lokasi salat Id dan ketika pulang kembali menggunakan jalan yang berbeda. Sebagaimana dalam hadisnya berikut ini yang artinya : Dari Sahabat Jabir bin Abdullah ra. berkata, “Adapun Nabi Saw. ketika hari raya Idulfitri lewat jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari). Kedua jalan bisa menjadi saksi kehadiran kita untuk sholat Idul Fitri. Agar keutamaan dua jalan itu sama.  Untuk menampakkan syiar Islam. Juga menghindari adanya makar.

Demikianlah beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita untuk menyambut kehadiran Idul Fitri besuk pagi, semoga dengan persiapan yang baik kita bisa menyempurnakan Ibadah puasa Ramadhan kita di tahun ini. Aamiin.

Akhirnya, atas nama pribadi dan keluarga, terutama saya yang selama ini berinteraksi lewat dunia maya, ada hal-hal yang hilaf, saya mohon maaf lahir dan batin. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, bagi yang merayakannya, semoga puasa dan Ibadah kita lainnya diterima oleh Allah swt. Aamiin.


Yogyakarta, 4 Juni 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website