Headlines News :
Home » , » Menghadapi Ujian Allah

Menghadapi Ujian Allah

Written By Pewarta News on Rabu, 10 Juli 2019 | 09.39

PEWARTAnews.com – Hidup manusia itu hakekatnya silih berganti antara senang dan sedih, mudah dan sulit, longgar dan sempit, atau bahagia dan susah. Dalam praktiknya jangan mengira hidup itu selalu senang, mudah, longgar, dan atau bahagia terus, dan sebaliknya juga jangan mengira hidup itu selalu sedih, sulit, sempit dan atau susah terus. Karena fitrahnya, manusia itu hidup dinamis dan fluktuatif. Semua ragam kondisi itu menjadi ujian Allah. Kita tanpa terkecuali harus memiliki kemampuan menghadapi ujian Allah dengan sabar dan ikhlas.

Umumnya manusia itu menganggap bahwa ujian (mushibah) itu dikonotasikan sesuatu yang tidak baik atau sesuatu yang negatif. Hal ini tidak salah karena yang sering menjadi rujukan awal adalah QS Al Baqarah, 155, yang artinya “Dan Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”. Ujian Allah sering kali digambarkan sebagai sesuatu yang kurang mengenakkan, menyusahkan, menyulitkan, dan menyedihkan.

Padahal ujian Allah itu tidak selalu berwujud hal-hal yang negatif, melainkan juga ada yang berupa hal-hal yang positif. Sebagaimana firman Allah swt yang tertuang pada QS Al Anbiya:35, yang artinya “Dan Kami akan uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan dan kepada Kamilah kalian kembali”. Ujian Allah yang didentifikasikan sebagai hal yang positif, di antaranya : kemenangan, kekuasaan, jabatan, pangkat, kekayaan, dan anak.

Jika dikatagorikan ujian Allah swt itu ada yang masuk katogori ujian paling ringan adalah ujian pada tubuh seperti penyakit atau kecelakaan. Ujian pada tubuh ini untuk menguji kesabaran dan kerelaan atas takdir Allah. Jika bisa sabar dan rela, maka diberikan dan dihapuskan dari sebagaimana dosanya serta diangkat derajatnya. Sebaliknya ujian yang paling berat adalah nikmat kesenangan, ujian aqidah atau agama. Adapun untuk menghadapi ujian ini harus bisa mengendalikan keagungan, mendidik anak dengan sebaik-baiknya, berbuat Adil dalam kepemimpinan, membersihkan hartanya, menjaga tauhid, dan meningkatkan ketaqwaan.

Ujian Allah baik yang bernuansa positif maupun negatif bukan tanpa tujuan. Adapun tujuannya adalah Allah swt ingin menguji keimanan seseorang, sebagaimana Allah swt firmankan dalam QS Al Ankabut:2-3, yang artinya “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan:
“Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka dan benar-benar Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui pula orang-orang yang dusta. Dengan begitu maka ujian Allah swt itu bisa menjadi kebutuhan kita untuk membuktikan keimanan dan keislaman kita. Kita tidak cukup dan puas dengan label.

Ujian Allah pada hakekatnya tidak akan melebihi dari kemampuan kita. Allah swt berfirman di QS Al Baqarah: 286 yang berbunyi “Laa Yukallifullaahu Nafsan Illaa Wus’ahaa”, yang artinya : Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Ini membuktikan sifat Maha Rahman dan Rahim Allah selalu menyertai hidup ummat manusia. Jika manusia sabar, tekun, serius dan ikhlas menghadapi ujian hidup, insya Allah pada akhirnya akan menuju hasilnya.

Akhirnya dalam menghadapi ujian Allah swt baik yang positif maupun yang negatif kita harus sabar dan ikhlas, sehingga kita bisa lolos dan berhasil di mata Allah swt dan manusia. Kita bangsa Indonesia belakangan ini dihadapkan ujian yang tidak ringan, Jika bisa hadapi dan selesaikan dengan wisdom dan kepala dingin menempatkan kepentingan rakyat dan bangsa secara bermartabat, maka insya Allah kemenangan milik rakyat. Untuk itu kita berdoa, semoga Allah swt mengabulkannya. Ya Allah, masukkanlah Kami ke dalam golongan Orang Mu’min yang tabah, yang senantiasa berlapang dada dalam menempuh segala ujian, baik ujian berupa penderitaan maupun ujian yang berupa kesenangan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.


Yogyakarta, 29 Mei 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2018. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website