Headlines News :
Home » » Komitmen Menulis Tiap Hari

Komitmen Menulis Tiap Hari

Written By Pewarta News on Rabu, 14 November 2018 | 00.34

Gunawan.
PEWARTAnews.com -- Senang rasanya bisa berbagi lewat karya tulis. Alhamdulillah, bahagia. Hati adem dan tenteram. Pikiran segar. Beban di kepala terasa ringan. Syukur pada Ilahi, tak henti kuucapkan.

Inilah salah satu caraku mensyukuri nikmat Tuhan. Yakni, mencoba berbagi lewat goresan pena. Mulai dari hal yang paling sederhana, hingga sesuatu yang barangkali sebagian orang menganggapnya rumit. Ya, menulis, mensyukuri nikmat Tuhan. Demikianlah artikelku dalam buku antologi “Menulis Mengabadikan Pesan”.

Entah mengapa jemari tangan seolah tak mau diam. Maunya menari dan bergoyang terus-menerus. Pikiran pun seolah tak karuan, apabila dalam sehari saja tidak menulis. Mungkin orang lain menganggap ini adalah hal yang aneh. Akan tetapi, beginilah yang terjadi dan yang kualami.

Aku menulis rutin tiap hari sejak Desember 2016. Belum lama memang. Akan tetapi, setidaknya aku telah merasakan manfaat yang luar biasa. Bahagia sekali.

Kisah dan pengalaman hidup masa kecil, tiba-tiba muncul saja di benak ini. Sehingga, memunculkan semangat untuk mengabadikannya. Aku berusaha untuk mengikat dengan tulisan atas apa yang pernah aku lalui dulu. Ya, paling tidak, untuk kenangan di masa mendatang. Juga, untuk dibaca oleh anak cucuku kemudian.

Komitmen menulis tiap hari benar-benar hadir dari lubuk hati sendiri. Bukan terinspirasi dari siapa-siapa. Tak ada orang yang menyuruh. Juga, tak ada orang yang datang memaksa. Murni atas komitmen pribadi.

Sebab, kala itu, aku bermimpi untuk melahirkan minimal dua buku dalam setahun. Entah itu dalam bentuk karya antologi (keroyokan) maupun buku mandiri (solo). Maka, hal yang mesti aku lakukan adalah menulis, menulis, dan menulis. Tak ada cara lain. Pun, tak ada jalan pintas.

Ya, dengan menulis rutin tiap hari, maka aku optimis bahwa mimpi menelurkan buku (minimal dua buku setahun) akan terwujud. Dan, alhamdulillah, dengan izin Tuhan, hal demikian menjadi kenyataan.

Begitulah. Jika segala usaha dibarengi dengan doa, maka akan mudah tercapai atas apa yang menjadi impian kita. Optimis itu penting. Dan, yang tak kalah penting adalah usaha untuk mewujudkannya. Dalam hal ini, yakni menulis, dan terus menulis.

Selain dari yang aku paparkan sebelumnya, aku menulis tiap hari sebagai wujud rasa syukurku pada Sang Pencipta. Ya, ini adalah salah satu bentuk ungkapan terima kasihku pada Sang Pemilik ilmu. Dengan asa, apa yang kutulis semoga bisa juga dinikmati oleh orang lain, dan mendatangkan kebermanfaatan bagi siapa pun. Artinya, aku tak ingin pengetahuan dan/atau pengalaman dalam diri hanya dinikmati oleh seorang diri. Aku ingin juga berbagi kepada sesama.

Alhamdulillah, hingga kini, aku masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menulis rutin tiap hari, walau tak banyak. Aku masih bisa menikmati asyiknya “bercumbu” dengan tulisan. Aku masih bisa menggerakkan jemari dengan penuh semangat.

Semoga kebiasaan ini bisa kulakukan hingga ajal menjemput. Dan, moga apa pun yang kutulis dan kubagi lewat karya tulis memberi manfaat bagi orang lain. Amin.

Wallahu a’lam.


Penulis: Gunawan
Pemuda Produktif Menulis asal Bima NTB

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website