Headlines News :
Home » » Kualitas Pendidikan Indonesia, Prof Rochmat: Yang Lebih Berperan Pengembangan Kurikulum di Sekolah

Kualitas Pendidikan Indonesia, Prof Rochmat: Yang Lebih Berperan Pengembangan Kurikulum di Sekolah

Written By Pewarta News on Jumat, 02 November 2018 | 16.11

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Mantan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) masa bakti 2011-2016 Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. mengatakan bahwasannya kualitas pendidikan di Indonesia yang sangat berperan penting adalah pengembangan kurikulum yang dilakukan atau di buat sekolah dan di kelas. “Berdasarkan hasil beberaps riset, kualitas pendidikan dikontribusi sebagian besar oleh kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru. Hal ini dibuktikan bertahun-tahun, bahwa kurikulum sama, tapi faktanya ada sekolah unggulan dan kurang unggulan. Di sini yang lebih berperan pengembangan kurikulum di sekolah dan di kelas, bukan pengembangan kurikulum di Pusat Kurikulum/Kementerian. Tentu pengembang kurikulum di Pusat tidak bisa diabaikan sumbangannya,” beber Rochmat Wahab belum lama ini, 23/09/2018.

Lebih lanjut, Prof. Rocmat mengatakan, “Memperhatikan strategisnya posisi kepala sekolah dan guru, maka suatu upaya yang efektif jika bisa kembangkan pembelajaran aktif yang menginspirasi. Merrol H dan Melani Toth (2006) melalui bukunya ‘INSPIRING ACTIVE LEARNING : A Complete Handbook for Today’s Teachers’, ingin memberikan jawaban terhadap mengajar yang fundamental dan menunjukkan kepada kita cara menstransformasikan kelas kita ke dalam kehidupan masyarakat pembelajar yang aktif dan bertanggung jawab. Komunitas inilah yang sejalan dengan era revolusi industri 4.0 dan desrupsi yang sangat menghendaki pembelajar sepanjang hayat,” ucapnya.

Adapun strategi yang perlu dilakukan guru, kata Rochmat, berfokus pada saling menghargai (mutual respect), tidak ngebosi; kolaborasi, tidak isolasi; komitmen terhadap belajar, tidak takut gagal; dan martabat utk semua, bukan memuji atau menghargai hanya untuk beberapa anak.

“Di sinilah pentingnya guru harus meng-upgrade diri, bagaimana terus bisa fungsional dan kontributif setiap langkah akademik dan nonakademik, sehingga para siswa terus semangat belajar baik bersama guru, maupun saat sendirian. Semangat belajar sewaktu aktif di sekolah, maupun setelah lulus sekolah hingga semangat belajar mandiri dan sepanjang hayat. Jika ini bisa terwujud, suatu kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh guru baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga guru-guru kita mulia hidupnya untuk selamanya. Aamiin,” harapnya.

Walaupun demikian, kata Rochmat, belakangan ini guru relatif digugat oleh masyarakat, karena sertifikasi tidak menjamin peningkatan mutu pendidikan. “Saatnya guru bertaubat profesi, terutama yang belum wellperformed, sehingga memiliki akuntabilitas yang tinggi. Jika ini bisa diwujudkan, sudah seharusnya guru memperoleh penghargaan material dan non material yg baik. Semoga,” tutupnya. (MJ / PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website