Headlines News :
Home » » Muballigh Besar Drs. KH Sunardi Syahuri Tutup Usia

Muballigh Besar Drs. KH Sunardi Syahuri Tutup Usia

Written By Pewarta News on Rabu, 14 November 2018 | 01.37

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. saat berbela sungkawa di rumah duka Drs. KH Sunardi Syahuri.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Telah berpulang ke rahmatullah untuk selama-lamanya, Drs. KH Sunardi Syahuri, pada hari Ahad, 11/11/2018 di Yogyakarta, dan dimakam pada hari Senin, 12/11/2018.

Menurut Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode 2009-2017 Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., sosok seorang KH Sunardi Syahuri merupakan sosok muballigh besar juga dermawan. “(KH Sunardi Syahuri) seorang muballigh besar, dermawan, dan tokoh Islam terkenal, semoga husnul khaatimah, diampuni dosa-dosanya, diterima amal sholehnya, serta keluarga yang ditinggalksn diberi ketabahan dan kemampuan untuk melanjutkan perjuangannya. Aamiin,” ucap Prof. Rochmat.

Ummat Islam DIY dan Jateng khususnya, serta Indonesia umumnya, kata Prof. Rochmat, kehilangan seorang ulama yang dicintai ummatnya. “Almarhum adalah pengurus dan aktifis di beberapa institusi dakwah dan ulama yang gigih dalam bedakwah bil-qaul dan bil-hal, ulama mutawasith yg layani semua golongan ummat, dai untuk ummat terpelajar dan ummat yang di seluruh pelosok, dan banyak lagi sebutan untuk Almarhum,” katanya. “Karena itu yang kehilangan bukan hanya keluarga, melainkan juga semua ummat Islam. Karena beliau sudah berjihad fii sabilillah, maka Almarhum sebenarnya masih hidup karena namanya insya Allah akan dikenang dan akan diikuti jejaknya oleh ummat dan terutama tokoh-tokoh yg istiqamah untuk tegakkan Islam,” beber mantan Ketua Tanfidziah PWNU DIY ini.

Lebih jauh, kata Rochmat, “Mautul ‘aalim mautul ‘alam, (Matinya seorang yang alim, Matinya seluruh Alam). Mengapa demikian, karena orang alim yang wafat dengan membawa ilmu, ummat ikut kehilangan ilmu, kehilangan seorang yang suka menasehati dan memberikan cahaya dan pencerahan sehingga ummat hidupnya bisa menjadi tersesat. Padalah di tengah kehidupan yg krisis multidimensional, ummat sangat membutuhkan seseorang panutan dan teladan dalam berbuat kebajikan,” imbuhnya.

Mautu ‘aalim ahabbu ila iblis min mauti sab’iina ‘aabidaa, (HR Imam Baihaqi), yang artinya “Wafatnya seorang ‘alim lebih disukai iblis daripada wafanya 70 orang ahli ibadah”. “Ini dapat diartikan betapa tingginya kedudukan seorang ulama di mata Iblis.” cerita Rochmat membacakan bunyi hadits nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW juga bersabda, kata Rochmad, bahwa “Menunggalnya ulama adalah musibah yg tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yg tidak bisa ditambal. Wafatnya ulana laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama (HR Ath Thabrani)”.

“Dengan demikian jelaslah bahwa wafatnya seorang ulama, sungguh ummat Islam kehilangan sesuatu yang besar. Semoga anak-anak biologis dan ideologis KH Sunardi Syahuri bisa melanjutkan perjuannnya. Selamat jalan pak Kiai Sunardi, semoga disambut oleh Allah SWT dengan sangat baik dan mendapatkan tempat  terbaik di sisi-Nya. Aamiin. Lahul faatihah.” tutupnya.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website