Headlines News :
Home » , » Prof. Rochmat Wahab: Generasi Muda Kurangi Nafsu untuk Merusak, Tingkatkan Spirit Membangun Kapasitas Diri untuk Memajukan Bangsa

Prof. Rochmat Wahab: Generasi Muda Kurangi Nafsu untuk Merusak, Tingkatkan Spirit Membangun Kapasitas Diri untuk Memajukan Bangsa

Written By Pewarta News on Selasa, 06 November 2018 | 11.02

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Hari ini, 01 November 2018 merupakan hari sumpah pemuda yang ke-90. Berkaitan dengan hari sumpah pemuda, Mantan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) masa bakti 2011-2016 Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. menyikapi hal ini dengan mengaitkan kondisi pemuda dewasa ini.

Prof. Rochmat Wahab yang juga mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dua periode ini mengungkapkan, “Sembilanpuluh tahun lalu telah dilakukan Ikrar Sumpah Pemuda oleh pemuda-pemuda terpilih, yang tujuan utamanya untuk menyatukan seluruh pemuda Indonesia untuk wujudkan cita-cita mulia, raih kemerdekaan, sehingga warga Indonesia bisa memiliki kemerdekaan hidup, berpikir, berbicara, bertindak, mencari nafkah, beribadah, berbangsa dan bernegara,” ucapnya, 01/11/2018.

Kini, kata Rochmat, di saat kita peringati dan syukuri Hari Sumpah Pemuda, seluruh pemuda tidak lagi berjuang meraih kemerdekaan, melainkan mereka seharusnya menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan belajar dan berkarya, meng-update diri serta mengembangkan minat dan bakatnya sehingga berkembang optimal untuk mengakselerasi raih masyarakat adil, makmur, dan sejahtera lahir dan batin yang diridloi oleh Allah Swt. “Bukan sebaliknya, mereka menjadi pemuda yang dibelilit oleh berbagai persoalan sebagai generasi transisi yang diwarnai dengan perilaku sosial yang menyimpang, kenakalan remaja, narkoba, pergaulan bebas, bertindak kekerasan, berakhlak tercela, malas beribadah, dan sebagainya sehingga mengganggu kenyamanan, keharmonisan dan kedamaian masyarakat,” bebernya.

Lebih lanjut, Ketua III Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019 ini mengatakan, “Para orang dewasa, orangtua, pendidik, pimpinan agama, dan tokoh masyarakat, bahkan pemerintah ikut bertanggung jawab memberikan fasilitas dana, tempat, waktu, pelatihan, pendidikan dan institusi dengan tenaga ahlinya yang memadai untuk support para pemuda dalam berkiprah dalam berbagai kegiatan positif dan produktif. Para pihak terkait perlu sekali ikut sharing keahlian untuk ciptakan aktivitas yang bermanfaat untuk ummat. Persiapkan generasi penerus yang lebih baik, lebih kuat, lebih tangguh dan lebih mumpuni untuk tantangan di jamannya,” kata Rochmat.

Prof Rochmat menuturkan lebih jauh, bahwa generasi muda harus kurangi nafsu atau kebiasaan diri dalam merusak, tingkatkan spirit membangun kapasitas diri demi tujuan yang lebih besar yakni untuk memajukan bangsa dan negara tercinta. “Wahai generasi muda, kurangi nafsu diri untuk merusak, sebaliknya tingkatkan terus spirit membangun kapasitas diri termasuk moral yang kuat dalam hadapi era yang penuh ketidakmenentuan ini. Insya Allah ke depan generasi muda bisa mainkan peran penting untuk kemajuan bangsa,” ungkapnya. (MJ / PEWARTAnews)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website