Headlines News :
Home » , » Prof. Rochmat Wahab: Rezim 2019-2024 Perlu Jadikan Pembangunan Pendidikan Nasional Sebagai Priortas Utama

Prof. Rochmat Wahab: Rezim 2019-2024 Perlu Jadikan Pembangunan Pendidikan Nasional Sebagai Priortas Utama

Written By Pewarta News on Senin, 05 November 2018 | 12.54

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. saat ngobrol santai dengan Mantan Presiden RI BJ Habibie
Yogyakarta, PEWARTAnews.com – Mantan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) masa bakti 2011-2016 Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. memandang bahwa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) sudah tidak relevan dengan kondisi dewasa ini, oleh karenanya perlu adanya ada penyesuaian yang menjadi perhatian khusus untuk calon pemimpin Indonesia periode mendatang.

Prof. Rochmat Wahab mengatakan, “Mengingat UU Sisdiknas yang sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan kini dan mendatang, yang mestinya disusul dengan peraturan perundang-undangan lain, tapi justru muncul Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Pendidikan Kedokteran, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran, PP Nomor 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan menuntut UU SPN, untuk disesuaikan isi dan beberapa pasal dan ayat,” bebernya di Yogyakarta belum lama ini, 28/09/2018.

Lebih lanjut, mantan Rektor UNY ini mengatakan bahwa kedepannya Indonesia membutuhkan pembentukan sistim pendidikan yang bervisi baru yang mampu menjawab tantangan zaman. “Kehadiran RI 4.0, era digital, Era Disrupsi, dan tuntutan kecakapan Abad ke-21 serta pembentukan insan dan masyarakat sholeh ke depan, sangat dibutuhkan sistem pendidikan nasional ber-visi baru. Dengan begitu sangat dibutuhkan pembaharuan sistem pendidikan nasional,” ucapnya.

“Berdasarkan dua pertimbangan yang strategis ini, mengawali rezim 2019-2024 sangat dibutuhkan Sistem Pendidikan Nasional Baru (Educational Reform) yang diharapkan sekali dapat dijadikan program pokok kabinet, siapapun yang menang, segera tunjukkan komitmennya,” katanya.

Jika rezim baru tidak menangani secara serius terkait pendidikan, kata Rochmat, sudah pasti kualitas SDM masyarakat Indonesia dibawah rata-rata negara lain. “Jika selama 5 tahun ke depan, Rezim tidak menjadikan pembangunan pendidikan nasional sebagai priortas utama, maka kualitas sumber daya atau indeks kompetitif manusia Indonesia akan menurun dibandingkan negara-negara Asia,” cetusnya.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website