Headlines News :
Home » » Kebersihan Hati

Kebersihan Hati

Written By Pewarta News on Kamis, 06 Desember 2018 | 12.14

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com -- Kunci hidup manusia adalah hati yang bersih, hati yang selamat, dan hati yang suci. Makna lainnya, bahwa kebersihan, keselamatan, dan kesucian hati itu sangat menentukan selamat tidaknya seseorang dalam hidupnya. Mengapa demikian, Allah SWT berfirman, “(yaitu) hari di mana harta dan anak-anak tak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap kepada Allah SWT dengan hati yang bersih (QS Asy Syu’ara, 26:88-89). Juga Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Namun, jika segumpal darah itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah segumpal darah itu adalah hati (HR Bukhori dan Muslim).

Menyadari akan pentingnya posisi hati dalam hidup kita, maka kita merasa sangat perlu bisa menjaga hati dari noda dan dosa, menjaga dari hal-hal yang bisa membusukkan hati, dan membersihkan hati dari niat-niat kurang terpuji, sehingga kita terhindar dari perilaku tercela, melainkan terbiasa berbuat kebaikan  kepada Allah SWT maupun kepada orang lain. Kita tidak sadar bahwa yang selama ini kita selalu menjaga hati dan perilaku, diam-diam bisa terprovokasi oleh perilaku yang kurang terpuji lewat medsos. Memang  kita sudah memiliki UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bahkan sejumlah orang atau institusi telah berhasil menjadikannya sebagai instrumen untuk melindungi diri dari kekerasan dan perlakuan yang merugikan. Namun cukup banyak yang dirugikan dengan kata-kata yang menyinggung perasaan, bahkan sampai mengolok-olok yang mereka diamkan dan tidak ambil langkah hukum dengan pasrahkan kepada-Nya.

Apapun yang terjadi kondisi dewasa ini sangat menguji diri kita, sehingga kita harus menjaga hati dengan ekstra keras.

Setidak-tidaknya upaya yang bisa dilakukan di antaranya: 1) menyegerakan dan menyempurnakan ibadah wajib; 2) memperbanyak ibadah sunnah; 3) memperbanyak dzikir; 4) tilawah Al-Qur'an (membaca, memahami dan mengamalkan); 5) bergaul dalam lingkungan yang baik dan kondusif; 6) mengingat kematian dan hari akhir; 7) menghindari riya’, ujub, dan takabbur, buruk sangka, dan marah; 8) membiasakan sabar, husnudz dzan,  memaafkan, saling mendoakan; 9) menghindari jalan syaithan.

Memang untuk menjaga hati dan membersihkan hati tidak bisa instan, melainkan butuh proses secara terus menerus. Ending akhir yang penting adalah menuju ke yang terbaik, apapun posisi kita sekarang. Ada good willingness untuk terus menjadi lebih baik, memiliki qalbun saliim.

Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website