Headlines News :
Home » , » Pendidikan Perdamaian

Pendidikan Perdamaian

Written By Pewarta News on Sabtu, 29 Desember 2018 | 14.54

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A. (tanpa peci).
PEWARTAnews.com -- Sejak manusia pertama diciptakan, terlahir beberapa anak Nabi Adam yang telah tunjukkan ketidakrukunan, antara Qabil dan Habil, yang hingga kini kita saksikan masih terjadi konflik bahkan penindasan dari yang kuat terhadap yang lemah, sehingga kedamaian dunia belum dapat diwujudkan sebagaimana yang diidealkan oleh semua. Kedamaian memang sesuatu yang mahal selama masih ada rasa superioritas pada seseorang, kelompok dan bangsa.

Untuk mencapai kedamaian, salah satu upaya yang utama melalui Pendidikan Perdamaian (PD). Adapun yang dimaksud dengan PD adalah suatu proses pemerolehan nilai, pengetahuan, dan keterampilan/perilaku untuk hidup yang harmoni baik dengan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan alam sekitar. Kehidupan yg damai diindikasikan hidup yg diwarnai respek, toleran dan saling malindingi dan membantu. Cakupan PD, di antaranya: level individu, level sekolah/masyarakat, lebel nasional dan level dunia. Bagaimana PD mampu menciptakan pribadi, sekolah/masyarakat, negara/bangsa, dan dunia (antar negara/bangsa) yang damai, harmoni, dan toleran.

Mengapa kita harus damai? Karena fitrahnya kita diciptakan dari seorang lelaki dan perempuan yang selanjutnya menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa yang kemudian untuk saling mengenal dan membantu (QS Al Hujurat, 13). Juga kita dianjurkan berpegang teguh dengan tali Allah dan tidak bercerai-berai (QS Ali Imron:103). Kedua ayat ini mengisyaratkan bahwa antar manusia harus saling resoek, melindungi, dan menolong untuk menciptajan suatu kehidupan yang damai. Karena wajib dikutuk perlakuan China terhadap suku Uighur yang sangat biadab itu.

PD diharapkan mampu memberikan kecakapan membentuk dan memelihara perdamaian dimanapun berada, mengatasi secara konstruktif persoalan hidup setelah perang atau konflik, mengembangkan tanggung jawab sosial di Abad ke-21, dan memberikan harapan hidup yg lebih baik bagi generasi muda.

Dalam PD ada sejumlah nilai universal yg bisa ditemukan dalam kehidupan, di antaranya dalam HAM, demokrasi, kerjasama dan solidaritas, pemeliharaan budaya, konservasi lingkungan, internasionalisasi dan spiritualitas. Jika kita mampu tunjukkan dan implementasikan nilai-nilai tersebut secara bertanggung jawab, maka perdamaian dalam dunia bisa kita rasakan.

Bagaimana PD harus diwujudkan? Setidak2nya menurut Nakamura (2004) bahwa ada dua orientasi meniadakan perdamaian negatif (negative peace), yang diwujudkan dengan peniadaan kekerasan personal dan sosial serta kekerasan struktural dan meneguhkan perdamaian positif (positive peace) yang diwujudkan dengan rasa keadilan, penegskan HAM, dan kesamaan perlakuan antar gender, ras, dan agama. Untuk mewujudkan PD perlu melibatkan semua, sesuai dengan levelnya.

Akhirnya apapun bentuk konflik dan peperangan di atas bumi tanpa memandang alasan apapun harus bahkan wajib dihentikan, karena tidak sesuai dengan fitrahnya. Semoga manusia sebagai khalifah di atas bumi mampu cari solusi. Salah satu upaya strategis adalah PD. Semoga PD dapat diterapkan untuk semua jenjang di manapun berada, sehingga tercipta kehidupan yang saling respek di antara kita, yang akhirnya dapat terwujud hidup yang damai dan toleran.


Yogyakarta, 25 Desember 2018
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website