Headlines News :
Home » » Sanggar Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta Akan Gelar Drama Lopi Penge Nanti Malam, Yuk Ramaikan!

Sanggar Rimpu KEPMA Bima-Yogyakarta Akan Gelar Drama Lopi Penge Nanti Malam, Yuk Ramaikan!

Written By Pewarta News on Sabtu, 22 Desember 2018 | 10.49

Agenda Sanggar Rimpu.
Yogyakarta, PEWARTAnews.com -- Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakartana merupakan suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekumpulan orang (khususnya orang Bima-Dompu yang ada di Yogyakarta). Ragam kegiatannya merupakan kegiatan kesenian, seperti seni tari, seni peran, seni musik dan lain sebagainya.

Ada kabar menarik nih, nanti malam Sanggar Seni Budaya Rimpu Bima-Yogyakarta (Sanggar Rimpu) akan mengadakan kegiatan Drama Lopi Penge dengan mengangkat tema “Melestarikan Budaya Bima Ara Dana Loja” di Gelanggang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada pukul 19:00 WIB-selesai.

Menurut Ruslin acara Drama Lopi Penge akan menampilkan kisah cinta dua kerajaan yang syarat akan nilai sejarah dan budaya. "Sanggar Seni dan Tradisi Rimpu akan mengadakan Acara Drama Lopi Penge ataupun tari dari daerah Bima, yang mana kegiatan ini merupakan salah satu agenda akhir tahun. Dalam Drama Lopi Penge ini meceritakan kisah cinta pangeran dari kerajaan Gowa (Makassar) dan putri dari kerajaan Bima. Selain kisah cinta dari sang pangeran dari kerajaan Gowa (Makassar)  dan sang putri dari kerajaan Bima dalam drama ini juga ada tarian tradisional Bima yaitu Tari Lopi Penge, Tarian Wura Bongi Monca (Tarian Selamat Datang) dan Mpa’a Gantao (Silat Bima)," beber Rulis yang biasa di sapa Arlan selaku Penanggung Jawab Sementara (PJS) RIMPU sekaligus Sutradara dalam Acara Drama Lopi Penge ini.

Lebih lanjut, Arlan mengatakan, "Tarian Lopi Penge ini merukan tarian yang dipopulerkan sekitar tahun 80-an menceritakan hubungan antara kerajaan Bima dan Kerajaan Gowa. Pada saat itu kedua kerajaan ini memiliki hubungan yang erat. Kerajaan Bima dan Kerajaan Gowa pada saat itu saling mengunjungi satu sama lain. Lopi (Perahu) yang digunakan orang Bima berupa sampan yang di dayung secara manual.” ucap Arlan.
 
Mari kita sama-sama dukung pelestarian kebudayaan dan kesenian daerah di seluruh nusantara, salah satu caranya dengan ikut meriahkan, datang menonton dan memberikan semangat, ayo guys nanti malam jangan lupa datang ramaikan yach.  (Siti Hawa)




Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website